Yazid bin Muawiyah rahimahullah (2/3)


Sebelumnya

Al-Husain radhiyallahu ’anhu sampai di Karbala dan kematiannya

Sampailah Al-Husain di Karbala dekat dengan Kufah. Mereka dihadapi oleh pasukan besar yang telah disiapkan oleh ‘Ubaidullah bin Ziyad yang dipimpin oleh ‘Umar bin Sa’d bin Abi Waqqash.

Tidak ada perbandingan antara pasukan Al-Husain, yang jumlahnya tidak mencapi 100 dengan lawannya yang mencapai 4.000 orang. Juga tidak selayaknya dikatakan sebagai perang antara dua pasukan.

Terjadilah pertemuan antara Al-Husain radhiyallahu ‘anhu dengan ‘Umar bin Sa’d.

Al-Husain radhiyallahu ‘anhu menawarkan beberapa opsi sebagai jaminan untuk menahan perang dan saling membunuh.

Diriwayatkan bahwa beliau mengatakan: “Pilihlah salah satu dari tiga pilihan yang aku ajukan:

  1. Aku kembali ke tempat yang aku datang darinya,
  2. Atau aku meletakkan tanganku (baiat) terhadap Yazid lalu ia akan menentukan pendapatnya,
  3. Kalian menempatkan aku di perbatasan kaum muslimin yang kalian inginkan, lalu aku menjadi salah satu dari kalangan kaum muslimin yang ada di sana, hak dan kewajibanku sama dengan mereka.

Umar bin Sa’d senang dengan hasil yang menggembirakan ini, yang sebelumnya beliau telah enggan dan benci untuk memerangi Al-Husain radhiyallahu ‘anhu kalau saja Ibnu Ziyad tidak mengancamnya dengan ancaman bunuh.

Umar dan pasukannya shalat di belakang Al-Husain (menjadi makmumnya-pen) ketika mereka menunggu jawaban dari Ibnu Ziyad. Beliau juga segera mengirimkan surat kepada Ibnu Ziyad menawarkan apa yang telah beliau dapatkan.

Ketika Ibnu Ziyad membaca suratnya, dia mengatakan: “Ini adalah sebuah surat dari seorang pemberi nasehat bagi pimpinannya, dan seorang yang sayang terhadap kaumnya. Ya aku terima (tawaran ini). ” 

Yang demikian adalah sebuah petunjuk yang sangat jelas atas bagusnya niatan mereka dan tidak adanya keinginan pada diri mereka untuk menyulutkan api fitnah dan perselisihan.

Akan tetapi seorang provokator/penggerak kejahatan dan fitnah yang disebut dengan Syamr bin Dzil Jusyan merubah pemikiran Yang bagus ini.

Dia mengatakan kepada Ibnu Ziyad: “Apakah engkau mau menerima tawaran ini darinya, padahal dia telah masuk ke wilayahmu dan sudah berada di hadapanmu? Demi Allah, bila dia (Al-Husain) pergi meninggalkan negerimu dalam keadaan tidak meletakkan tangannya di tanganmu, maka dia adalah seorang yang lebih berhak untuk mendapatkan kekuatan dan kedudukan. Sedangkan engkau adalah orang yang lemah dan loyo. Oleh karena itu, jangan kamu berikan kedudukan ini kepadanya. Karena hal ini akan menjadi kelemahan bagimu. Hendaklah engkau memutuskannya clan pasukannya sesuai dengan hukummu. Bila engkau menghukum mereka, maka engkau adalah penguasa yang memiliki hukum. Bila engkau mengampuni mereka maka yang demikian adalah hakmu.

Ibnu Ziyad pun terpengaruh oleh pandangan laki-laki jahat lagi pendosa ini. Kemudian dia mengirim utusan kepada Umar bin Sa’ad dengan apa yang diusulkan laki-laki tadi. Yang demikian adalah kesalahan dari Ibnu Ziyad, juga bentuk kesewenangan dan kezhalimannya.

Ibnu Sa’d melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Ibnu Ziyad, meminta kepada Al-Husain untuk menyerah tanpa syarat sampai kemudian Ibnu Ziyad yang akan memutuskannya.

Akan tetapi Al-Husain radhiyallahu ‘anhu tidak menerimanya karena beliau berkeyakinan bahwa yang demikian adalah kehinaan dan kerendahan. Sehingga peperangan dan saling membunuh harus terjadi.

