Sejarah Penamaaan Masjid Dua Arah Kiblat

Bagaimana hakekat masjid qiblatain yang sekarang banyak dikunjungi orang? Itu nama aslinya masjid apa? 

Jawab :

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Kata qiblatain artinya 2 arah kiblat.

Sebelum membahas masjid qiblatain, terlebih dahulu kita akan melihat sejarah perubahan arah kiblat kaum muslimin.

Baca lebih lanjut

Masjid Qiblatain, Masjid Bersejarah Peralihan Arah Kiblat

Masjid Qiblatain (artinya: masjid dua kiblat) adalah salah satu masjid terkenal di Madinah dan dijadikan tempat kunjungan para jama’ah haji dan umroh. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salimah, karena masjid ini dibangun di perkampungan Bani Salimah [1].

Ketika Nabi di Mekah Nabi sholat menghadap Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsho) sekaligus menghadap kiblat. Yaitu Nabi menghadap ke utara dan dipaskan sekaligus menghadap kiblat.

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (43) : Mengadakan Perjanjian dengan Yahudi

Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun masjid, beliau mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar, lalu mengadakan perjanjian dengan orang Yahudi.

Al-Yahud disandarkan kepada Al-Yahudza yaitu anak tertua dari Nabi Ya’kub ‘alaihis salam. Kemudian huruf dzal diganti dengan dal, sebab kata Al-Yahudza termasuk isim ‘ajam (kata serapan dari bahasa asing). Disebutkan juga bahwa dinamakan dengan demikian karena mereka bertaubat dari beribadah kepada anak sapi, sehingga kata haada bermakna taaba. Bentuk jamaknya haadu yang bermakna taabu. Demikian disebutkan oleh Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya. Lihat catatan kaki dalam Fiqh As-Siirah, hlm. 344.

Baca lebih lanjut

Keadaan Muhajirin Setelah Tiba Di Madinah

Kaum muslimin yang telah menempuh perjalanan hijrah dari Mekkah menuju Madinah menghadapi beberapa permasalahan sosial. Kedatangan mereka yang tanpa perbekalan memadai ke suatu daerah agraris yang sangat berbeda dengan daerah asal yang gersang menjadi faktor pemicu.

Intinya, mereka membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan pemukiman. Persaudaraan (almuâkhâh) yang dijalin oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam antara kaum Muhâjirîn dan Anshar sudah merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir problematika di atas.

Baca lebih lanjut

Awal Pembangunan Masjid Nabawi

Pembangunan Masjid

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masjid Nabawi pada bulan Raibul Awal di awal-awal hijarahnya ke Madinah. Pada saat itu panjang masjid adalah 70 hasta dan lebarnya 60 hasta atau panjangnya 35 m dan lebar 30 m. Kala itu Masjid Nabawi sangat sederhana, kita akan sulit membayangkan keadaannya apabila melihat bangunannya yang megah saat ini.

Lantai masjid adalah tanah yang berbatu, atapnya pelepah kurma, dan terdapat tiga pintu, sementara sekarang sangat besar dan megah.

Baca lebih lanjut

Mengapa Hijrah Ke Madinah ?

Usai Bai’atul-‘Aqabah kedua, kaum Anshar pun kembali ke Madinah. Mereka sangat antusias menunggu dan mengharap kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Sementara itu, kaum muslimin yang mendengar kesepakatan antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Anshâr juga sudah siap berhijrah ke Madinah.

FAKTOR PENYEBAB HIJRAH

Hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin ini bukan tanpa alasan. Ada berbagai faktor yang menjadi pemicu untuk melakukan hijrah.

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (40) : Mendirikan Masjid Quba

Di tahun pertama Hijriyah, setelah beliau tiba di kota Madinah dari Makkah, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awwal pada tahun ke 53 dari kelahiran beliau, beliau kemudian melakukan tiga hal penting:

  • Mendirikan masjid, yaitu Masjid Quba
  • Mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar
  • Membuat perjanjian dengan orang Yahudi.

Baca lebih lanjut

Hijrah Ke Madinah (2) : Membangun Masjid Quba

Setelah melalui berbagai rintangan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama rombongan akhirnya berhasil memasuki kota Madinah. Di kota inilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian membangun masyarakat baru yang dipenuhi dengan nilai-nilai keislaman.

Masjid Pertama

Tibalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah bersama rombongan. Saat itu, para sahabat Anshar banyak yang belum mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu.

Baca lebih lanjut

Hijrahnya Keluarga Salamah Ke Madinah

Abu Salamah bin Abdul Asad termasuk orang yang pertama dan bergegas menyambut perintah Rasulullah untuk berhijrah ke Madinah. Ia juga merupakan orang yang pertama yang berhijrah dari kekufuran menuju keislaman. Ia dan istrinya, Ummu Salam, berasal dari kabilah yang sama, dari Bani Makhzum.

Kedudukan mereka yang mulia sebagai keluarga terhormat di Mekah, tidak menghalangi mereka untuk hijrah ke Madinah. Mereka nafikan kelas sosial mereka demi menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya. Abu Salamah, istrinya, dan seorang anaknya pun berangkat menuju Madinah.

Baca lebih lanjut

Hijrah Ke Madinah (1) : Persiapan Hijrah

Ketika Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Madinah, bahkan berkembang pesat di kota itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengizinkan kaum muslimin yang ada di Makkah untuk berhijrah.

Persiapan

Islam semakin berkembang di Madinah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengizinkan kaum muslimin yang ada di Makkah untuk berhijrah ke kota itu.

Baca lebih lanjut