Imam al Hafidz Ibnu Rajab Hanbali


Nama, Nasab, dan Kelahirannya

Beliau adalah Al Imam, Al Hafidz, Al Alim Zainuddun, Abdurahman ibn Syihabuddin Ahmad ibn Rajab ibn Abd al Rahman ibn Hasan ibn Muhammad ibn Abi al Barakat Mas’ud al Hafidz Zain al Din Abu al Faraj al Baghdadiy al Dimasyqiy al Hanbaliy, terkenal dengan sebutan Ibnu Rajab.

Rajab adalah gelar kakeknya yang bernama Abdurrahman. Dalam kitab Ad Durrarul Kaminah 2/107 yang memuat biografi Ibnu Rajab, menyebutkan bahwa beliau diberi gelar Rajab karena beliau lahir pada bulan itu.

Semua literatur yang membahas biografi Ibnu Rajab sepakat bahwa ia lahir di Baghdad pada tahun 736 H delapan puluh tahun setelah jatuhnya ibu kota ilmu, Baghdad, ke tangan Mongol.

Ibnu Rajab bernasabkan kepada keluarga mulia dalam ilmu, keutamaan, dan kebaikan. Kakeknya, Abdurrahman bin Al Hasan, mempunyai majlis ilmu di Baghdad di mana hadits dibacakan kepadanya di dalam rumah tersebut. Ibnu Rajab menghadiri majlis ilmu tersebut tidak hanya sekali ketika ia masih berumur tiga, empat, atau lima tahun. Ayah Ibnu Rajab ialah syaikh dan pakar hadits Syihabuddin Ahmad yang lahir di Baghdad pada tahun 706 H.

Ibnu Rajab besar di Baghdad, mendengar hadits dari para suyukh di Baghdad, dan membaca riwayat-riwayat. Ia pegi ke Damasyqus pada tahun 744 H dan mendengar hadits di sana, kemudian di Hijaz dan Al Quds. Ia duduk untuk pembacaan hadits di Damasyqus dan mengambil manfaatnya. Ibnu Rajab mempunyai semacam kamus khusus tentang para suyukhnya yang dinukil darinya oleh Ibnu Hajar dalam Ad Durarul Kaminah di banyak tempat.

Suyukh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam mendapatkan ijazah :

  • Zainab binti Ahmad bin Abdurrahim Al Maqdisiyah (w. 740 H).
  • Shafiyuddin Abul Fadhail Abdul Mukmin bin Abdul Haq bin Abdullah Al Baghdadi (w. 739 H).
  • Abdurrahim bin Abdullah Az Zuraiti (w. 741 H).
  • Abu Ar Rabi`Ali bin Abdushshamad bin Ahmad Al Baghdadi Al Hanbali (w. 742 H).
  • Al Hafizh Al Qasim bin Muhammad Al Barzali (w. 739 H).
  • Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan At Tali Ad Dimasyqi (w. 741 H).

Pada tahun 744 H ayahnya membawa Ibnu Rajab ke Damasyqus untuk melanjutkan studinya di sana dan di kota selain Damasyqus. Di sana beliau mendengar hadits dari beberapa suyukh, di antaranya:

  • Hakim Agung Abu Al `Abbas Ahmad bin Al Hasan bin Abdullah (w. 771 H).
  • Syihabuddin Abu Al `Abbas Ahmad bin Abdurrahman Al Hariri Al Maqdisi Ash Shalihi (w. 758 H).
  • Imaduddin Abu Al `Abbas Ahmad bin Abdul Hadi bin Yusuf bin Muhammad bin Qudamah Al Maqdisi (w. 761 H).
  • Imam Izzuddin Abu Ya`la Hamzah bin Musa Ahmad bin Badran (w. 769 H).
  • Taqiyuddin Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim bin Nashr bin Fahd yang terkenal dengan Ibnu Qayyim Adh-Dhiyaiyyah (w. 761 H).
  • Alauddin Ali bin Zainuddin Al Manja (w. 750 H).
  • Syamsuddin Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Salim Ad Dimasyqi Al Anshari Al Ubadi.
  • Umar bin Hasan bin Farid bin Umailah Al Maraghi Al Halabi Ad Dimasyqi (w. 778 H).

