Al ‘Aliim, Allah Maha Mengetahui

Manusia mengenal Allâh Azza wa Jalla dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna. Dengan memahai nama-nama dan sifat-sifat Allâh Subhanahu wa Ta’ala , kita akan lebih bisa mengenal Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Semua nama Allâh pasti memuat sifat.

DALIL SIFAT ILMU ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA

Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepakat menetapkan sifat ilmu (mengetahui) bagi Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Ini berdasarkan banyak dalil dari kitab suci al-Qur’an, hadits Nabi dan akal.

Baca lebih lanjut

Mengenal Nama Allah, “Al ‘Alim”

Al-‘Alim (الْعَلِيمُ)adalah salah satu al-Asmaul Husna. Nama yang mulia ini tersebut dalam banyak ayat dan hadits, di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wata’ala,

ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“(Allah menjadikan hal) itu agar kamu tahu, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (al-Maidah: 97).

Baca lebih lanjut

Allah itu Al ‘Alim Al Khabir, Yang Maha Mengetahui

Seorang muslim mesti juga mengimani Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu, Al-‘Aliim, Al-Khabiir.

Imam Al-Muzani rahimahullah berkata,

الوَاحِدُ الصَّمَدُلَيْسَ لَهُ صَاحِبَةٌ وَلاَ وَلَدٌ جَلَّ عَنِ المَثِيْلِ فَلاَ شَبِيْهَ لَهُ وَلاَ عَدِيْلَ السَّمِيْعُ البَصِيْرُ العَلِيْمُ الخَبِيْرُ المَنِيْعُ الرَّفِيْعُ

Allah itu Maha Esa, Allah itu Ash-Shamad (yang bergantung setiap makhluk kepada-Nya), yang tidak memiliki pasangan, yang tidak memiliki keturunan, yang Mahamulia dan tidak semisal dengan makhluk-Nya, tidak ada yang serupa dengan-Nya, tidak ada yang setara dengan Allah. Allah itu Maha Mendengar, Maha Melihat. Allah itu Maha Mengilmui dan Mengetahui. Allah itu yang mencegah dan Mahatinggi“.

Baca lebih lanjut

Mengenal Nama Allah, “Al Khabir”

Bismillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah.

Tak kenal, maka tak sayang. Tak sayang, tanda tak cinta“, Begitulah ungkapan yang cukup populer sebagai pengukur kecintaan seseorang terhadap sesuatu. Dan ungkapan ini memang benar. Karena nyatanya rasa sayang kita tidak pernah tumbuh terhadap sesuatu yang tidak kita kenal.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa tidak ada sesuatu yang boleh kita cintai melebihi cinta kita kepada Allah Ta’ala.

Baca lebih lanjut