Kumpulan Artikel Seputar Wahabi

Kita pasti pernah mendengar saudara kita di Indonesia ketika melihat seseorang berjenggot, bercelana cingkrang kemudian para wanitanya bercadar atau berjilbab besar menyebut mereka dengan nama dan julukan “Salafi Wahabi“, atau “Wahhabi” atau “Wahabiyah“. Namun tahukah mereka sebenarnya dengan hakikat nama tersebut ?

Perlu ditambahkan, bahwa istilah wahhabiyah adalah istilah yang biasa ditujukan kepada dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul-Wahhab rahimahullah di Arab Saudi dan di negara timur tengah lainnya.

Baca lebih lanjut

Yang Mengharamkan Peringatan Maulid Nabi Bukan Hanya Wahhabi

Ada yang menyangka bahwa yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi hanyalah kaum Wahabi saja. Padahal ulama yang jauh hidup dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sudah jauh-jauh mengharamkan. Ditambah lagi para sahabat nabi yang lebih jauh masanya tidak pernah memperingatinya padahal mereka lebih bersemangat dalam kebaikan daripada kita.

Pendapat Ulama Ahlus Sunnah Tentang Maulid Nabi Baca lebih lanjut

Membongkar Koleksi Dusta Idahram (1) : Muqoddimah

MUQODDIMAH

Alhamdulilah, segala puji senantiasa kita panjatkan kepada bagi Allah yang senantiasa memberikan limpahan karuniaNya, semoga salawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau serta seluruh sahabat beliau.

Membela harkat dan martabat sesama muslim merupakan ibadah yang sangat mulia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang membela kehormatan saudaranya maka Allah akan membela wajahnya dari api neraka pada hari kiamat” (HR At-Thirmidzi no 1931, dan dishasankan oleh At-Thirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Terlebih lagi jika yang dibela adalah harkat dan martabat ulama yang memiliki jasa yang besar bagi kaum muslimin sekelas Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah, seorang tokoh dan pejuang dakwah yang bermadzhab hanbali, yang dengan jasa beliau maka berdirilah kerajaan Arab Saudi yang aman dan tenang dan merupakan satu-satunya negara yang menerapkan hukum dan syari’at Islam. Baca lebih lanjut

Membongkar Koleksi Dusta Idahram (2) : Aroma Syi’ah Tercium Dari Idahram

Aroma Syi’ah sangat mencolok dalam buku Idahram Sejarah Berdarah….. Diantara yang menunjukan akan hal ini :

Pertama : Dalam bukunya (hal 203) idahram menyebutkan bahwa setidaknya dalam dunia Islam ada tujuh madzhab yang dikenal, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab as-Syafii, Madzhab Hanbali, Madzhab Dzohiri, Madzhab Ja’fari, dan Madzhab Imamiyah.

Tentunya hal ini sangat jelas menunjukkan pembelaan idahram terhadap dua madzhab syi’ah (Ja’fari dan Imamiyah), dimana idahram mensejajarkan dua madzhab ini dengan madzhab-madzhab Ahlus Sunnah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali, dan Dzohiri). Dalam buku-buku Ahlus sunnah wal jama’ah yang membicarakan tentang firqoh-firqoh sesat maka sekte syi’ah dimasukkan dalam firqoh-firqoh sesat dan menyesatkan. Karena hal ini merupakan kesepakatan ahlus sunnah wal jama’ah. Meskipun akhir-akhir ini ada segelintir ahlus sunnah yang terpedaya oleh kaum syi’ah yang mencoba menjadikan madzhab syi’ah sebagai madzhab yang ke 5 dalam dunia Islam.

Kedua : Idahram sangat banyak menukil dari buku-buku sejarawan syi’ah dalam rangka mencerca kaum salafy wahabi, demikian juga idahram banyak mengambil informasi dari situs-situs sekte syi’ah. Baca lebih lanjut

Membongkar Koleksi Dusta Idahram (3) : Sejarah Berdarah Syi’ah

Berikut ini saya berusaha menyajikan beberapa peristiwa sejarah berdarah yang berkaitan dengan sejarah kaum syi’ah. Dan yang menjadi patokan dalam sejarah berdarah ini hingga abad ke 8 adalah kitab al-Bidaayah wa an-Nihaayah (tahqiq: Doktor Abdullah bin Abdil Muhsin At-Turki, cetakan Daar Hajar, cetakan pertama, tahun 1419 H-1998 M) karya al-Imam Al-Haafiz Ibnu Katsiir As-Syafii rahimahullah (wafat tahun 774 H). Ibnu Katsir adalah salah seorang ulama besar dari Madzhab Syafii, penulis kitab terkenal Tafsiir ibnu Katsiir.

Adapun sejarah setelah abad ke 8 maka saya merujuk kepada kitab-kitab yang lain. Berikut ini rangkaian sejarah berdarah kaum syi’ah : Baca lebih lanjut

Membongkar Koleksi Dusta Idahram (4) : Racun Aqidah Syi’ah

BAB KEDUA :

RACUN AQIDAH SYI’AH

Para ulama ahlus sunnah telah sepakat akan sesatnya sekte Syi’ah. Seluruh kitab-kitab yang membicarakan tentang firqoh sesat memasukan syi’ah –dengan beragam sekte-sektenya – termasuk firqoh yang sesat dan menyesatkan.