Setelah itu, Ibnu Rajab berangkat ke Mesir sebelum tahun 754 H. Di sana, Ibnu Rajab mendengar hadits dari sejumlah suyukh, di antaranya:

  • Nashiruddin Muhammad bin Ismail bin Abdul Aziz bin Isa bin Abu Bakr Al Ayyubi (w. 756 H).
  • Shadruddin Abu Al Fath Muhammad bin Muhammad bin Ibrahim Al Maidumi (w. 754 H).
  • Fathuddin Abu Al Haram Muhammad bin Muhammad Al Qalansi Al Hanbali (w. 765 H).
  • Izzuddin Abdul Aziz bin Muhammad bin Ibrahim bin Sa`dullah bin Jama`ah (w. 767 H).

Pada tahun 748 H Ibnu Rajab pernah kembali ke Baghdad setelah beliau meninggalkan kota itu pada tahun 744 H dan mendengarkan di sana dari:

  • Jamaluddin Abu Al `Abbas Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Al Babashiri Al Baghdadi (w. 750 H).
  • Shafiyuddin Abu Abdullah Al Husain bin Badran Al Bashri Al Baghadadi (w. 749 H).
  • Abu Al `Abbas Ahmad bin Muhammad bin Sulaiman Al Hanbali Al Baghdadi.
  • Di Al Quds, Ibnu Rajab mendengar hadits dari Al Hafizh Shalahuddin Abu Sa`id Khalil bin Kaikalidi Al Ala’I (w. 761 H).
  • Di Mekkah, Ibnu Rajab mendengar hadits dari Fakhruddinn Utsman bin Yusuf bin Abu Bakr An Nuwairi Al Maliki (w. 756 H).
  • Di Madinah, Ibnu Rajab mendengar hadits dari Al Hafizh Afifuddin Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Muhammad Al Khazraji Al Ubadi Al Mathari (w. 765 H).

Dan masih banyak lagi para guru beliau yang tidak mungkin disebutkan satu persatu dalam makalah ini.

Murid Murid beliau

Ibnu Rajab Al Hanbali banyak sekali memiliki para murid yang tersebar di setiap kota. Murid-murid beliau di kemudian hari banyak yang menjadi ulama terpercaya, meraih kedudukan tinggi, dan meninggalkan peninggalan ilmiyah yang bermanfaat. Di antara murid-murid beliau:

  • Hakim Agung Syihabuddin Abu Al `Abbas Ahmad bin Abu Bakr bin Ahmad bin Ali Al Hanbali yang dikenal dengan Ibnu Ar Rassam (w. 844 H).
  • Muhibuddin Abu Al Fadhl Ahmad bin Nashrullah bin Ahmad bin Muhammad bin Umar Al Baghdadi Al Mishri seorang mufti Mesir (w. 844 H).
  • Daud bin Sulaiman bin Abdullah Az Zain Al Maushili Ad Dimasyqi Al Hanbali (w. 844 H).
  • Abdurrahman bin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Yusuf Ad Dimasyqi Al Makki Asy Syafi`I (w. 853 H).
  • Imam Zainuddin Abdurrahman bin Sulaiman bin Abu Alkaram Ad Dimasyqi Ash Shalihi yang dikenal dengan nama Ibnu Syi`r (w. 844 H).

Karya Tulis Beliau

Ibnu Rajab Al Hanbali adalah ulama yang tergolong hebat pada zamannya dalam menulis karya/kitab. Ia banyak menulis kitab yang bermanfaat dan memuaskan dalam bidang tafsir, hadits, fiqh, dan sejarah. Itu menunjukkan keluasan ilmunya, potensi dirinya yang luar biasa, keikhlasan dan kezuhudan beliau.

Karya beliau dalam ilmu ilmu Al Quran :

  • Tafsir surat An Nashr
  • Tafsir surat Al Ikhlas
  • Tafsir surat Al Fatihah
  • I’rabu Basmalah
  • I’rabu Ummil Kitab
  • Al Istighna’ bil Qur’an.

