Mengenal Pemilik Rumah Keislaman, Al Arqam bin Abi Arqam radhiyallahu ‘anhu

Dalam sejarah Islam tercatatlah nama seorang shahabat yang mulia, Al Arqam bin Abi Arqam. Nama panjang beliau adalah Abu Abdillah Abdu Manaf bin Asad bin Abdillah bin Umar bin Makhzum bin Yaqodhoh bin Murrah bin Kaab bin Luay Al Qurasy Al Makhzumy.

Beliau berasal dari Bani Makhzum yang merupakan keturunan Makhzum bin Yaqodhoh, cucu dari tokoh Quraisy Murrah. Dari suku inilah muncul sederet nama-nama yang terkenal baik dari kalangan muslimin ataupun musyrikin.

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (53) : Surat Dakwah Rasulullah Kepada Para Penguasa & Pemimpin Kafir

Shulhu Hudaibiyyah (perjanjian damai) yang terjadi antara Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum Muslimin di satu pihak dengan kaum kafir Quraisy dipihak yang lain; Perjanjian yang awalnya dipungkiri oleh sebagian shahabat karena isinya dianggap merendahkan derajat kaum Muslimin itu ternyata telah memberikan peluang besar bagi kaum Muslimin untuk mendakwahkan Islam secara damai.

Pada fase ini dakwah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki era baru. Geliat dakwah pada era ini tidak hanya terbatas pada wilayah Arab, tapi mulai merambah daerah lain di luar wilayah Arab.

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (35) : Dakwah Rasulullah Kepada Jamaah Haji Dari Madinah

Pada bulan Dzul-Qa’dah tahun kesepuluh dari nubuwah, tepatnya pada akhir bulan Juni atau awal bulan Juli tahun 619 M. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali ke Makkah (setelah mencoba mendakwahkan Islam ke Thaif), untuk memulai langkah baru menawarkan Islam kepada berbagai kabilah dan individu.

Pertimbangan lain, karena musim haji sudah dekat, sehingga orang-orang menunaikan kewajiban haji, melibatkan diri dalam berbagai kepentingan. Maka beliau pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Beliau mendatangi setiap kabilah untuk menawarkan Islam dan menyeru mereka agar masuk Islam, seperti yang beliau lakukan sejak tahun keempat dari nubuwah.

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (34) : Rasulullah Menawarkan Islam Kepada Para Tokoh & Kabilah

Kita sudah membicarakan fikih sirah peristiwa Islamnya Hamzah dan Umar hingga peristiwa Isra’ dan Mikraj. Ini adalah satu periode dari tahapan sejarah Nabi yang suci.

Pada periode ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi intimidasi yang sangat berat dari orang Quraisy dimulai dari diboikotnya beliau di lembah Abi Thalib, setelah itu beliau ditinggal mati oleh pamannya Abu Thalib yang selalu memberikan dukungan dan bantuan kepadanya dalam menghadapi kaumnya. Kemudian juga ditinggal mati oleh istrinya, Khadijah radhiyallahu ‘anha, yang selalu menghibur dan meringankan bebannya.

Baca lebih lanjut

Pelajaran Dari Rasulullah Ketika Menawarkan Islam Kepada Para Tokoh & Kabilah

Apa saja pelajaran yang bisa dipetik dari menawarkan Islam kepada Tokoh dan Kabilah?

Pertama :

Kita lihat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak manusia dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Seperti yang dilakukan terhadap Suwaid bin Shamit dan Thufail bin Amr Ad-Dausi yang kemudian masuk Islam seketika itu juga. Begitu pula dakwah beliau kepada beberapa kabilah. Begitu pula Mush’ab bin ‘Umair ketika berdakwah di Madinah—sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah—beliau banyak membacakan Al-Qur’an ketika berdakwah.

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (29) : Berdakwah Ke Thaif

Sepeninggal Abu Thalib dan Khadijah Radhiyallahu anha, gangguan kaum Quraisy terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin meningkat. Kaum Quraisy tak peduli dengan kesedihan yang tengah menghinggapi diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Hingga akhirnya, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan keluar dari Mekkah untuk menuju Thaif.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berharap penduduk Thaif mau menerimanya. Harapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata tinggal harapan. Penduduk Thaif menolak Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencemoohnya, bahkan mereka memperlakuan secara buruk terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (27) : Kaum Musyrikin Quraisy Melancarkan Pemboikotan

Upaya teror, ancaman dan siksaan kaum Quraisy yang diarahkan kepada kaum Muslimin tidak mampu membendung perkembangan Islam. Makar mereka yang kotor dan keji ini tidak membuahkan hasil. Ternyata, justru kian banyak yang menerima seruah Islam, sehingga jumlah kaum Muslimin pun semakin bertambah. Seiring dengan perjalanan waktu, semakin lama banyak manusia yang menerima dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Cara-cara kaum Quraisy yang pernah mereka lakukan untuk memerangi dan menghambat kaum Muslimin tidak mendapatkan hasil apapun, terutama setelah Hamzah bin Abdul Muthalib dan ‘Umar bin Khaththâb Radhiyallahu anhuma masuk Islam. Baca lebih lanjut

Teror Fisik Terhadap Rasulullah & Para Pengikutnya

Seruan dakwah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mengusik ketenangan para pembesar Quraisy yang masih musyrik. Apalagi ketika melihat para pengikut Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kian bertambah.

Berbagai upaya, baik dengan cara yang halus, lembut, rayuan ataupun tawaran hadiah telah mereka lakukan untuk menghentikan laju dakwah al haq ini, namun semuanya tidak membuahkan hasil. Hingga kemudian para pembesar Quraisy memutuskan untuk melakukan tekanan-tekanan lebih keras. Yaitu dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (26) : Dakwah di Darul Arqam

Pada pasal yang lalu telah dibahas metode-metode yang digunakan orang-orang kafir dalam menghalangi dakwah Nabi ﷺ, yaitu: serangan secara psikis maupun secara mental. Dalam kondisi demikian, Rasūlullāh ﷺ tetap berusaha berdakwah dan pantang mundur. Diantara metode yang diambil oleh Nabi ﷺ untuk melanjutkan dakwah beliau adalah dengan mencari suatu tempat untuk bisa berkumpul agar pembinaan terhadap para sahabat tetap berjalan.

Rasūlullāh ﷺ akhirnya menentukan suatu rumah milik salah seorang shahābat bernama Al-Arqam bin Abil Arqam al-Makhzumi radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, karena itu rumah beliau dikenal dengan Dārul Arqām. Saat itu para shahābat yang turut di dalam pertemuan kira-kira ada 60 orang, seperti yang disebutkan oleh para ahli sejarah. Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (25) : Gangguan Kaum Musyrikin Quraisy Terhadap Dakwah Nabi

Kaum kafir Quraisy tidak hanya menolak dakwah Nabi ﷺ namun mereka mencoba melakukan perlawanan. Ada beberapa metode yang mereka lakukan untuk menghentikan dakwah Nabiﷺ. Namun secara umum ada dua metode besar yaitu metode menyerang secara psikologi/mental dan metode menyerang secara fisik.

(1). Menyerang secara Psikologi

Misalnya dengan mengejek Nabi dengan ejekan-ejekan yang tidak benar. Oleh karena itu, istihza’ (ejekan) ini dilakukan oleh pengikut para Nabi terhadap Nabi-Nabi mereka, diantaranya kepada Rasullullahﷺ. Kita dapati di dalam Al-Qurān berbagai macam model ejekan yang mereka berikan kepada Nabiﷺ. Allah berfirman, Baca lebih lanjut