Abu Lahab, Paman Nabi yang Namanya Diabadikan Dalam AlQuran

Paman Nabi ﷺ yang hidup di masa kerasulan ada empat orang. Dua orang beriman kepada risalah Islam dan dua lainnya kufur bahkan menentang. Dua orang yang beriman adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan al-Abbas bin Abdul Muthalib  radhiallahu ‘anhuma.

Satu orang menolong dan menjaganya, tidak menentang dakwahnya, namun ia tidak menerima agama Islam yang beliau bawa. Di adalah Abu Thalib bin Abdul Muthalib.

Dan yang keempat adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Ia menentang dan memusuhui keponakannya. Bahkan menjadi tokoh orang-orang musyrik yang memerangi beliau ﷺ. Baca lebih lanjut

Paman Paman Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Syarah Al Aqidah Al Washithiyyah (411) menjelaskan :

Paman-paman Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ada sepuluh orang. Namun yang hidup di masa Islam ada empat orang, dua orang tetap dalam kekufuran dan dua orang lagi memeluk Islam.

Yang tetap pada kekufuran yaitu: Baca lebih lanjut

Sirah Nabi (32) : Berakhirnya Pemboikotan Terhadap Nabi & Kaum Muslimin

Selama empat pekan, tepatnya selama jangka waktu yang relatif singkat, ada empat kejadian besar di mata orang-orang musyrik, yaitu: Hamzah masuk Islam, disusul Umar, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menolak tawaran mereka dan kesepakatan bersama yang dijalin Bani Al-Muththalib dan Bani Hasyim , yang kafir maupun yang Muslim, untuk melindungi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maka orang-orang musyrik merasa bingung dan memang mereka layak untuk merasa bingung. Mereka sadar, jika darah Muhammad tumpah karena ulah mereka, maka Makkah pasti akan digenangi darah manusia dan bahkan bisa membinasakan mereka semua. Karena menyadari hal ini, mereka beralih ke bentuk kezhaliman lain yang bukan pembunuhan, tetapi dengan sasaran yang sama. Baca lebih lanjut

Masuk Islamnya Hamzah & Umar

Saat Hamzah dan ‘Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhuma masuk Islam, posisi kaum muslimin di Makkah bertambah kuat. Namun upaya kaum musyrikin untuk menghentikan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah kendor. Melalui paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kaum musyrikin meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentikan dakwahnya. Namun upaya ini pun gagal. Akibatnya, penindasan terhadap kaum muslimin semakin menjadi-jadi. Baca lebih lanjut

Pelajaran Dari Wafatnya Paman Nabi Abu Thalib

Apa saja pelajaran yang bisa diambil dari kisah meninggalnya Abu Thalib?

Pertama: Kisah tersebut menunjukkan agungnya kalimat tauhid laa ilaha illallah yang di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menginginkan pamannya mengucapkannya.

Kalimat tersebut berisi kandungan agar kita mentauhidkan Allah dalam ibadah. Siapa saja yang mentauhidkan Allah, maka berarti ia telah bebas dari menjadi budak pada makhluk.

Kedua: Orang-orang musyrik sudah paham bahwa kalimat laa ilaha illallah punya konsekuensi untuk menjadikan sesembahan hanya satu yaitu Allah Sang Khaliq. Baca lebih lanjut

Kisah Wafatnya Abu Thalib, Paman Nabi shalallahu alaihi wasallam (3/3)

Dalam peristiwa wafatnya Abu Thalib, ada empat tokoh besar yang duduk bertemu. Dua orang di antaranya telah kita uraikan di tulisan sebelumnya. Banyak pelajaran yang kita dapati dan kaji dari keduanya. Pelajaran yang bisa kita adaptasi dengan realita kekinian.

Berikutnya, tokoh ketiga adalah paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib bin Abdul Muthalib.

Abu Thalib Baca lebih lanjut

Kisah Wafatnya Abu Thalib, Paman Nabi shalallahu alaihi wasallam (2/3)

Di tulisan sebelumnya, telah dibahas bagaimana peristiwa wafatnya paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib. Bagaimana Nabi berusaha mendakwahi sang paman di akhir hayat. Dan bagaimana pula tokoh-tokoh kekufuran, Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah, tak mau kalah menyerukan kekufuran untuk teman mereka.

Orang pertama yang akan kita bahas dalam tulisan kali ini adalah Abu Jahal.

Abu Jahal Baca lebih lanjut

Kisah Wafatnya Abu Thalib, Paman Nabi shalallahu alaihi wasallam (1/3)

Saat Abu Thalib mendekati akhir usia, berkumpullah tokoh-tokoh besar di sekitarnya. Penghulu manusia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tokoh kekafiran juga pemuka Quraisy, Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah. Kehadiran para tokoh yang kontradiktif inilah, membuat peristiwa wafatnya Abu Thalib memuat banyak pelajaran.

Ketika ajal Abu Thalib telah dekat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menuju rumah sang paman. Beliau berharap pamannya yang turut memperjuangkan dakwah ini, melisankan syahadat di akhir hayat. Meninggalkan dunia dengan menyandang status seorang muslim. Sehingga menjadi sebab bergantinya keadaan, dari berhadapan dengan ancaman neraka berganti dengan nikmat surga. Baca lebih lanjut

Cinta Abu Thalib kepada Nabi shalallahu ‘alahi wasallam

Semasa Hidup, Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam. dikenal sebagai seorang yang luar biasa dalam memimpin, kebijaksanaannya pun merupakan suri tauladan bagi yang lain. Namun meskipun begitu, Rasulullah tak ayalnya hanya manusia yang sama seperti lelaki pada umumnya.

Berdarah apabila dilukai, menangis pula apabila merasa sedih. Dibanyak kesempatan, apabila Rasulullah tidak didukung oleh orang-orang yang membantu dakwahnya, kemungkinan juga Agama Islam tidak bisa sebesar sekarang. Dan marilah kita mengenal sikap Abu Thalib dalam melindungi Rasulullah dalam berdakwah. Baca lebih lanjut

Abu Thalib bin Abdul Muthalib, Ayah Asuh Nabi shalallahu alaihi wasallam

Nama sebenarnya adalah Abdu Manaf bin Abdul Muthalib bin Hasyim, sedang “Abu Thalib” adalah nama Panggilan yang berasal dari putra pertamanya yaitu Thalib. Abu Thalib adalah paman dan ayah asuh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, Ia adalah ayah dari Ali bin Abi Thalib.

Abu Thalib telah menerima amanat dari ayahnya Abdul Mutthalib untuk mengasuh Nabi dan telah dilaksanakan amanat tersebut. Nabi adalah sebaik-baik asuhan dan Abu Thalib adalah sebaik-baik pengasuh. Baca lebih lanjut