Janganlah Berburuk Sangka Kepada Allah

Para pembaca yang budiman, perlu untuk kita ketahui bersama bahwa Alloh adalah Dzat yang maha sempurna, baik dari Nama, Sifat maupun perbuatan-Nya. Tidak ada satupun aib atau cela yang terdapat pada Alloh.

Sebagai bentuk realisasi tauhid, kita dilarang mengingkari nama dan sifat yang telah ditetapkankan oleh Alloh Ta’ala. Kita wajib percaya dan menerima sesuatu yang telah ditetapkan Alloh kepada para hambaNya. Baca lebih lanjut

Bagaimana Allah Menghendaki Sesuatu, Sedangkan Dia Tidak Menyukainya ?

Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.

Bagaimana (Penjelasan Mengenai) Allah Menghendaki Sesuatu, Sedangkan Dia Tidak Menyukainya ? [1].

Jika ditanyakan : Bagaimana (penjelasan mengenai) Allah menghendaki suatu perkara, dan dalam waktu yang sama Dia tidak meridhainya dan tidak menyukainya? Bagaimana mengompromikan antara kehendak-Nya kepada hal tersebut dan kebencian-Nya?. Baca lebih lanjut

Jika Allah Maha Pengasih, Mengapa Dia Memasukkan Hambanya Ke Neraka ?

Seorang atheis bertanya kepada Dr Zakir Naik sebagai berikut :

“Jauh sebelum Tuhan menciptakan keseluruhan jagat raya ini, sebelum Dia memutuskan untuk menciptakan manusia, sebelum Dia memutuskan untuk mengutus Nabi Muhammad atau Adam dan Hawa, bahkan jauh sebelum Dia berencana untuk melakukan semua ini, Dia sudah tahu akhirnya….”

Kemudian, “Dengan logika ketuhanannya, kenapa Dia melakukan itu ?”.

Silahkan simak selengkapnya dalam video berikut, semoga bermanfaat.


Sumber by Youtube.

Bagaimana Allah Menyiksa Manusia Sedang Itu Sudah Ditentukan Allah ?

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya : “Ada polemik yang dirasakan sebagian manusia, yaitu bagaimana Allah akan menyiksa karena ma’siyat, padahal telah Dia takdirkan hal itu atas manusia ?. Baca lebih lanjut

Jika Perbuatan Orang Kafir Telah Ditulis, Mengapa Dia Disiksa ?

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya : Apakah perbuatan orang-orang kafir telah tertulis di Lauh Mahfudz ? Apabila benar, maka bagaimana Allah menyiksa mereka ..?”.

Jawaban : Baca lebih lanjut

Kesaksian Yang Benar Dari Kalangan Non Muslim Terhadap Qadha & Qadar

Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.

Keimanan kaum muslimin kepada qadha’ dan qadar telah mencengangkan banyak kalangan non muslim, lalu mereka menulis tentang perkara ini untuk mengungkapkan ketercengangan mereka dan mencatatkan kesaksian mereka tentang kekuatan tekad kaum muslimin, kebesaran jiwa mereka, dan penyambutan mereka yang baik terhadap berbagai kesulitan hidup.

Ini adalah kesaksian yang benar dari kaum yang tidak beriman kepada Allah serta kepada qadha’ dan qadar-Nya. Baca lebih lanjut

Buah Keimanan Kepada Qadha’ & Qadar

Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.

Iman kepada qadha’ dan qadar [1] menghasilkan buah yang besar, akhlak yang indah, dan ibadah yang beraneka ragam, yang pengaruhnya kembali kepada individu dan komunitas masyarakat, baik di dunia maupun di akhirat. Di antara buah-buah tersebut ialah sebagai berikut:

1). Menunaikan Peribadatan Kepada Allah Azza wa Jalla.

Iman kepada qadar merupakan salah satu peribadatan kita kepada Allah, sedangkan kesempurnaan makhluk itu adalah terletak pada realisasi peribadatannya kepada Rabb-nya. Setiap kali bertambah realisasi peribadatannya, maka bertambah pula kesempurnaannya dan derajatnya menjadi tinggi, sehingga segala sesuatu yang menimpanya dari perkara yang tidak disukainya pun menjadi kebaikan baginya. Dan dari keimanan tersebut, menghasilkan baginya berbagai peribadatan yang sangat banyak, yang sebagian di antaranya akan disebutkan. Baca lebih lanjut

Kapan Dibolehkan Berdalih Dengan Qadar ?

Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.

Diizinkan berdalih dengan qadar pada saat musibah menimpa manusia, seperti kefakiran, sakit, kematian kerabat, matinya tanaman, kerugian harta, pembunuhan yang tidak disengaja, dan sejenisnya, karena hal ini merupakan kesempurnaan ridha kepada Allah sebagai Rabb. Maka berdalih dengan takdir hanyalah terhadap musibah, bukan pada perbuatan aib. Baca lebih lanjut

Takdir Allah Tidak Kejam

Pembaca yang budiman, iman kepada takdir merupakan salah satu rukun iman yang enam. Barangsiapa tidak mengimaninya sungguh dia telah terjerumus dalam kekafiran meskipun dia mengimani rukun-rukun iman yang lainnya. Walhamdulillah banyak diantara kaum muslimin yang telah mengenal takdir, akan tetapi amat disayangkan ternyata masih terdapat berbagai fenomena yang justru menodai bahkan bertentangan dengan keimanan kepada takdir.

Barangkali masih tersimpan dalam ingatan kita tatkala seorang artis mempopulerkan lagu ‘Takdir memang kejam’ yang sangat digemari oleh sebagian masyarakat negeri ini beberapa waktu lampau, yang menunjukkan betapa mudahnya masyarakat kita menerima sesuatu yang menurut mereka bagus namun pada hakikatnya justeru merusak akidah mereka. Karena itulah setiap muslim wajib membekali dirinya dengan pemahaman takdir yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dan Rosul-Nya. Baca lebih lanjut