Kebangkitan Islam Tidak Harus Menunggu Imam Mahdi

Pembaca yang budiman, jangan salah sangka. Kebangkitan Islam di akhir zaman, tidak harus menunggu Imam Mahdi. Oleh karenanya janganlah putus asa dalam memperjuangkan Islam.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah mengatakan:

Ketahuilah saudaraku sesama muslim, bahwa banyak dari Kaum Muslimin sekarang ini telah melenceng dari kebenaran dalam (memahami) masalah ini. Diantara mereka ada yang hatinya yakin bahwa Negara Islam tidak akan berdiri kecuali dengan munculnya Imam Mahdi, dan ini adalah khurofat dan kesesatan yang dilemparkan setan ke dalam hati mereka yang awam, terutama mereka yang dari kelompok sufi, padahal dalam hadits-hadits tentang Imam Mahdi tidak ada keterangan yang menyatakan seperti itu sama sekali. Baca lebih lanjut

Kedatangan Imam Mahdi yang Dinanti Nanti

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Hari kiamat dan hancurnya dunia ini adalah suatu hal yang pasti. Keyakinan ini sudah semestinya menjadi aqidah seorang muslim.

Allah Ta’ala berfirman,

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabbmu.” (QS. Ar Ra’du: 2). Baca lebih lanjut

Kumpulan Artikel Seputar Dajjal

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Dajjal merupakan di antara tanda datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh Dajjal adalah seberat-beratanya ujian yang akan dihadapi kaum muslimin. Dalam banyak hadits telah disebutkan bahwa Berita Tentang Kemunculan Dajjal adalah Berita Mutawatir. Baca lebih lanjut

Tanda Tanda Kecil Kiamat (57) : Penghalalan Baitul Haram Mekah & Penghancuran Ka’bah

Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

57. PENGHALALAN BAITUL HARAM (Makkah) DAN PENGHANCURAN KA’BAH.

Tidak ada yang menghalalkan Baitul Haram kecuali ahlinya, dan ahlinya adalah kaum muslimin [1]. Apabila mereka telah menghalalkannya, maka kehancuran akan menimpa mereka. Kemudian keluarlah seorang laki-laki dari Habsyah yang bernama Dzu Suwaiqatain, lalu dia menghancurkan Ka’bah, membongkar batu Ka’bah satu persatu, mengambil perhiasannya, dan melepaskan kiswah (penutup)nya. Hal itu terjadi di akhir zaman, ketika tidak tersisa seorang pun di muka bumi yang berkata, “Allah, Allah.” Karena itulah Ka’bah tidak lagi diramaikan (dimakmurkan) setelah penghancurannya, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits shahih. Baca lebih lanjut

Tanda Tanda Kecil Kiamat (56) : Diutusnya Angin Yang Lembut Untuk Mencabut Ruh Orang Orang Yang Beriman

Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

56. DIUTUSNYA ANGIN YANG LEMBUT UNTUK MENCABUT RUH ORANG-ORANG YANG BERIMAN.

Dan di antaranya adalah berhembusnya angin yang lembut untuk mencabut ruh orang-orang yang beriman. Maka, tidak ada lagi di muka bumi orang yang berkata, “Allah, Allah”, yang ada hanyalah manusia yang paling durjana dan kepada merekalah Kiamat terjadi. Baca lebih lanjut

Tanda Tanda Kecil Kiamat (55) : Kota Madinah Akan Mengusir Orang Orang Jelek Yang Ada Di Dalamnya

Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

55. MADINAH MENGUSIR ORANG-ORANG JELEK YANG ADA DI DALAMNYA KEMUDIAN AKAN HANCUR DI AKHIR ZAMAN.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memotifasi umat Islam untuk tinggal di Madinah, dan memberi semangat untuk melakukannya. Beliau pun memberitahukan bahwa tidaklah seseorang keluar darinya karena benci kepadanya kecuali Allah akan menggantikannya dengan orang yang lebih baik. Baca lebih lanjut

Tanda Tanda Kecil Kiamat (54) : Peperangan Melawan Yahudi

Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

54. PEPERANGAN MELAWAN ORANG YAHUDI.

Dan di antaranya adalah kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi di akhir zaman. Hal itu terjadi karena orang-orang Yahudi termasuk pasukan Dajjal. Kaum muslimin yang merupakan pasukan Nabi ‘Isa Alaihissallam memerangi mereka, hingga pepohonan dan bebatuan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Orang Yahudi ini ada di belakangku, kemarilah! Bunuh dia!”. Baca lebih lanjut

Tanda Tanda Kecil Kiamat (53) : Munculnya Al Qahthani

Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

53. MUNCULNYA AL QAHTHANI.

Di akhir zaman akan muncul seorang laki-laki dari Qahthan, orang-orang taat kepadanya, dan berkumpul padanya. Hal itu terjadi ketika zaman telah berubah, karena itulah Imam al-Bukhari menyebutkannya dalam bab taghayyuriz zamaan (perubahan zaman). Baca lebih lanjut

Tanda Tanda Kecil Kiamat (52) : Penaklukan Konstantinopel

Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

52. PENAKLUKAN KOSTANTINOPEL [1].

Dan di antara tanda-tanda Kiamat adalah penaklukan kota Konstantinopel -sebelum keluarnya Dajjal- di tangan kaum muslimin. Yang dapat difahami dari berbagai hadits bahwa penaklukan ini terjadi setelah peperangan mereka dengan bangsa Romawi pada sebuah peperangan yang sangat besar dan kemenangan kaum muslimin atas mereka. Waktu itu kaum muslimin pergi menuju Konstantinopel, lalu Allah menaklukkannya untuk kaum muslimin tanpa ada peperangan. Senjata mereka hanyalah takbir dan tahlil (ucapan Laa ilaaha illallaah). Baca lebih lanjut

Tanda Tanda Kecil Kiamat (51) : Banyaknya Jumlah Bangsa Romawi & Peperangan Mereka Dengan Kaum Muslimin

Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

51. BANYAKNYA JUMLAH BANGSA ROMAWI [1] DAN PEPERANGAN MEREKA DENGAN KAUM MUSLIMIN.

Al-Mustaurid al-Qurasy berkata di hadapan ‘Amr bin al-‘As Radhiyallahu anhuma, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو: أَبْصِرْ مَا تَقُولُ. قَالَ: أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

‘Kiamat akan tegak sementara bangsa Romawi adalah yang paling banyak jumlahnya.’” Lalu ‘Amr berkata (kepada al-Mustaurid), “Jelaskan apa yang engkau ucapkan itu!” Dia berkata, “Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [2]. Baca lebih lanjut