Penaklukan Kota Makkah (2/2)

KEBERANGKATAN PASUKAN DAN PERISTIWA YANG MENGIRINGINYA

Pada tanggal 10 Ramadhân tahun 8 H, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat Abu Ruhm Radhiyallahu anhu sebagai wakil beliau di Madinah, lalu beliau berangkat bersama 10 ribu pasukan menuju Mekkah.

Selama perjalanan, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum Muslimin tetap berpuasa hingga sampai ke tempat bernama Kadîd, yang terletak di antara ‘Usfan dan Qudaid (sekitar 70-150 Km dari Mekkah). Di tempat ini, Rasûlullâh dan kaum Muslimin menghentikan puasanya.

Baca lebih lanjut

Penaklukan Kota Makkah (1/2)

SEBAB SEBAB YANG MEMICUNYA

Musyrikin Quraisy melakukan kesalahan besar ketika membantu sekutunya -Bani Bakr- untuk melawan Khuzâ’ah –sekutu kaum Muslimin-, yaitu dengan memberi senjata, kuda dan pasukan. Bani Bakr dan sekutu mereka pun menyerang Kabilah Khuzâ’ah di sebuah daerah bernama al-Watîr.

Mereka membunuh lebih dari dua puluh orang anggota Khuzâ’ah. Suku Khuzâ’ah yang belum siap berperang tadi lantas berlindung ke tanah suci (Mekkah) untuk menyelamatkan diri dari kejaran Bani Bakr dan sekutunya (Quraisy).

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (56) : Fathul Makkah

Tatkala bangsa Arab melihat pertempuran antara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaumnya (kabilah Quraisy), mereka berkata, “Biarkan Muhammad berperang melawan kaumnya sendiri, jika dia menang, maka benar bahwa dirinya seorang nabi dan sekaligus kebanggaan bagi kita bangsa Arab dari umat yang lain. Dan jika sebaliknya dia kalah, maka kita telah selamat dari kedustaannya.”

Di sisi lain, ada golongan yang menunggu untuk masuk Islam apabila semua umat manusia telah masuk Islam.

Baca lebih lanjut

Peperangan Di Masa Rasulullah (3/3)

Pada tahun 1680-an seorang pendeta bernama John Bar Penkaye yang sedang menyusun sejarah dunia termenung tentang ihwal penaklukkan yang dilakukan oleh bangsa Arab.

Ia bertanya-tanya, “Bagaimana bisa, orang-orang tanpa senjata, berkuda tanpa baju baja dan perisai, berhasil memenangkan pertempuran dan meruntuhkan semangat kebanggaan orang-orang Persia?”. Ia semakin terenyak, “hanya dalam periode yang sangat singkat seluruh dunia diambil alih orang-orang Arab; mereka menguasai seluruh kota yang dikuasai benteng, mengambil alih pengawasan dari laut ke laut, dan dari timur ke barat –Mesir, dari Crete ke Cappadocia, dari Yaman ke Pegunungan Kaukasus, bangsa Armenia, Syiria, Persia, Biyzantium, dan seluruh wilayah di sekitarnya.” (Kennedy, 2008: 1).

Baca lebih lanjut