Suara Sandalnya Di Surga, Diantara Kedudukan Bilal radhiyallahu’anhu

Sepulang dari perjalanan isra’ mi’raj, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada Bilal bin Rabah. Nabi berjumpa dengan dirinya di surga dalam perjalanan istimewa tersebut.

Ada kisah yang menjadi hadiah istimewa untuk Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih, Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata,

Baca lebih lanjut

Bilal bin Rabah, Muadzin Pertama Dalam Islam

Pertama kali yang terbesit di benak penulis ketika hendak mengisahkan tentang muadzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu, adalah sejak 15 abad yang lalu Islam telah menyerukan persamaan harkat dan derajat manusia, apapun ras dan suku bangsanya, apapun warna kulitnya, dan apapun status sosialnya, yang membedakan mereka hanyalah ketakwaan kepada Allah.

Sedangkan orang-orang Barat di abad 18 (3 abad yang lalu), masih berpikir bahwa orang kulit hitam adalah hewan bukan manusia.

Baca lebih lanjut

Bilal bin Rabah, Kisah Perjuangannya Mempertahankan Aqidah

Namanya adalah Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, memiliki kisah menarik tentang sebuah perjuangan mempertahankan aqidah. Sebuah kisah yang tidak akan pernah membosankan, walaupun terus diulang-ulang sepanjang zaman. Kekuatan alurnya akan membuat setiap orang tetap penasaran untuk mendengarnya.

Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam).

Baca lebih lanjut

Perjalanan Isra’ Mi’raj : Bilal Di Surga

Sepulang dari perjalanan isra’ mi’raj, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada Bilal bin Rabah. Nabi berjumpa dengan dirinya di surga dalam perjalanan istimewa tersebut.

Tidak hanya Umar bin al-Khattab saja yang dilihat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan mi’raj beliau. Ada kisah yang menjadi hadiah istimewa juga untuk Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih, Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, Baca lebih lanjut

Kafir Quraisy Mengarahkan Teror Kepada Kaum Muslimin yang Lemah

Teror yang dilancarkan kaum kafir Quraisy tidak hanya diarahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Berbagai strategi dirancang untuk menghambat gerak dakwah al Haq ini. Di antaranya dengan melakukan ancaman dan penyiksaan kepada orang-orang lemah yang tidak memiliki pembela atau pelindung.

Sasaran kaum kafir Quraisy ini tidak lain ialah budak-budak yang telah memeluk Islam. Mereka benar-benar menjadi sasaran pelampiasan amarah dan kedengkian kaum kafir Quraisy terhadap Islam dan para pemeluknya. Tentu saja budak-budak ini tidak ada yang membela. Mereka disiksa dengan berbagai siksaan mengerikan. Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (25) : Gangguan Kaum Musyrikin Quraisy Terhadap Dakwah Nabi

Kaum kafir Quraisy tidak hanya menolak dakwah Nabi ﷺ namun mereka mencoba melakukan perlawanan. Ada beberapa metode yang mereka lakukan untuk menghentikan dakwah Nabiﷺ. Namun secara umum ada dua metode besar yaitu metode menyerang secara psikologi/mental dan metode menyerang secara fisik.

(1). Menyerang secara Psikologi

Misalnya dengan mengejek Nabi dengan ejekan-ejekan yang tidak benar. Oleh karena itu, istihza’ (ejekan) ini dilakukan oleh pengikut para Nabi terhadap Nabi-Nabi mereka, diantaranya kepada Rasullullahﷺ. Kita dapati di dalam Al-Qurān berbagai macam model ejekan yang mereka berikan kepada Nabiﷺ. Allah berfirman, Baca lebih lanjut