Keutamaan Memahami Nama Nama & Sifat Sifat Allah azza wa jalla

Memahami nama-nama Allah Azza wa Jalla yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna merupakan pembahasan yang sangat penting dalam agama Islam, bahkan termasuk bagian paling penting dan utama dalam mewujudkan keimanan yang sempurna kepada Allah Azza wa Jalla .

Karena tauhid ini adalah salah satu dari dua jenis tauhid yang menjadi landasan utama iman kepada Allah Azza wa Jalla.

Baca lebih lanjut

Keutamaan Mempelajari Tauhid Asma’ wa Shifat

Tak kenal maka tak sayang! Tak kenal maka tak cinta! Tak mengenal Allah, bagaimana bisa cinta kepada-Nya?

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah,

فكلما كان العلم به أتم كانت محبته أكمل

Semakin seseorang mengenal Allah ,maka kecintaannya terhadap-Nya semakin sempurna”.

Baca lebih lanjut

Pentingnya Mempelajari Tauhid Asma’ wa Shifat

Sesungguhnya, termasuk yang penting bagi seorang pencari kebenaran, sebelum mempelajari sisi-sisi tauhid yang rinci dan mendetail dari Asma’ dan Sifat, hendaklah ia mengerti pentingnya tauhid ini, kedudukan, peranannya secara khusus dan dalam seluruh sisi agama ini secara umum.

Pembentukan pemahaman tentang penting dan agungnya kedudukan tauhid Asma’ wa Sifat dalam benak seorang muslim, dengan izin Allah, manfaatnya akan kembali kepada diri seorang muslim dalam mengimani Allah Azza wa Jalla. Sehingga dapat menekuni sisi ini sesuai dengan proporsi kepentingan yang semestinya.

Baca lebih lanjut

Makna Tahrif, Ta’thil, Tamtsil & Ta’yif Terhadap Nama & Sifat Allah

Keyakinan yang Benar Tentang Nama Allah

Seorang mukmin harus memilik keyakinan yang benar tentang nama dan sifat Allah. Keyakinan yang benar tentang tauhid asma’ wa shifat ini dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : 

“Termasuk keimanan kepada Allah adalah beriman terhadap sifat-sifat Allah yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya sendiri dan juga yang Rasulullah tetapkan untuk Allah tanpa melakukan tahrifta’thiltamtsil, dan takyif “ (Al-‘Aqidah Al-Waasitiyyah).

Baca lebih lanjut

Hakikat Iman Kepada Nama & Sifat Allah

Beriman kepada nama dan sifat Allah adalah menetapkan apa yang Allah tetapkan pada diri-Nya di dalam al-Qur’an, atau di dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan yang layak bagi Allah, tanpa tahrifta’thiltakyif, dan tanpa tamtsil.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Baca lebih lanjut

Kesempurnaan Di Atas Kesempurnaan Dalam Nama & Sifat Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati nama-nama-Nya dalam al-Qur’an dengan al-husna (maha indah) yang berarti kemahaindahan yang mencapai puncak kesempurnaan, karena nama-nama tersebut mengandung sifat-sifat kesempurnaan yang tidak ada padanya celaan/kekurangan sedikitpun ditinjau dari semua sisi[1].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

Hanya milik Allah-lah asma-ul husna (nama-nama yang maha indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut dan memahami) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan” (QS al-A’raaf:180).

Baca lebih lanjut

Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu Dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (3)

Baca pembahasan sebelumnya : Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (Bag. 2)

Celaan kaum musyrikin terhadap sifat hikmah Allah Ta’ala

Allah Ta’ala memiliki sifat al-hikmah, yaitu meletakkan sesuatu pada tempatnya yang sesuai. Di antara nama Allah Ta’ala adalah Al-Hakiim, sehingga maknanya adalah Dzat yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing yang sesuai dengannya.

Baca lebih lanjut

Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu Dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (2)

Baca pembahasan sebelumnya : Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (Bag. 1)

Menisbatkan sifat kekurangan pada Allah Ta’ala

Di antara kelakuan orang musyrik terdahulu adalah mereka menisbatkan kekurangan, aib, atau celaan kepada Allah Ta’ala. Contohnya, mereka nisbatkan bahwa Allah Ta’ala memiliki anak. Hal ini pada hakikatnya adalah celaan terhadap kesempurnaan sifat Allah Ta’ala sekaligus meruntuhkan sifat rububiyyah Allah Ta’ala.

Baca lebih lanjut

Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu Dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (1)

Sebagaimana kita ketahui bahwa inti dakwah para rasul adalah dalam masalah pemurnian ibadah kepada Allah Ta’ala semata, dan melarang umatnya untuk beribadah kepada selain Allah Ta’ala. Dengan kata lain, inti dakwah para nabi dan rasul adalah dalam masalah tauhid uluhiyyah (tauhid ibadah).

Namun hal ini bukanlah berarti bahwa mereka tidak memiliki penyimpangan dalam masalah tauhid yang lain, yaitu tauhid asma’ wa shifat.

Baca lebih lanjut

Kebodohan Kita Terhadap Makna Kalimat Tauhid (5/5)

Baca pembahasan sebelumnya : Kebodohan Kita terhadap Makna Kalimat Tauhid (Bag. 4)

Penjelasan para Ulama rahimahumullah tentang Makna Kalimat Tauhid

Untuk melengkapi pembahasan di atas, berikut ini penulis kumpulkan beberapa penjelasan para ulama tentang makna kalimat tauhid. Sehingga pembaca dapat mengetahui bahwa makna kalimat tauhid yang benar sebagaimana penjelasan di atas bukanlah makna yang dibuat-buat pada waktu belakangan ini saja. Akan tetapi, memang inilah makna kalimat tauhid yang telah diajarkan oleh para ulama kita rahimahumullah sejak zaman dahulu.

Baca lebih lanjut