Mukjizat Nabi Muhammad (16) : Kematian Utaibah bin Abu Lahab


Utaibah bin Abu Lahab adalah putra paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Lahab. Ia merupakan salah satu ahlul bait Nabi.

Saudara-saudara Utaibah yang memeluk Islam adalah Durrah binti Abu Lahab radhiallahu ‘anha. Ia adalah yang pertama memeluk Islam dari anak-anak Abu Lahab, kemudian di ikuti oleh Utbah bin Abu Lahab dan saudaranya yang lain, Mua’atab bin Abu Lahab.

Nasabnya

Nama dan nasab Utaibah adalah Utbah bin Abdul Uzza (Abu Lahab) bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay. Ia seorang Quraisy dari Bani Hasyim.

Kekerabatannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sangat dekat. Ia adalah putra paman Nabi. Artinya, statusnya adalah sepupu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibunya adalah Ummu Jamil binti Harb bin Umayyah bin Abdusy Syams bin Abdu Manaf bin Qushay, saudari dari Abu Sufyan bin Harb (Asad al-Ghabah, 3/562, Cet. Darul Alamiyah).

Al kisah :

Permusuhannya dengan baginda Nabi dan para sahabatnya di masa masa islam yang penuh dengan penderitaan di Makkah sangat biadab.

Pada suatu saat, Utaibah bin Abi Lahab melakukan kebiasaannnya dalam merintangi dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga baju beliau sobek, Sehingga Utaibah bin Abu Lahab didoakan keburukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اللَّهُمَّ سَلِّطْ عَلَيْهِ كَلْبًا مِنْ كِلَابِكَ

Ya Allah, kuasakan atasnya anjing di antara anjing-anjing-Mu.” (HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra 10346, al-Hakim dalam al-Mustadrak 3984, Abu Nu’aim dalam Ma’rifatu ash-Shahabah 6926, dan Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari 4/84. Menurut Ibnu Hajar riwayat ini hasan).

Pada suatu saat, Utaibah melakukan perjalanan bersama orang-orang Quraisy dan setelah tiba di sebuah tempat bernama Az-Zarqa’ di daerah Syam, dan pada waktu malam, datanglah seekor serigala yang mengelilingi mereka, pada saat itulah, Utaibah berkata,

Demi Allah, saya akan mati oleh serigala. Muhammad telah membunuhku di tempat ini, sementara dia berada di Mekkah. Dia telah mendoakan kebinasaan bagiku melalui gigitan anjing.

Serigala itu akhirnya menerkam kepala Utaibah dan menggigit lehernya. (Lihat Al-Baihaqi, Dalail An-Nubuwwah, 4:339; Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 2:539; Adz-Dzahabi mengatakan shahih)

Utaibah tewas sebelum penaklukkan Kota Mekah. Ia diterkam hewan buas saat perjalanan dagang menuju Syam. Walaupun ayahnya, Abu Lahab, berusaha menjaganya.

Namun doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mustajab tak mampu menghalanginya.

***

sumber Bacaan :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s