Karya beliau dalam bidang hadits:

  • Fathul Baari bi Syarhi Shahih Al Bukhari. Beliau menulisnya sampai kitab Jenazah. Kitab tersebut disadur oleh Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam syarahnya terhadap shahih Bukhari.
  • Syarhu Jami’ At Tirmidzi. Para ulama berkata bahwa kitab tersebut mencapai dua pulih jilid, tetapi semuanya hilang bersamaan dengan hilangnya literatur Islam pada masa pendudukan Tartar pada tahun 803 H, kecuali beberapa halaman dari kitab Al Libaas yang ada pada perpustakaan Azh Zhahiriyah.
  • Al Hikamul Jadirah bil Idza`ah.
  • Jami`ul `Ulum wal Hikam.
  • Syarh hadits Ka`ab bin Malik, dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, “Dua serigala yang lapar yang dikirim kepada seekor kambing tidak lebih merusak daripada kerusakan pada agama seseorang akibat kerakusan seseorang terhadap harta dan kehormatan.
  • Al Kalam ‘ala Kalimatil Ikhlas wa Tahqiquha.
  • Bayaanu Fadhli Ilmis Salam `alal Khalaf.
  • Ikhtisharul Ula fi Syarhi Ikhtishomil Mala’ilil A`la.
  • Ghayatun Naf`I fi Syarhi Haditsi Tamtsili Mukmin bi Khamatiz Zar`i.
  • Nurul Iqtibas fi Misykati Washiyyatin Nabi li Ibni Abbas.
  • Kasyful Kurbati fi Washfi Haali Ahlil Ghurbati.
  • Dan masih banyak lagi karya beliau dalam bidang hadits dalam bentuk risalah baik kecil maupun besar.

Karya beliau dalam bidang fiqh:

  • Al Qawa`id Al Fiqhiyyah.
  • Al Istikhraj fi Ahkamil Kharaj.
  • Kitabu Ahkamil Khawatim wama Yata`allaqu biha.
  • Izaalatusy Syan`ati anish Shalati ba`da Nida’I Yaumal Jum`ati.
  • Ta`liquth Thalaqi bil Wiladati.
  • Nuzhatul Asma’I fi Mas`atis Sima’I.
  • Musykilu Ahaditsil Waridati fi annath Thalaqats Tsalatsati wahidah.

Karya beliau dalam bidang sejarah:

  • Adz Dzailu `ala Thabaqatil Hanabilah. Kitab ini terdiri dari dua jilid. Jilid pertama diterbitkan di Damaskus pada tahun 1950 H dengan pengawasan Sami Ad Dahan dan Henry Laust. Kemudian kedua-duanya diterbitkan di Kairo oleh Syaikh Muhammad Hamid Al Faqi. Kitab tersebut sangat bermutu dan membahas tokoh-tokoh madzhab Hanbali. Kitab tersebut adalah catatan kaki buku Thabaqatul Hanabilah karya Ibnu Abu Ya`la.
  • Mukhtasharu Sirati Umar bin Abdul Aziz. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • Siratu Abdul Malik bin Umar bin Abdul Aziz. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • Masyikhatu Ibnu Rajab.
  • Waq`atu Badri.

Karya beliau dalam bidang nasehat dan akhlak:

  • Lathaiful Ma`arif lil Mawasimil Am minal Wadzaifi. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • Fadhlu Ilmis Salaf ala Ilmil Khalaf. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • At Takhwifu minan Naari wat Ta`rifu bi Hali Daaril Bawaar. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • Ahwalu Yaumil Akhirat. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • Ahwaalu Qubur. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • Al Farqu bainan Nasihati wat Ta`yir. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • Adz Dzullu wal Inkisaru lil Azizil Jabbar. Kitab tersebut telah diterbitkan dengan judul Al Khusyu` fis Shalat.
  • Fadhailusy Syam.
  • Istinsyaqu Nasimil Unsi min Nafahati Riyadhil Qudsi. Kitab tersebut telah diterbitkan.
  • Al Ilmamu fi Fadhaili Baitillahil Haram.
  • Al Istithanu fiimaa Ya`tashimu bihil Abdu minasy Syaithan.
  • Dzammul Khamri.

