Kumpulan Artikel Seputar Rukun Iman & Penjelasannya

Pembicaraan tentang masalah iman merupakan salah satu perkara penting yang mendasar. Bahkan ini merupakan dasar aqidah seorang muslim. Salah dalam memahami keimanan bisa menyebabkan seseorang terjerumus dalam keharaman, kebid’ahan, bahkan bisa berujung kekafiran. Semoga sekelumit pembahasan masalah iman ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Para ulama mendefinisikan iman yaitu ucapan dengan lisan, keyakinan hati, serta pengamalan dengan anggota badan,  bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Inilah makna iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mayoritas Ahlus Sunnah mengartikan iman mencakup i’tiqad (keyakinan), perkataan, dan perbuatan. Baca lebih lanjut

Kumpulan Artikel Seputar Rukun Iman Yang Ke 5 : Beriman Kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir hukumnya wajib dan kedudukannya dalam agama merupakan salah satu di antara rukun iman yang enam. Banyak sekali Allah Ta’ala menggandengkan antara iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir, karena barangsiapa yang tidak beriman kepada hari akhir, tidak mungkin akan beriman kepada Allah. Orang yang tidak beriman dengan hari akhir tidak akan beramal, karena seseorang tidak akan beramal kecuali dia mengharapkan kenikmatan di hari akhir dan takut terhadap adzab di hari akhir.

Semoga beberapa artikel seputar rukun iman yang ke lima ini dapat bermanfaat menjadi renungan dan nasehat yang baik untuk kita semua. Baca lebih lanjut

Kumpulan Artikel Seputar Rukun Iman Yang Ke 6 : Beriman Kepada Takdir Allah

Beriman kepada takdir memiliki kedudukan yang sangat penting dalam agama Islam. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya dalil dalam Al Qur’an maupun Sunnah yang membahas tentang hal ini. Selain itu, di dalam Al Quran juga dijelaskan buah yang akan dipetik dari keimanan kepada takdir, serta kecelakan yang akan dialami oleh orang yang salah dalam memahami takdir. Sehingga penting bagi setiap muslim untuk memahami masalah ini dengan benar. Seseorang tidak akan bisa memahami takdir dengan benar kecuali melalui penjelasan dari Al Qur’an maupun As Sunnah, sebagaimana para pendahulu kita dari kalangan salafus shalih memahaminya.

Semoga sekelumit pembahasan masalah rukun iman ke yang enam ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Baca lebih lanjut

Dalil Dalil Iman Kepada Qadha & Qadar

Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.

Dalil yang menunjukkan rukun yang agung dari rukun rukun iman ini ialah al-Quran, as-Sunnah, ijma’, fitrah, akal, dan panca indera.

Dalil Dalil Dari Al-Quran.

Dalil-dalil dari al-Qur-an sangat banyak, di antaranya firman Allah Azza wa Jalla, Baca lebih lanjut

Iman Terhadap Kitab Kitab Suci

Iman terhadap kitab suci merupakan salah satu landasan agama kita. AllahTa`ala berfirman yang artinya: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Akan tetapi, sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman dengan Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi….” (QS. Al-Baqarah: 177).

Rasulullah ketika ditanya oleh Jibril `alaihis salam tentang iman, beliau menjawab:“(Iman yaitu) Engkau beriman dengan Allah, para Malaikat, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan beriman dengan takdir yang baik dan buruk.” (HR. Bukhari dan Muslim). Baca lebih lanjut

Rukun Iman (3) : Beriman Kepada Kitab Allah

Bagaimana Beriman Kepada Kitab Allah ?

Iman kepada kitab-kitab Allah merupakan salah satu rukun iman yang wajib diimani oleh setiap muslim. Bagaimana beriman kepada kitab Allah? Simak pembahasan berikut. Semoga Allah  ‘Azza wa Jalla menunjukkan kepada kita aqidah yang lurus.

Urgensi Iman kepada Kitab Allah Baca lebih lanjut

Beriman Kepada Malaikat

Beriman (percaya) kepada malaikat yaitu membenarkan dengan pasti bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai malaikat-malaikat yang ada. Kita beriman kepada yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala  namanya dari mereka seperti Jibril alaihissalam dan kepada yang tidak kita ketahui namanya dari mereka, maka kita beriman kepada mereka secara umum. Dan kita beriman kepada apa yang kita ketahui dari sifat-sifat dan tugas-tugas mereka.

Malaikat dari sisi martabat/tingkatan : hamba-hamba yang dimuliakan, menyembah Allah subhanahu wa ta’ala . Tidak ada sedikit pun dari mereka yang mempunyai keistimewaan rububiyah dan uluhiyah. Mereka adalah alam gaib (alam tidak nyata, tidak bisa dilihat dengan mata telanjang). Allah subhanahu wa ta’ala  menciptakan mereka dari nuur (cahaya). Baca lebih lanjut

Penjelasan Rukun Iman yang Kedua, Iman Kepada Malaikat Allah

Malaikat adalah makhluk yang hidup di alam ghaib dan senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Malaikat sama sekali tidak memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah sedikit pun. Diciptakan dari cahaya dan diberikan kekuatan untuk mentaati dan melaksanakan perintah dengan sempurna.

Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda,

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةِ مِنْ نُوْرٍِوَخُلِقَ الْجاَنُّ مِنْ ماَرِجٍِ مِنْ ناَرٍِوَخُلِقَ آدَمُ مِمَّاوُصِفَ لَكُمْ

”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan adam ’Alaihissalam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian.” [1]. Baca lebih lanjut

Rukun Iman (2) : Beriman Kepada Malaikat Allah

Keimanan Yang Benar Terhadap Malaikat Allah

Salah satu rukun iman yang wajib diimani oleh setiap mukmin adalah beriman kepada malaikat-malaikat Allah. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist Jibril, ketika malaikat Jibril ditanya tentang iman, kemudian dijawab oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallaam, “ Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya. Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan terhadap takdir yang baik dan yang buruk.” (H.R. Muslim). Hal ini berarti tidak sah keimanan seseorang sehingga dia beriman dengan benar terhadap malaikat-malaikat Allah. Bagaimana keimanan yang benar terhadap para malaikat? Mari kita simak penjelasan berikut. Baca lebih lanjut

Makna Rukun Iman yang Pertama

Bismillah. Pembaca yang dimuliakan Allah, siapakah di antara kita yang tidak ingin merasakan manisnya iman? Tentu, semua ingin merasakan manisnya iman. Karenanya, renungkanlah hadits Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berikut, “Akan merasakan manisnya iman, seseorang yang ridha dengan Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasul.” (HR. Muslim). Dengan demikian, mungkinkah seseorang akan merasakan benar-benar ridha dengan Allah sebagai Rabb-nya jika ia tidak tahu makna dari rukun iman yang pertama yaitu iman kepada Allah?

Baca lebih lanjut