Akan tetapi akhir-akhir ini pemaham sekte syi’ah mulai semarak di tanah air kita, ditambah lagi dengan dukungan sebagian tokoh-tokoh Islam dari tanah air. Karenanya perlu untuk menanamkan kepada masyarakat akan bahayanya racun agama syi’ah.

Berikut ini bukti-bukti kesesatan syi’ah yang diambil dari kitab-kitab Syi’ah, website-website Syi’ah, dan perkataan para ulama Syi’ah yang telah dikumpulkan oleh ustadz Abul Jauzaa’ (silahkan kunjungi http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/syiah-itu-sesat-juragan-sebuah-masukan.html, dengan sedikit perubahan). Baca lebih lanjut

Membongkar Koleksi Dusta Idahram (5) : Salafi Wahhabi = Khawarij !!

BAB KETIGA :

SALAFI WAHABI = KHAWARIJ ??!!

Tatkala kaum yang hasad kepada kelompok Salafy Wahabi sudah kehabisan hujah dan dalil untuk menjawab bantahan-bantahan kaum Wahabi yang membongkar kedok kesesatan mereka, maka kaum yang hasad ini tidak putus asa. Masih ada senjata yang bisa mereka gunakan untuk menjatuhkan kaum wahabi… yaitu DUSTA !!!!., Hasad di dada mereka membuahkan penghasutan dan provokasi masyarakat umum yang tidak mengerti akan hakekat dakwah Salafi Wahabi.

Sudah terlalu banyak kedustaan yang saya temukan pada kaum yang hasad kepada wahabi sebagaimana yang telah kami paparkan dalam dua buku kami (“Ketika Sang Habib Dikritik“, dan “Ketinggian Allah di atas makhluknya” yang merupakan bantahan kepada sang pendusta Abu Salafy). Baca lebih lanjut

Membongkar Koleksi Dusta Idahram (6) : Ciri Ciri Khawarij Harus Cocok Dengan Salafi Wahhabi !

Ciri ciri khawarij yang dipaksakan oleh Idahram harus cocok dengan ciri ciri kaum Salafy Wahhabi.

PERTAMA : Sabda Nabi tentang sifat khawarij “Kaum Yang Muda Usianya”.

Idahram berkata :

((Usia kaum itu “berumur muda”.

Poin ini bisa memiliki banyak maksud, diantaranya adalah (*1) usia pergerakan dakwahnya masih muda, atau (*2) ajaran yang dibawanya adalah ajaran muda (baru) yang tidak sama dengan sekte-sekte sebelumnya. (*3) Atau ilmunya sedikit dan belum matang sehingga dikatakan masih muda. (*4) Atau cara berpikirnya pendek dan sempit disebabkan oleh pengalamannya yang masih muda.

Semua kriteria ini bisa masuk ke dalam sekte wahabi)).

Demikian perkataan Idahram dalam bukunya hal 143. Baca lebih lanjut

Membongkar Koleksi Dusta Idahram (7) : Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi ?

Idahram membawakan beberapa hadits yang –menurut persangkaannya- menunjukkan bahwa khawarij munculnya dari Najd yang ada di timur kota Madinah, yaitu daerah tempat munculnya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, yang ini menunjukkan bahwa yang dimaksud oleh Nabi dengan kaum khawarij adalah kaum Salafi Wahabi.

Diantara hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Najd adalah tempat munculnya fitnah adalah:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Nabi pernah bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Para shahabat : “Dan juga Najd kami ?”. Beliau bersabda : “Di sana muncul bencana dan fitnah. Dan di sanalah akan muncul tanduk setan. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1037. Diriwayatkan juga pada no. 7094 dan Muslim no. 2095). Baca lebih lanjut

Membongkar Koleksi Dusta Idahram (8) : Siapa Sebenarnya Yang Takfiri, Wahhabi atau Idahram ?!

IDAHRAM MENGKAFIRKAN KAUM SALAFY WAHABI (Siapa sebenarnya yang khawarij, kaum salafi atau idahram??).

Saya jadi bingung, sebenarnya yang suka mengkafirkan itu kaum salafy atauhkah idahram??!!, yang khawarij yang mana?, kaum wahabi ataukah idahram??!!

Idahram berkata :

((Mereka “keluar dari agama Islam seperti anak panah yang tembus keluar”. Mereka dihukumi oleh Nabi Saw. sebagai orang yang telah keluar dari agama Islam (murtad) dan tidak pernah kembali lagi seperti tidak pernah kembalinya anak panah yang tembus keluar dari badan binatang buruannya. Hal itu diantaranya karena penyimpangan aqidah mereka dalam (*1) tajsim (menganggap Allah Swt. memiliki badan dan anggota tubuh) dan (*2) tasybiih (menyerupakan Allah Swt. dengan makhluk), juga disebabkan perilaku mereka yang buruk terhadap umat Islam, seperti ; (*3) takfir (mengkafirkan), tabdii’ (membid’ahkan), menganggap diri paling benar, menjaga jarak dan tidak mau berteman atau menegur muslim lain di luar kelompok mereka (mereka istilahkan dengan hajr al-mubtadi’)”…)) (lihat Sejarah berdarah… hal 144-145).

Baca lebih lanjut