Tanggapan Untuk Ketua PBNU yang Mengatakan, “Pemimpin Kafir yang Adil Lebih Baik daripada Pemimpin Muslim yang Dzalim”

Sejak beberapa waktu lalu telah beredar pernyataan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj (Kyai SAS) yang mengatakan bahwa “pemimpin kafir yang adil lebih baik dari pada pemimpin muslim yang zhalim.” Kemudian berkembang hingga Kyai SAS diwawancarai dan dia membela diri. Sejauh ini, belum banyak yang membantah atau menanggapi, entah karena dianggap tidak layak dibantah atau sudah jenuh karena banyaknya “gharaib atau kontroversi” yang dilontarkan oleh Kyai SAS selama ini. Baca lebih lanjut

Tafsir Surat Al Imran ayat 188 : Jangan Mudah Percaya Dengan Orang Kafir !

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” (QS. Ali Imran[3]: 118). Baca lebih lanjut

Hukum Memuji Non Muslim atau Orang Kafir

Bagaimanakah hukum memuji non muslim atau orang kafir? Bagaimana juga jika sampai memuji agama atau kekafiran mereka?

Dalam Al Qur’an, kita tidak diperbolehkan menjadikan non muslim sebagai pemimpin kita atau menjadikan mereka sebagai awliya’. Namun maksud awliya’ juga adalah menjadikan sebagai kekasih, orang yang dicintai, dan teman dekat, seperti itu tidak dibolehkan. Allah Ta’ala berfirman, Baca lebih lanjut

Surat Al Maidah ayat 51 : Jangan Memilih Pemimpin Non Muslim !

Benarkah Islam melarang memilih pemimpin non-muslim ? Apa benar surat Al-Maidah ayat 51 melarang demikian ?

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51). Baca lebih lanjut

Ibnu Taimiyah Membolehkan Pemimpin Kafir ?

Assalamu’alaikum warrah matullohi wabarakatuh.

Ustadz ana ingin bertanya : Pagi ini ana membaca disalah satu berita online tentang pernytaan dari salah satu kyai pemimpin organisasi islam yang ada di Indonesia, dia menukil dari perkataan Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Siyasah Syar’iyah untuk mendukung pendapatnya ketika ditanya tentang memilih pemimpin dalam pilkada dan perkataan Ibnu Taimiyah yang dikutipnya adalah : “Kalau orang yang adil meski non muslim yang memimpin maka orang islam itu pasti mendapatkan keadilan pula. Sebaliknya, jika ada pemimpin beragama islam yang dzolim, maka orang islam sekalipun akan di dzolimi”. Baca lebih lanjut

Walau Kau Katakan Non Muslim itu Jujur dan Amanat…

Walau kau katakan bahwa non muslim tersebut lebih baik, lebih amanat, lebih jujur, lebih bersih, lebih adil, dan menyebutkan rentetan kebaikan lainnya, namun Allah tetap mengatakan bahwa mereka adalah sejelek-jeleknya makhluk. Disebutkan dalam surat Al Bayyinah, non muslim itu syarrul bariyyah (sejelek-jeleknya makhluk).

Allah Ta’ala berfirman, Baca lebih lanjut

Menjawab Beberapa Syubhat Bolehnya Memilih Pemimpin Dari Orang Kafir

Menjawab beberapa syubhat dari orang yang membolehkan memilih pemimpin dari orang kafir sangatlah mudah, bisa dirangkum dalam beberapa poin berikut ini :

Jawabannya sangat mudah, bisa dirangkum dalam poin-poin berikut ini :

Pertama :

Para ulama sudah ijma’ (sepakat) dalam masalah haramnya mengambil pemimpin kafir, sebagaimana dinukil oleh Imam Nawawi dan para ulama lainnya –rohimahumulloh-. Baca lebih lanjut

Syubhat : Kepemimpinan Itu Tidak Berbicara Masalah Agama !

Dalam liputan sebuah media nasional, muncul sebuah berita yang mengagetkan dan menyedihkan hati orang-orang beriman, dengan keluarnya pernyataan miris dari seorang muballigh kondang, Ustadz M. Nur Maulana.

Media nasional itu merilis berita bahwa “Setelah dikecam karena melakukan gerakan akrobatik dengan nangkring di atas mimbar saat berceramah”, Ustaz Maulana kini mengeluarkan pernyataan kontroversial. Baca lebih lanjut

Memilih Pemimpin Muslim ataukah Non Muslim yang Bersih dan Adil ?

Manakah yang mesti dipilih jika ada dua pilihan. Ada calon pemimpin yang muslim namun suka bermaksiat, ataukah non muslim yang dikatakan bersih dan adil?

Yang jelas, tidak pantas non muslim menguasai rakyat yang mayoritas muslim. Kenapa demikian?

Karena memang Allah melarangnya. Islam itu tinggi, artinya di atas, bukan di bawah, bukan berada dalam kekuasaan non muslim. Sangat tidak pantas Islam yang mulia ini malah dikuasai oleh non muslim. Baca lebih lanjut

Memilih Pemimpin Karena Agama, Masih Pantaskah ?

Diantara kaidah penting dalam ajaran Islam yang mulia ini adalah, menyerahkan urusan yang berhubungan dengan kemaslahatan umum, seperti masalah politik dan kemasyarakatan, kepada para ulama, yaitu orang-orang yang memiliki ilmu yang mendalam tentang agama. Adapun orang-orang bodoh maka tidak boleh berbicara. Jika mereka berani berbicara dan berkomentar maka akan muncul kerusakan-kerusakan dalam masyarakat.

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah memperingatkan, Baca lebih lanjut