Fathu Makkah (12) : Membersihkan Ka’bah Dari Berhala


Memuliakan Ka’bah dan membersihkan Jazirah Arab dari berhala

Setelah kemenangan semakin nyata, Rasulullah bersama kaum Muhajirin dan Anshar mulai memasuki Masjidil Haram.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menghadap ke arah Hajarul Aswad lalu menyentuhnya, kemudian thawaf di sekeliling Ka’bah dengan panah di tangannya. Ketika itu, di sekitar Ka’bah terdapat 360 buah patung.

Beliau mulai menusuk patung-patung itu dengan panah sambil membaca: “Dan katakanlah: ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.’ Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap” (Al-Isra’: 81)

Patung-patung itu pun tersungkur jatuh.

Thawaf ini beliau lakukan di atas kendaraannya tidak dalam keadaan berihram. Setelah selesai thawaf, beliau memanggil ‘Utsman bin Thalhah lalu mengambil kunci Ka’bah dan minta agar dibuka.

Kemudian beliau masuk ke dalamnya dan melihat gambar Nabi Ibrahim dan Isma’il e sedang melakukan pengundian dengan azlam (panah). Beliau pun berkata:

قَاتَلَهُمُ اللهُ، وَاللهِ مَا اسْتَقْسَمَا بِهَا قَطُّ

Semoga Allah binasakan mereka. Demi Allah, keduanya tidak pernah sama sekali mengundi dengan panah.”

Setelah itu beliau memerintahkan agar semua gambar dan patung yang ada dimusnahkan. Beliau shalallahu alaihi wasallam pun bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلَا يَدَعْ فِي بَيْتِهِ صَنَماً إلاَّ كَسَّرَهُ

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia biarkan di rumahnya berhala melainkan dia hancurkan.”

Menghancurkan Berhala Uzza

Nabi mengutus Khalid bin Al-Walid untuk menghancurkan ‘Uzza, sebatang pohon yang menjadi tempat pemujaan bagi penduduk Makkah ketika itu. Mereka biasa menyembelih kurban dan berdoa di tempat tersebut.

Maka berangkatlah Khalid dengan 30 orang pasukan berkuda hingga tiba di tujuan. Kemudian beliau menghancurkannya dan kembali kepada Rasulullah, memberi laporan. Tapi Rasulullah berkata kepadanya: “Apakah engkau melihat sesuatu?

Tidak,” jawab Khalid.

Kata Rasulullah : “Berarti engkau belum berbuat apa-apa. Kembalilah, hancurkan berhala itu.”

Khalid pun kembali sambil menyimpan kejengkelan karena belum menyelesaikan tugas dengan sempurna. Dia pun menghunus pedangnya. Tiba-tiba keluarlah seorang wanita tua yang hitam dengan rambut tergerai, tanpa pakaian.

Mulailah juru kunci tempat peribadatan itu berseru memanggilnya: “Ya ‘Uzza.”

Maka seketika itu juga Khalid mengayunkan pedangnya menebas tubuh wanita itu menjadi dua bagian.

Khalid berujar : “Hai ‘Uzza, aku mengingkarimu, tidak minta ampunanmu, Sungguh aku lihat Allah menghinakanmu

Setelah itu, dia kembali melapor kepada Rasulullah.

Betul, itulah ‘Uzza. Dia sudah putus asa untuk disembah di negeri kamu ini, selamanya,” kata Rasulullah.

Menghancurkan Berhala Suwa’

Waktu itu juga, Rasulullah mengutus Amr bin Al-‘Ash untuk menghancurkan Suwa’ yang disembah suku Hudzail.

Kata ‘Amr : Aku sampai di sana. Waktu itu juru kuncinya ada di dekat tempat ibadah itu. Dia bertanya: “Apa yang kau inginkan?

Rasulullah memerintahkanku untuk menghancurkan berhala ini,” kataku.

Kau tidak akan sanggup melakukannya,” kata juru kunci itu.

Aku pun bertanya: “Mengapa?

Kamu dihalangi,” jawabnya.

Sial kamu. Sampai saat ini kamu masih dalam kesesatan? Apakah sesembahanmu ini bisa mendengar dan melihat?” timpalku.

Lalu aku pun mendekat dan menghancurkannya. Kemudian aku perintahkan sahabat-sahabatku menghancurkan rumah tempat penyimpanannya, tapi kami tidak menemukan apa-apa.

Kemudian aku bertanya kepada si juru kunci: “Bagaimana?

“Saya berserah diri (tunduk) kepada Allah,” katanya menyatakan diri masuk Islam.

Menghancurkan Berhala Manat

Rasulullah juga mengutus Sa’d bin Zaid Al-Asyhali untuk menghancurkan Manat di Musyallal dekat Qudaid yang dahulu disembah suku Aus, Khazraj, dan Ghassan. Ia pun berangkat bersama 20 pasukan berkuda. Setelah tiba di tempat tujuan, juru kuncinya bertanya: “Kau mau apa?”

Mau menghancurkan berhala Manat,” jawabnya.

Itu urusanmu,” kata juru kunci.

Sa’d mulai melangkah ke arah tempat pemujaan. Tiba-tiba keluarlah seorang wanita berkulit hitam dalam keadaan telanjang dan rambut kusut masai, berteriak: “Celaka.”

Wanita itu memukuli dadanya. Juru kunci itu berseru: “Manat, uruslah orang yang durhaka kepadamu ini.”

Sa’d membunuh wanita itu lalu menghancurkan patung yang ada. Mereka juga meruntuhkan tempat penyimpanan, tapi tidak menemukan apapun.

Rasulullah pun tinggal di Makkah beberapa hari dan memberi bimbingan kepada kaum muslimin.

Wallahu a’lam.

***

sumber : https://asysyariah.com/kecemburuan-anshar-fathu-makkah-bagian-lima/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s