Abu Jahal, Orang Yang Dijamin Masuk Neraka (2/2)

Kisah Abu Jahal dengan Al Irasy

Buku-buku sejarah, kumpulan kisah sejarah, dan yang lainnya menyebutkan bahwa seorang lelaki dari Irasyi –nama suku- datang ke Mekah dengan membawa ontanya, lalu Abu Jahal membelinya. Dia menangguhkan pembayarannya. Maka lelaki Irasyi tadi berdiri di tempat perkumpulan Quraisy seraya berkata, “Siapakah yang bisa menolongku dari Abul Hakam bin Hisyam?”.

Mereka mengisyaratkan agar dia pergi menemui Rasulullah, mereka bertujuan mempermainkan orang ini dan mengejek Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. al-Irasyi menceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Beliau keluar, hingga menemui Abu Jahal dan mengetok pintu rumahnya. Baca lebih lanjut

Abu Jahal, Orang Yang Dijamin Masuk Neraka (1/2)

Dahulu kala, perilaku jujur dalam bertutur kata menjadi ciri khas Nabi kita Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat jelas, hingga tiada duanya. Beliau hidup di antara kerumunan masyarakatnya, sebagaimana mansuia yang lain dari kaum pria dalam kaumnya. Kekayaan, badan yang keras, dan pemikiran yang rakus bukanlah ciri khas beliau dalam kehidupan dan usahanya.

Beliau hanya unggul di antara mereka dengan puncak kehormatan. Mereka menjuluki Beliau sebagai orang yang jujur lagi terpercaya (ash-Shadiq al-Amin) dan gelar ini lebih terkenal dari namanya! Beliau tidak mendekati tempat sesembahan mereka, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak larut dalam pertemuan hina, yang biasa mereka lakukan, Beliau tidak turun dari tingginya keistiqamahannya ke jurang rusaknya perkumpulan dan jeleknya perbuatan mereka. Baca lebih lanjut