Jika Terpaksa Tidak Sempurna Menutup Aurat dalam Shalat

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -rahimahullah-

Pertanyaan : Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Jika keadaan memaksa seorang wanita tidak sempurna menutup aurat dalam shalatnya atau ia menutup aurat tapi tidak sesuai dengan syari’at Islam, misalnya sebagian rambutnya terlihat atau bagian betisnya nampak karena satu atau lain hal, bagaimana hukumnya?

Jawaban :

Yang pertama kali harus diketahui adalah bahwa menutup aurat adalah wajib bagi kaum wanita dan tidak boleh baginya untuk tidak menutup aurat atau mengabaikannya.

Baca lebih lanjut

Seputar Aurat Wanita dalam Shalat

Pertanyaan : Dalam Islam dilarang membuka aurat dalam shalat. Jika seorang wanita dalam shalat membuka wajahnya, apakah hal ini menunjukkan bahwa niqab (penutup wajah) itu bukan wajib dan wajah wanita bukan aurat?

Teks Jawaban :

Alhamdulillah.

Tidak dibenarkan berdalil dengan wanita yang menyingkap (penutup) wajahnya dalam shalat menunjukkan bahwa wajah itu bukan aurat.

Baca lebih lanjut

Aurat Wanita Menurut Madzhab Syafi’i

Manakah aurat wanita? Yang kita bahas kali ini adalah aurat wanita yang tidak boleh ditampakkan di hadapan umum, di hadapan para pria yang bukan mahramnya. Tinjauan kami kali ini adalah berdasarkan madzhab Syafi’i.

Aurat itu wajib ditutupi sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2794. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Baca lebih lanjut

Kumpulan Artikel Seputar Hukum Bagi Wanita Muslimah

Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul yang paling mulia, kepada keluarganya, sahabatnya, serta kepada siapa saja yang meniti jalannya sampai hari pembalasan.

Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.

Baca lebih lanjut

Tak Perlu Sedih Dengan Status Ibu Rumah Tangga

Tak perlu sedih wahai saudariku dengan status Ibu Rumah Tangga. Tak perlu sedih jika Anda tidak bisa bekerja di kantoran. Bahkan pekerjaan termulia bagi wanita adalah di rumahnya.

Setiap pagi, 3 anak diurus oleh wanita ini. Dia hanya Ibu Rumah Tangga (IRT) yang memutuskan mengabdi di rumah untuk suami dan anak-anak. Padahal dia memiliki ijazah dan bisa memanfaatkannya untuk bekerja. Dia tidak merasa malu dengan teman-teman yang sebaya dengannya yang tiap hari berada di pabrik atau di kantoran. Dia pernah berujar, “Seandainya saya memutuskan bekerja di kantoran, tentu anak-anak tidak terurus. Apalagi 3 anak seperti saat ini.” Dia pernah  berujar pula bahwa wanita yang bekerja di kantoran terus menelantarkan anaknya dan diserahkan pada orang tua wanita ini atau pada tempat penitipan anak. Baca lebih lanjut

Peranan Wanita Dalam Islam

Persamaan gender yang banyak didengung-dengungkan oleh kaum barat, ternyata telah merasuk ke tubuh kaum muslimah umat ini. Mereka telah tertipu dengan pemikiran kaum barat, bahkan tidak sedikit yang mengekor pemikiran tersebut. Lantas bagaimana sebenarnya peranan wanita islam dalam membangun keluarga atau masyarakat?

Mari kita simak tulisan berikut, bagaimana seharusnya wanita membangun sebuah keluarga bahkan Negara? Baca lebih lanjut

Muslimah, Kemana Kan Kau Bawa Cantikmu ?

Wanita mana yang tidak ingin terlihat cantik? Semua wanita pasti ingin terlihat cantik di mata setiap orang. Apakah kita harus mengumbar kecantikan yang kita miliki kepada orang lain? Wahai saudariku muslimah, kalian begitu cantik, oleh karena itu hiasilah kecantikanmu dengan balutan yang bisa menutupi aurat kita. Terutama di zaman saat ini, yaitu zaman penuh fitnah. Banyaknya kaum wanita yang berlomba-lomba untuk menonjolkan kecantikannya dan mempertontonkan auratnya di depan khalayak ramai.

Oleh karena itu Allah telah memerintahkan kita untuk menjaga aurat kita dengan mengenakan hijab sesuai dengan syar’i, agar terhindar dari gangguan-gangguan laki-laki asing yang bukan mahram dan lebih menjaga kehormatan seorang wanita. Baca lebih lanjut

Jilbab Punuk Unta Di Kalangan Akhwat Pengajian

Mengenai jilbab punuk unta yang seperti ini :

jilbab punuk unta

Insya Allah kita sudah tahu bersama bahwa ini bukan busana muslimah yang syar’i. Dan biasanya yang demikian dipakai oleh saudari-saudari kita yang belum akrab dengan ilmu agama atau sedang dalam proses menuju lebih baik. Semoga Allah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita dan juga mereka untuk menetapi jalan yang benar. Baca lebih lanjut

Tabarruj, Dandanan ala Jahiliyah Wanita Modern

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni, MA.

Istilah “jilbab gaul”, “jilbab modis” atau “jilbab keren”… tentu tidak asing di telinga kita, karena nama-nama ini sangat populer dan ngetrend di kalangan para wanita muslimah. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan mengenakan jilbab model ini dan beranggapan ini lebih sesuai dengan situasi dan kondisi di jaman sekarang. Ironisnya lagi, sebagian dari mereka justru menganggap jilbab yang sesuai dengan syariat adalah kuno, kaku dan tidak sesuai dengan tuntutan jaman. Baca lebih lanjut

Indahnya Berhias

Di sebuah kos putri… “Yanti subhanallah, mau pesta kemana?” Tatap seorang temannya tak berkedip pada Yanti yang berdandan tebal bak artis. Yanti menjawab, “Kamu berlebihan deh. Yanti mau ikut pengajian bareng temen-temen, jadi harus bersih dan rapi. Kebersihan itu kan sebagian dari iman. Berangkat dulu ya. Assalaamu’alaykum…”.

Setelah Yanti pergi, ada suara heboh Riri yang hendak pergi juga. “Duh Riri tetangga kamarku yang baru pulang dari kampus. Kucel amat. Lho… lho… Ini mo pergi lagi ya, gak mau bersihin wajah dan rapiin bajumu dulu?” Riri menjawab, “Nanti menyebar fitnah lho. Wanita itu kan ujian bagi laki-laki. Riri berangkat ta’lim ya. Assalaamu’alaykum…”. Baca lebih lanjut