Fathu Makkah (11) : Islamnya Tokoh Quraisy, Fadhalah bin Umair


Tidak semua penduduk Makkah menerima kekalahan mereka dan jatuhnya Makkah ke tangan kaum muslimin. Termasuk Fadhalah ketika itu.

Dia bertekad akan membunuh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang sedang thawaf di Ka’bah.

Mengendap-endap Fadhalah mendekati Rasulullah n sambil menyiapkan belati untuk membunuh beliau.

Setelah dekat, Rasulullah bertanya: “Apakah ini, Fadhalah?”

“Betul, ini Fadhalah, wahai Rasulullah,” jawabnya.

“Apa yang kamu katakan dalam hatimu?” tanya beliau.

“Tidak ada apa-apa. Saya sedang berdzikir kepada Allah,” jawab Fadhalah.

Rasulullah tertawa mendengarnya.

Kemudian beliau berkata: “Minta ampunlah kepada Allah.”

Sesudah itu beliau meletakkan tangannya ke dada Fadhalah. Hati Fadhalah pun menjadi tenang.

Fadhalah menceritakan kejadian itu dan mengatakan: “Demi Allah. Tidaklah beliau mengangkat tangannya dari dadaku sampai aku merasa tidak pernah Allah menciptakan sesuatu yang lebih aku cintai dibandingkan beliau.”

Aku pun kembali kepada keluargaku. Di tengah jalan aku melewati seorang wanita yang dahulu aku sering mendatanginya.

Katanya: “Kemarilah, kita bicara”

Saya pun berkata: “Tidak.”

Lalu mulailah Fadhalah berujar:

“Dia katakan kemarilah berbincang, Ini tidak dikehendaki Allah dan Islam, Andai kau lihat Muhammad dan pasukannya, Membawa kemenangan pada hari dihancurkannya berhala, Tentulah kau dapati agama Allah ini akhirnya menjadi jelas, Sedangkan wajah kesyirikan diliputi kegelapan”

***

sumber : https://asysyariah.com/kecemburuan-anshar-fathu-makkah-bagian-lima/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s