Nasab Umar bin Khattab : Sanggahan Ilmiyyah (2/3)

Tulisan Sebelumnya..

Lihatlah betapa imam Ja’far Ash Shadiq menerangkan jeleknya nasab Umar bin Khattab dan alasan mengapa Umar melarang orang untuk menjelek-jelekkan nasab orang lain. Seakan-akan Umar melarang orang menjelek-jelekkan nasab supaya tidak ada orang yang membicarakan nasab buruknya Umar. Lalu imam bertaqiyah saat memuji Umar.

Ibnu Abil Hadid adalah seorang bermazhab syiah dan mu’tazilah. Al Qummi berkata tentang Ibnu Abil Hadid : Baca lebih lanjut

Nasab Umar bin Khattab : Sanggahan Ilmiyyah (1/3)

Kali ini kita akan membahas tentang nasab sahabat Umar bin Khattab, seorang sahabat Nabi yang bergelar Al Faruk. Dia berhasil mengomando para sahabat Nabi dalam merontokkan kekuasaan kerajaan Persia yang sekarang sedang dibangun kembali oleh Iran dan syiahnya.

Rontoknya kerajaan persi di tangan Umar membuat kaum syi’ah menjadikan dirinya sebagai musuh nomor 1 yang diperingati hari kematiannya. Pembunuh Umar dinobatkan bagai pahlawan, hingga kemudian kuburnya dibangun dan dimuliakan. Karena belum bisa membangun kembali kerajaan persia, kaum syi’ah berusaha menempuh segala cara untuk menghinakan Umar bin Khattab. Baca lebih lanjut

Mengenal Umar bin Khathab radhiyallahu’anhu

Nasab Umar bin Al-Khattab

Para sejarahwan menyebutkan nasab Umar bin al-Khatab dari pihak ayah dan ibunya dengan mengatakan Umar Bin al-Khatab bin Nufail bin Adi bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Rajah bin Adi bin Ka‟ab bin Luayyi bin Ghalib al-Qurasyi al-Adawi.

Adapun ibunya bernama Hantamah binti Hasyim bin al-Mughirah dari Bani Makhzumi, dimana Hantamah adalah saudara sepupu Abu Jahal (Jaribah, 2014: 17). Baca lebih lanjut

Biografi Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu

Beliau adalah Abu Hafsh Umar al-Faruq bin Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Adi bin Ka’ab bin Lu’aiy bin Ghalib al-Qurasy.

Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek keempat yaitu Ka’ab bin lu’aiy bin Ghalib. Beliau digelari “al-Faruq” karena beliaulah yang menampakkan Islam di Mekah, dan karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala menampakkan secara jelas antara kekufuran dan kebatilan. Sahabat Ibnu Abbas mengatakan, “Orang pertama yang berani menampakkan Islam di makkah adalah Umar bin Khattab”. Baca lebih lanjut

Rahasia Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu yang Terbongkar

Pada masa Khulafaur Rasyidin radhiallahu ‘anhum, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya.

Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhuma termasuk orang yang gigih bersaing di dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat. Baca lebih lanjut

Hamzah bin Abdul Muthalib & Umar bin Khatab Menyambut Seruan Islam

Kegerahan kaum musyrikin Quraisy melihat perkembangan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kian menyulut kemurkaan mereka. Dengan berbagai makarnya, mereka ingin memadamkan cahaya Islam. Siksaan serta ancaman kepada kaum Muslimin serta merta selalu mereka hunjamkan.

Bahkan masuknya beberapa pembesar Quraisy ke dalam agama Islam, tidak menyurutkan perlakuan buruk mereka terhadap kaum Muslimin Saat situasi memuncak penuh kebencian terhadap kaum Muslimin, terutama terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ternyata Allah memiliki kehendak, dan Dia Maha Berkehendak. Allah memberikan hidayah kepada Hamzah Radhiyallahu anhu, yaitu paman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia merupakan salah satu di antara orang Quraisy yang memiliki temperamen keras. Baca lebih lanjut

Perjalanan Isra’ Mi’raj : Istana Umar Di Surga

Di surga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diperlihatkan hal-hal yang istimewa. Ada yang memang diperuntukkan untuk beliau, seperti al-Kautsar. Dan adapula sesuatu yang disediakan Allah Ta’ala untuk orang-orang yang beriman. Kemudian beliau ceritakan hal tersebut kepada umatnya. Agar mereka bertambah semangat mendapatkan bagian surga tersebut.

Salah satu yang dilihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga yang diperuntukkan untuk umatnya adalah istana emas. Sebuah istana mewah yang ada di surga. Baca lebih lanjut

Perjalanan Isra’ Mi’raj : Bilal Di Surga

Sepulang dari perjalanan isra’ mi’raj, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada Bilal bin Rabah. Nabi berjumpa dengan dirinya di surga dalam perjalanan istimewa tersebut.

Tidak hanya Umar bin al-Khattab saja yang dilihat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan mi’raj beliau. Ada kisah yang menjadi hadiah istimewa juga untuk Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih, Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, Baca lebih lanjut

Umar bin Khatab Masuk Islam

Di tengah udara yang pengap karena dipenuhi awan kesewenang-wenangan dan kezhaliman, muncul berkas cahaya lain yang lebih terang dari cahaya yang pertama, yaitu keislaman Umar bin Al-Khaththab. Dia masuk Islam pada bulan Dzul Hijjah pada tahun keenam dari nubuwah, tepatnya tiga hari setelah keislaman Hamzah bin Abdul Muththalib.

Sebelum itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah berdoa kepada Allah untuk keislamannya. At-Tirmidzi mentakhrij dari Ibnu Umar, dan dia menshahihkannya, Ath-Thabarani dari Ibnu Mas’ud dan Anas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam doanya, “Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling Engkau cintai, dengan Umar bin Al-Kaththab atau dengan Abu Jahal bin Hisyam.” Ternyata orang yang paling dicintai Allah adalah Umar bin Kaththab radhiyallahu ‘anhu. Baca lebih lanjut

Masuk Islamnya Hamzah & Umar

Saat Hamzah dan ‘Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhuma masuk Islam, posisi kaum muslimin di Makkah bertambah kuat. Namun upaya kaum musyrikin untuk menghentikan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah kendor. Melalui paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kaum musyrikin meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentikan dakwahnya. Namun upaya ini pun gagal. Akibatnya, penindasan terhadap kaum muslimin semakin menjadi-jadi. Baca lebih lanjut