Muawiyah bin Abu Sufyan (17) : Kebijakan & Perkembangan Islam Di Masa Muawiyah

Dengan naiknya Muawiyah bin Abu Sofyan, maka dimulailah periode Dinasti Umayyah pada masa pemerintahan Islam selanjutnya.

Dakwah dan tersebarnya agama Islam setelah masa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan KhulafaurRasyidin terus berlanjut hingga pemimpin berikutnya, yaitu khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan (41-60 H / 661-679 M) dan para penerusnya dalam daulah umayyah.

Baca lebih lanjut

Muawiyah bin Abu Sufyan (16) : Lahirnya Daulah Umayyah

Daulah Umayyah adalah negara Islam yang memiliki sejarah besar dan pengaruh yang luas dalam penyebaran agama Islam. Daulah ini berhasil mempersatukan wilayah dari Cina hingga Prancis bagian Selatan di bawah satu naungan kekhalifahan Islam, Kekhalifahan Bani Umayyah.

Masa ini adalah masa keemasan Islam, masa dimana generasi terbaik Islam hidup bahkan di antara mereka menduduki kursi pemerintahan. Masa ini adalah masa dimana para sahabat Nabi masih hadir membimbing umat.

Baca lebih lanjut

Muawiyah bin Abu Sufyan (15) : Muawiyah Menjadi Khalifah

Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu secara resmi memegang tampuk kekhalifahan setelah al Hasan bin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhuma mengundurkan diri demi menghentikan pertumpahan darah di antara kaum Muslimin.

Sebelumnya, setelah khalifah Ali radhiyallahu’anhu wafat, kepemimpinan umat Islam berlanjut kepada Hasan bin Ali.

Baca lebih lanjut

Sikap Ahlussunnah Terhadap Perselisihan Ali & Muawiyah

PERSELISIHAN ANTARA ALI DAN MU’AWIYAH SERTA PENDIRIAN AHLU SUNNAH DALAM MENYIKAPINYA

Tidak syak lagi, bahwasanya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan orang-orang yang menyertainya lebih patut dikatakan sebagai kelompok yang benar daripada yang lainnya –Muawiyah radhiyallahu’anhu-.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (1065) dari hadits al Qasim bin al Fadhl al Haddani, dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca lebih lanjut

Muawiyah bin Abu Sufyan (13) : Sikap Muawiyah Terhadap Wafatnya Khalifah Ali radhiyallahu ‘anhu

Langkah berani dan tegas Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib memerangi orang-orang Khawarij di Nahrawan menimbulkan dendam di kalangan para pemberontak ini. Sampai akhirnya muncullah peristiwa yang mengantarkan sepupu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini menyandang syahid di akhir hayat.

Ibnu Jarir dan sejarawan lainnya mengisahkan, ada tiga orang Khawarij berkumpul.

Baca lebih lanjut

Muawiyah bin Abu Sufyan (12) : Terjadinya Perang Shiffin

Setelah gugurnya sahabat yang mulia, Thalhah bin ubaidillah dan Zubair bin awwam, kemudian berakhirnya perang Jamal dengan perdamaian antara kelompok khalifah Ali dan ummul mukminin Aisyah, para penyusup dari pembunuh khalifah Utsman masih terus berjuang untuk keselamatan mereka.

Akhirnya adu domba dan fitnah kepada dua kelompok yang tersisa dilakukan. Diantaranya, memperuncing permasalahan muawiyah sebagai khalifah tandingan.

Baca lebih lanjut

Muawiyah bin Abu Sufyan (11) : Perselisihan Dengan Khalifah Ali radhiyallahu ‘anhu

Penyebab Perselisihan Antara Khalifah Ali dan Gubernur Muawiyah

Khalifah Ali bin Abu Thalib memulai kepemimpinannya di masa-masa penuh konflik dan kekacauan. Pikirannya pun tak tenang menghadapi tuntutan qishash terhadap pembunuh Utsman. Tidak diragukan lagi, qishash ini wajib ditegakkan.

Dan tidak diragukan lagi, Ali pun berkeinginan untuk menegakkannya. Tapi tidak sesederhana itu masalahnya.

Baca lebih lanjut

Muawiyah bin Abu Sufyan (10) : Di Masa Khulafa Ar Rasyidin

Di Zaman Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq

Periode pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq berlangsung singkat, hanya selama dua tahun lebih. Ia mampu mengamankan negara Islam dari perpecahan dan kehancuran, baik di kalangan sahabat mengenai persoalan pengganti Nabi maupun tekanan-tekanan dari luar.

Zaman Abu Bakar adalah zaman kritis di mana benih kemurtadan mulai merebak. Abu Bakar bertindak tegas dengan memerangi mereka. Muawiyah ikut salah satu pertempuran itu, yakni Perang Yamamah, perang melawan Musailamah si nabi palsu.

Baca lebih lanjut

Muawiyah bin Abu Sufyan (9) : Di Masa Nabi shalallahu alaihi wasallam

Mu’awiyah adalah khâl (saudara dari Ummul-Mukminin) dan ipar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mu’awiyah adalah saudara ummul mukminin istri Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam Ummu Habibah Ramlah bintu Abi Sufyân.

KEISLAMAN MU’AWIYAH BIN ABI SUFYAN

Para ulama sejarah sepakat tentang keislaman Mu’awiyah bin Abi Sufyân. Tetapi mereka berselisih waktu keislamannya. Imam an-Nawawi dan Ibnu al-Qayyimmenetapkan Mu’awiyah termasuk yang masuk Islam setelah penaklukan Makkah pada tahun kedepalan Hijriyah.

Baca lebih lanjut

Muawiyah bin Abu Sufyan (8) : Pujian Para Sahabat & Ulama Kepada Muawiyah

Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, termasuk sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau masuk islam pada waktu fathu Mekah. Ada juga riwayat yang menyebutkan, beliau masuk islam ketika perjanjian Hudaibiyah.

Beliau adalah saudara Ummu Habibah bintu Abi Sufyan, salah satu istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bergelar Kholul Mukminin (Paman kaum Mukminin).

Baca lebih lanjut