Pujian Ulama terhadap beliau

  • Qadhi Alauddin bin Al Lahham berkata seperti dinukil darinya Yusuf bin Abdul Hadi, “Ibnu Rajab adalah syaikh kami, imam, orang alim, ulama paling istimewa, hafizh hadits, syaikhul Islam, penerang bagi hal yang gelap, dan penjelas segala yang tidak jelas”.
  • Juga dinukil dari Qadhi Alauddin yang berkata, “Pada suatu ketika, Syaikh Ibnu Rajab menyebutkan salah satu masalah kepada kami dan menjelaskannya dengan panjang lebar. Kami kagum akan hal tersebut dan ketelitiannya. Setelah itu, masalah tersebut terangkat pada pembahasan para pengikut madzhab dan lain-lain, namun Ibnu Rajab tidak berkata sepatah katu pun. Ketika dia berdiri, aku bertanya kepadanya, ‘Bukankah engkau telah membahas masalah tersebut sebelumnya?’ Ibnu Rajab menjawab, ‘Aku mengatakan sesuatu yang aku harapkan pahalanya dan aku takut berbicara di tempat ini.
  • Hafizh Syam dan sejarawan Islam, Syihabuddin Ahmad bin Hijji berkata sebagaimana yang dinukil darinya oleh Ibnu Hajar, “Ibnu Rajab hebat dalam banyak disiplin ilmu dan menjadi orang yang paling ahli tentang cacat hadits dan jalur-jalurnya. Sebagian besar sahabat-sahabat kami pengikut madzhab Hanbali adalah murid-muridnya.
  • Ibnu Nashiruddin Ad Dimasyqi berkata, “Ibnu Rajab Al Hanbali adalah Syaikhul Islam, imam, ulama` hebat, ahli zuhud, panutan, penuh berkah, hafizh hadits, narasumber, orang terpercaya, hujjah, orator terhebat yang dimiliki oleh kaum muslimin, pakar hadits, seorang imam yang zuhud dan ulama` yang ahli ibadah.”
  • Ibnu Imad berkata, “Ibnu Rajab adalah syaikh, imam, orang alim, ulama`, ahli zuhud, panutan, penuh keberkahan, hafizh hadits, narasumber, orang terpercaya, dan hujjahnya kaum muslimin.”
  • An Nu`aimi berkata, “Ibnu Rajab adalah syaikh, ulama`, hafizh hadits, ahli zuhud, dan syaikh para pengikut madzhab Hanbali.”

Dan masih banyak pujian ulama` kepada beliau. Semoga Allah merahmatinya dan mensucikan ruhnya, dan menjadikan kita termasuk orang yang mengikuti keshalihan dan melanjutkan keilmuaannya.

Wafat beliau

Al Hafizh Ibnu Rajab Al Hanbali wafat pada tahun 795 H di Damaskus dan dimakamkan di kuburan Al Baab Ash Shaghir di samping kuburan Syaikh Al Faraj Abdul Wahid bin Muhammad Asy Syairazi Al Maqdisi Ad Dimasyqi yang wafat pada bulan Dzulhijjah tahun 486 H. Ibnu Rajab inilah yang menyebarkan madzhab Imam Ahmad di Baitul Maqdis dan Damaskus.

Ibnu Nashiruddin berkata dalam bukunya Ar Raddul Wafir hal. 178 bahwa orang yang menggali lahad untuk Ibnu Rajab berkata kepadaku bahwa Ibnu Rajab datang kepadanya beberapa hari sebelum kewafatannya dan berkata, “Galilah lahad untukku di sini –sambil menunjuk ke salah satu tempat di Mekkah, di dalamnya sesudah itu dia dimakamkan.” Penggali lahad tersebut berkata, “Aku menggali lahad untuknya. Ketika aku selesai menggali lahad tersebut, Ibnu Rajab turun ke dalamnya dan berbaring di dalamnya. Aku kaget atas tindakan Ibnu Rajab tersebut. Ibnu Rajab berkata, ‘Lahad ini bagus.’ Usai berkata seperti itu, Ibnu Rajab pulang.” Penggali lahad berkata lagi, “Demi Allah, beberapa hari kemudian, aku tidak merasakan apa-apa, ternyata Ibnu Rajab didatangkan ke lahad tersebut dalam keadaan telah meninggal dunia dan diusung di atas peti mayat. Aku meletakkannya di dalam lahad tersebut dan menguruk tanah ke dalamnya. Semoga Allah merahmatinya”.

Wallahu A`lam bis Shawab.

Iklan

One response to “Imam al Hafidz Ibnu Rajab Hanbali

  1. Ping balik: Biografi Lengkap Tokoh Tokoh Islam Sepanjang Sejarah | Abu Zahra Hanifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s