Shalat Sunnah Qabliyah Isya’ & Ba’diyah Isya’

Bagaimana hukum menjalankan shalat qabliyah Isya dan badiyah Isya? Kali ini kita lihat bahasan dari Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Insya-Allah akan mendapatkan jawaban.

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail

بَابُ سُنَّةُ العِشَاءِ بَعْدَهَا وَقَبْلَهَا

202. Bab Shalat Sunnah Setelah dan Sebelum Isya

Baca lebih lanjut

Kapan Berakhirnya Shalat Sunnah Qabliyah & Ba’diyah ?

Pertanyaan:

Sebagian ulama ada yang berkata bahwa waktu shalat sunnah rawatib Qabliyah dan Ba’diyah mulai dari masuknya waktu shalat fardhu dan berakhir dengan habisnya waktu shalat fardhu. Tetapi sebagian mereka berpendapat: shalat sunnah Qabliyah habis waktunya setelah shalat fardhu dilaksanakan, mana menurut Anda yang lebih kuat?

Jawaban:

Yang benar, bahwa waktu shalat sunnah Qabliyah adalah antara masuknya waktu shalat dan pelaksanaan shalat. Misalnya, waktu shalat sunnah rawatib Zuhur dimulai sejak adzan Zuhur atau sejak condongnya matahari ke barat sampai shalat Zuhur dikerjakan.

Baca lebih lanjut

Merutinkan Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu. Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib disebut shalat sunnah qobliyah. Sedangkan sesudah shalat wajib disebut shalat sunnah ba’diyah.

Di antara tujuan disyari’atkannya shalat sunnah qobliyah adalah agar jiwa memiliki persiapan sebelum melaksanakan shalat wajib. Perlu dipersiapkan seperti ini karena sebelumnya jiwa telah disibukkan dengan berbagai urusan dunia. Agar jiwa tidak lalai dan siap, maka ada shalat sunnah qobliyah lebih dulu.

Baca lebih lanjut

Tuntunan Shalat Sunnah Rawatib

Sesungguhnya diantara hikmah dan rahmat Allah atas hambanya adalah disyariatkannya At-tathowwu’ (ibadah tambahan). Dan dijadikan pada ibadah wajib diiringi dengan adanya at-tathowwu’ dari jenis ibadah yang serupa. Hal itu dikarenakan untuk melengkapi kekurangan yang terdapat pada ibadah wajib.

Dan sesungguhnya at-tathowwu’ (ibadah sunnah) di dalam ibadah sholat yang paling utama adalah sunnah rawatib. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengerjakannya dan tidak pernah sekalipun meninggalkannya dalam keadaan mukim (tidak bepergian jauh).

Baca lebih lanjut