Rencana Perang Badar Kembali & Perang Dumatul Jandal

Rencana Perang Badar Jilid 2

Pada akhir Perang Uhud yang mengakibatkan banyak kaum Muslimin gugur sebagai syahid, panglima perang Quraisy, yaitu Abu Sufyân sebelum meninggalkan arena pertempuran, ia sempat berkoar-koar dan melontarkan tantangan, “Tahun depan kita bertempur (lagi) di Badar (Shafra'[1] )!”.

Mendengar tantangan ini, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh salah seorang Sahabat untuk menjawab tantangan tersebut dan menyanggupinya.[2]

Baca lebih lanjut

Beberapa Kisah Setelah Pengusiran Bani Nadhir

Berikut ini beberapa paparan peristiwa dalam perjalanan hidup Rasulullah dan para shahabatnya yang kita bisa mengambil banyak pelajaran darinya. Di antaranya kisah Juwairiyah bintu Al Harits, wanita yang paling banyak membawa berkah bagi kaumnya dan kisah disyariatkannya Tayamum.

Perang Dzatu Riqa’ atau Perang Najd terjadi di bulan Jumadil Ula tahun keempat Hijriyah. Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- berangkat sendiri memimpin pasukan berjumlah 400 orang.

Baca lebih lanjut

Peperangan Di Masa Rasulullah (2/3)

Ketika kita membaca tulisan-tulisan sejarawan Islam, mereka sering menyebut peperangan Rasulullah adalah peperangan yang penuh hikmah (bijak). Sedikit sulit bagi kita memahami kombinasi kata perang dengan hikmah. Karena dalam benak kita selalu terbayang perang adalah pertumpahan darah, perang adalah perebutan kekuasaan dan unjuk kekuatan, dan semisal itu.

Namun ketika kita membaca sejarah peperangan Rasulullah kita dapati image perang yang sangat berbeda dari peperangan orang-orang non-Islam.

Baca lebih lanjut