Fathu Makkah (12) : Membersihkan Ka’bah Dari Berhala

Memuliakan Ka’bah dan membersihkan Jazirah Arab dari berhala

Setelah kemenangan semakin nyata, Rasulullah bersama kaum Muhajirin dan Anshar mulai memasuki Masjidil Haram.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menghadap ke arah Hajarul Aswad lalu menyentuhnya, kemudian thawaf di sekeliling Ka’bah dengan panah di tangannya. Ketika itu, di sekitar Ka’bah terdapat 360 buah patung.

Baca lebih lanjut

Ammar bin Yasir (5) : Kisah Perdebatan Dengan Khalid bin Walid

Demikianlah, Ammar bin Yasir terus mengiringi perjalanan agama Islam sampai akhirnya dia ikut hijrah ke Madinah. Umat Islam tinggal di sana bersama Nabi mereka, dan secepatnya masyarakat Islam terbentuk dan menyempurnakan barisannya.

Maka di tengah-tengah masyarakat Islam yang beriman ini Ammar pun mendapat kedudukan yang tinggi. Rasullah SAW amat menyayanginya, dan beliau sering membanggakan keimanan dan ketakwaan Ammar kepada para sahabat lainnya.

Baca lebih lanjut

Khalid bin Walid & Amru bin Ash, Terlahir Sebagai Pemimpin

Banyak peristiwa dalam kehidupan Rasulullah ﷺ, empat khalifah setelah beliau, dan sejarah-sejarah umat Islam setelah mereka yang tidak hanya berhenti pada kajian sejarah. Rekam jejak mereka mengajarkan nilai. Ada kajian keilmuan yang begitu luas yang bisa dirumuskan. Terlebih dengan berkembangnya metode penelitian modern.

Kehidupan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya bisa dikaji dalam ilmu psikologi, sosiologi, leadership, politik dan hubungan internasional, bahkan kebijakan-kebijakan strategis.

Baca lebih lanjut

Apa Penyebab Digantinya Khalid bin Walid Sebagai Panglima Perang ?

Salah satu pendapat yang masyhur mengenai alasan Umar bin Khattab mengganti/mencopot panglima perang Khalid bin Walid adalah untuk kemaslahatan tauhid yaitu menunaikan hak Allah di muka bumi yang merupakan tujuan utama manusia dan jin diciptakan.

Khalib bin Walid adalah panglima perang yang luar biasa, tidak pernah kalah dalam peperangan, baik sebelum masuk Islam, maupun sesudah masuk Islam.

Baca lebih lanjut

Pedang Allah Yang Terhunus, Khalid bin Walid (2/2)

Khalid Setelah Masuk Islam

Khalid ikut dalam perang bersama kaum muslimin untuk pertama kalinya dalam Perang Mu’tah melawan Gassasanah dan Romawi.

Dalam perang tersebut tiga orang panglimanya mati syahid. Mereka adalah Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib, dan Abdullah bin Rawwahah. Maka dengan cepat Tsabit bin Arqam mengangkat tinggi-tinggi bendera komando.

Baca lebih lanjut

Pedang Allah Yang Terhunus, Khalid bin Walid (1/2)

Dia adalah Khlalid bin Walid bin Mughirah Al-Makhzumi, seorang Qurays dan panglima Islam. Rasulullah menjulukinya dengan Saifullah Al-Maslul (Pedang Allah yang Terhunus). Dia memerangi negara Persia, Romawi, dan Syam. Ia meninggal dan dikuburkan di Homsh.

Kelahirannya

Khalid bin Walid dilahirkan di Makkah pada tahun 595 M. Ayahnya Walid bin Mughirah adalah majikan Bani Makhzum, dan termasuk pembesar suku Quraisy. Dia seorang saudagar yang kaya, memiliki nasab dan kedudukan yang tinggi, sehingga tidak ingin ada orang yang memberikan makanan kepada orang lain kecuali hanya dirinya sendiri; terutama pada musim-musim haji dan di Pasar Ukaz.

Baca lebih lanjut

Kisah Islamnya Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke kota Mekah dalam rangkaian umrah qadha. Ikut bersama Rasulullah, al-Walid bin Walid –saudara Khalid bin Walid– yang telah lebih dahulu masuk Islam daripada Khalid.

Walid mencari-cari saudaranya, Khalid, tetapi tidak menemukannya. Ia pun menulis sepucuk surat kepada saudaranya.

Baca lebih lanjut

Kisah Komandan Perang Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu

Sejarah peradaban manusia mencatat banyak nama yang menggoreskan kisah di lembaran-lembaran zaman tentang keahlian militer yang layak ditiru. Di antara tokoh militer yang paling cemerlang adalah panglima Islam Khalid bin al-Walid radhiallahu ‘anhu. Ia berada di puncak para ahli strategi militer.

Kesimpulan itu berangkat dari kemampuannya menggetarkan benteng-benteng Persia dan Romawi dalam hitungan tahun yang singkat saja –atas izin Allah-. Padahal dua kerajaan itu adalah kerajaan adidaya. Karena kepemimpinan militernya, Islam tersebar di Jazirah Arab, Iraq, dan Syam dengan mulia dan penuh wibawa.

Baca lebih lanjut

Khalid bin Walid, Pedang Allah Yang Tak Terkalahkan (3/3)

Pembebasan Irak

Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kemenangan pada kaum muslimin dalam memerangi orang-orang murtad dan orang yang enggan membayar zakat, Abu Bakar ash-Shiddiq menyadari bahwa bahaya besar yang selalu mengancam daulah Islam yang berada di perbatasan wilayah muslimin, yaitu Persia di Irak dan Romawi di daerah Syam.

Oleh karena itu, ash-Shiddiq segera memerintahkan saifullah Khalid bin Walid untuk berangkat bersama pasukannya menuju Irak.

Baca lebih lanjut

Khalid bin Walid, Pedang Allah Yang Tak Terkalahkan (2/3)

Perang Mu’tah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim sebuah pasukan yang berjumlah sebanyak 3000 prajurit ke daerah Mu’tah untuk membalas dendam terhadap kematian Harits bin Umair al-Azdi radhiallahu ‘anhu yang diutus oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membawa suratnya kepada Raja Bushra guna menyerunya masuk Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih Zaid bin Haritsah untuk memimpin komando pasukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada mereka,

Baca lebih lanjut