Ammar bin Yasir (7) : Menjadi Gubernur Kufah

Setelah wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab menggantikannya sebagai khalifah umat Islam. Salah satu hal yang menurutnya paling harus diperhatikan pada masa awal kepemimpinannya adalah pemilihan pejabat pemerintahan.

Dia memilih mereka secara cermat dan hati-hati karena dia menganggap bahwa dirinya bertanggung jawab terhadap segala kesalahan yang dilakukan oleh gubernur atau pejabat lainnya.

Baca lebih lanjut

Kisah Kesabaran Ibunda Ammar bin Yasir, Sumayyah binti Khayyat radhiyallahu ‘anha

Sabar adalah salah satu sifat terpuji yang telah ditanamkan Islam kedalam hati para wanita mukminah dari kalangan para shahabiyat, dan menumbuhkannya dalam sanubari mereka, sehingga salah seorang diantara mereka pada saat menghadapi berbagai cobaan dan musibah bagaikan gunung yang kokoh tak bergerak, dan bagaikan singa di sarangnya, ia tidak takut dan tidak ragu.

Baca lebih lanjut

Ammar bin Yasir (3) : Sumayyah binti Khayat, Wanita Syahidah Pertama Dalam Islam

Dialah Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Ibunda sahabat yang mulia Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu.

Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah, sehingga tak ada kabilah yang dapat membelanya, menolongnya, dan mencegah kezaliman atas dirinya. Dia hidup sebatang kara, sehingga posisinya sulit di bawah aturan yang berlaku pada masa jahiliah.

Baca lebih lanjut

Ammar bin Yasir (2) : Keluarga Yasir, Kisah Keluarga Syuhada

Sahabat yang memeluk Islam dari sejak dini ini masuk Islam bersama ayah dan ibunya (Yasir dan Sumaiyah) yang akibatnya mereka sama-sama menderita berbagai cobaan dari suku mereka yaitu Mahzum.

Ayahnya sempat meninggal dalam cobaan tersebut, sedangkan ibunya ditikam oleh Abu Jahal sehingga menemui ajalnya. Beliau pergi emigran ke Abessinia, sekembalinya dari Abessinia dia ikut hijrah ke Madinah.

Baca lebih lanjut

Kafir Quraisy Mengarahkan Teror Kepada Kaum Muslimin yang Lemah

Teror yang dilancarkan kaum kafir Quraisy tidak hanya diarahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Berbagai strategi dirancang untuk menghambat gerak dakwah al Haq ini. Di antaranya dengan melakukan ancaman dan penyiksaan kepada orang-orang lemah yang tidak memiliki pembela atau pelindung.

Sasaran kaum kafir Quraisy ini tidak lain ialah budak-budak yang telah memeluk Islam. Mereka benar-benar menjadi sasaran pelampiasan amarah dan kedengkian kaum kafir Quraisy terhadap Islam dan para pemeluknya. Tentu saja budak-budak ini tidak ada yang membela. Mereka disiksa dengan berbagai siksaan mengerikan. Baca lebih lanjut