Fathu Makkah (6) : Islamnya Tokoh Quraisy, Harits bin Hisyam

Adapun al-Harits bin Hisyam, dia tetap memerangi kaum muslimin sampai Fathu Makkah. Ketika tahu bahwa dia termasuk orang pertama yang dicari (untuk dibunuh), maka dia meminta jaminan keamanan kepada Ummu Hani’ bintu Abi Thalib, lalu Ummu Hani’ melindunginya.

Akan tetapi, saudaranya (Ali, Ja’far, atau Aqil) ingin membunuhnya. Ummu Hani’ segera mengadukan hal ini kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam sambil berkata, “Si Fulan—saudaranya—menganggap aku tidak berhak memberi jaminan”.

Baca lebih lanjut