Kebodohan Kita Terhadap Makna Kalimat Tauhid (4/5)

Baca pembahasan sebelumnya : Kebodohan Kita terhadap Makna Kalimat Tauhid (Bag. 3).

Makna Kalimat “Laa ilaaha illallah” yang Tepat

Jika memaknai kalimat laa ilaaha illallah dengan “Tidak ada Tuhan selain Allah” adalah pemaknaan yang keliru atau tidak tepat, lalu bagaimanakah makna laa ilaaha illallah yang benar?

Baca lebih lanjut

Kebodohan Kita Terhadap Makna Kalimat Tauhid (3/5)

Baca pembahasan sebelumnya : Kebodohan Kita terhadap Makna Kalimat Tauhid (Bag. 2)

“Tidak Ada Tuhan selain Allah”: Tidak Ada Sesembahan selain Allah?

Makna kedua dari kalimat Tidak ada Tuhan selain Allah” adalah “Tidak ada sesembahan selain Allah” atau “Tidak ada sesembahan kecuali Allah“.

Baca lebih lanjut

Kebodohan Kita Terhadap Makna Kalimat Tauhid (2/5)

Baca pembahasan sebelumnya : Kebodohan Kita terhadap Makna Kalimat Tauhid (Bag. 1)

“Tidak Ada Tuhan selain Allah”: Tidak Ada Pencipta, Pemberi rizki, dan Pengatur alam semesta selain Allah

Memaknai “laa ilaaha illallah” dengan kalimat “Tidak ada Tuhan selain Allah”yang berarti: “Tidak ada pencipta, pemberi rizki, dan pengatur alam semesta selain Allah” adalah pemahaman atau pemaknaan yang keliru.

Baca lebih lanjut

Kebodohan Kita Terhadap Makna Kalimat Tauhid (1/5)

Masih terngiang-ngiang dalam ingatan kita ketika dulu zaman masih sekolah SD atau SMP, kita diajarkan bahwa makna kalimat tauhid “laa ilaaha illallah” adalah “Tidak ada Tuhan selain Allah”. 

Inilah makna yang selama ini terpatri dalam hati sanubari kita tanpa sedikit pun kita berfikir tentang kebenaran makna tersebut. Karena memang itulah yang diajarkan oleh guru-guru kita pada saat masih sekolah dulu dan yang tertulis atau tercetak dalam buku-buku pelajaran agama kita.

Baca lebih lanjut

Bagaimana Membuktikan Kita Bertauhid Dengan Benar?

Ketika menjawab pertanyaan demikian, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjawab:

Membuktikan bahwa kita itu bertauhid dengan benar yaitu dengan ikhlas kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Yaitu bahwa ibadah yang dilakukan hanya untuk Allah Ta’ala semata, bukan karena riya dan bukan karena ingin disukai orang. Namun beribadah dengan ikhlas kepada Allah. Ini dalam hal ibadah.

Baca lebih lanjut

Perhatian Para Sahabat Terhadap Masalah Aqidah

Segala puji hanyalah milik Allah Ta’ala. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka hingga hari akhir. Wa ba’du.

Pembaca yang dimuliakan Allah Ta’ala, tidaklah samar bagi kita tentang agungnya kedudukan aqidah di dalam Islam.

Baca lebih lanjut

Hati Tenteram Dengan Tauhid

Ketenteraman hati merupakan impian setiap insan, hilangnya rasa duka, rasa sedih, rasa keterpurukan sudah menjadi cita-cita setiap manusia, namun tak semua manusia dapat merasakannya, Allah Ta’ala memberikan semua rasa itu hanya kepada yang Ia inginkan, namun Allah Ta’ala juga memberikan sebuah jalan untuk mendapatkan, jalan itu adalah jalan ketauhidan.

Baca lebih lanjut

Meraih Kejayaan Islam Dengan Tauhid

Tahukah anda apakah yang membuat umat mundur dan muncul rasa takut dalam diri mereka? Jawabannya adalah karena mereka jauh dari tauhid dan tidak menegakkan hak utama Allah dalam tauhid serta masih banyak praktek kesyirikan melanggar hak Allah.

Dalam Al-Quran sangat jelas, bahwa sebab rasa takut tersebut adalah kesiyirikan menyekutukan Allah sebagaimana ditimpakan kepada orang kafir.

Baca lebih lanjut

Istiqamah Di Atas Tauhid

Istiqamah di atas tauhid, bukanlah pekerjaan yang ringan, lebih-lebih di zaman yang penuh dengan kerusakan seperti sekarang ini. Bahaya kesyirikan di zaman ini sangatlah hebat.

Kita masih ingat sepuluh tahun yang lalu, Allah Ta’ala menguji kaum muslimin dengan batu (Ponari), dan terbukti sudah banyaknya kaum muslimin (terutama yang sedang sakit) yang tidak lulus mengikuti ujian tersebut. Dan kita tidak tahu, ujian apa lagi yang akan Allah Ta’ala turunkan pada masa yang akan datang untuk menguji kejujuran iman kita.

Baca lebih lanjut

Merealisasikan Kalimat Tauhid Tak Semudah Yang Dibayangkan

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,

“…Merealisasikan la ilaha illallah adalah suatu hal yang sangat sulit. Oleh sebab itu sebagian salaf berkata: ‘Setiap maksiat merupakan bentuk lain dari kesyirikan’. Sebagian salaf juga mengatakan: ‘Tidaklah aku berjuang menundukkan jiwaku untuk menggapai sesuatu yang lebih berat daripada ikhlas’. Dan tidak ada yang bisa memahami hal ini selain seorang mukmin. Adapun selain mukmin, maka dia tidak akan berjuang menundukkan jiwanya demi menggapai keikhlasan.

Baca lebih lanjut