Pada hari kesepuluh bulan Muharram 61 H berkecamuklah perang antara pasukan Iraq yang berjumlah lebih dari 4.000 personil dengan pengikut Al-Husain radhiyallahu ‘anhu yang tidak lebih dari 80 orang.

Buku-buku sejarah telah mencatat jiwa ksatria yang ditunjukkan oleh pengikut Al-Husain. Beliau meminta kepada mereka (para pengikutnya) agar meninggalkannya dan mencari jalan selamat sendiri-sendiri.

Akan tetapi mereka tidak setuju dengan permintaannya dan tetap berada di sisi beliau mengorbankan nyawa mereka di hadapannya satu persatu. Tidak ada satupun di antara mereka yang tewas kecuali dalam keadaan tegar menghadapi lawan, tidak lari, mencurahkan segenap kekuatannya, dan melepaskan diri mereka dari tanggung jawab di hadapan Allah.

Demikianlah, mereka jatuh meninggal satu persatu di hadapan Al-Husain radhiyallahu ‘anhu hingga beliau tinggal sendirian. Meskipun demikian beliau tidak mau tunduk terhadap lawannya, bahkan yang beliau lakukan adalah menghunus pedangnya dan berperang sebagaimana seorang penunggang kuda yang ahli dan pemberani.

Sampai pada akhirnya beliau gugur di hadapan sejumlah tebasan pedang yang berturut-turut menebasnya. Juga di hadapan kekuatan besar yang mengepungnya dari segala arah.

Pasukan Ibnu Ziyad yang meninggal berjumlah 87 orang.

Al-Husain radhiyallahu ‘anhu meninggal pada usia 57 tahun tidak ada dari pengikutnya yang selamat kecuali lima orang, yaitu: anaknya yang bernama ‘Ali Zainul Abidin. Ketika itu beliau sedang sakit sehingga tidak bisa ikut hadir dalam peperangan. Bibinya yang bernama Zainab binti ‘Ali, adiknya yang bernama ‘Umar, dan dua saudara perempuannya yang bernama Fathimah dan Sukainah.

Umar bin Sa’d mengirim kepala Al-Husain dan para pengikutnya kepada Ibnu Ziyad. Kemudian kembali ke Kufah dengan membawa anak-anak Al-Husain. Ibnu Ziyad memberikan pemuliaan dan pelayanan yang baik terhadap mereka. Lalu Ibnu Ziyad mengirim mereka ke Syam bersama kepala Al-Husain radhiyallahu ‘anhu.

Ketika Yazid melihat mereka, bercucuran air matanya. sambil mengatakan: “Sebenarnya aku telah senang terhadap ketaatan kalian tanpa pembunuhan terhadap Al-Husain. Akan tetapi semoga Allah melaknat Ibnu Sumayyah [maksudnya ‘Ubaidullah bin Ziyad]), demi Allah kalau saja aku yang menghadapinya, maka sungguh aku akan memaafkan mereka. “

Yazid memerintahkan kepada kerabat Al-Husain yang wanita untuk masuk ke rumahnya. Dan anak-anak Al-Husain dimasukkan dalam tanggungannya. Kaum wanita dari kalangan Bani Umayyah berkabung atas jenazah Al-Husain selama tiga hari dan juga ikut merasakan musibah yang menimpa keluarganya.

Kemudian Yazid menjamu mereka semua dengan baik dan memberikan harta yang banyak kepada mereka, selanjutnya beliau memulangkan mereka ke Madinah.

Tidak diragukan lagi bahwa peristiwa terbunuhnya Al-Husain bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu di Karbala’ adalah sebuah tragedi yang menggoncang kerajaan Bani Umayyah dan mengancam kekuasaannya. Kalangan yang dengki dan benci terhadap Islam dari kelompok Syi’ah Rafidhah dan yang lainnya menjadikan peristiwa ini sebagai peluang untuk mengobarkan api fitnah dan menanamkan rasa kedengkian di kalangan kelompok mereka sendiri sampai-sampai gugurnya Al-Husain radhiyallahu ‘anhu bagi mereka adalah lebih besar daripada musibah meninggalnya Rasulullah pembunuhan ‘Umar, “Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ’anhuma.

Mereka (sekte Rafidhah) mengadakan peringatan kematian Al-Husain, pada tiap tahun, sehingga mereka melakukan sekian banyak kejelekan dan celaan terhadap para shahabat. Mereka juga mencaci dan mencela Bani Umayyah, disertai dengan membuat sekian kedustaan dan kebohongan yang bisa membuat rambut kepala beruban (sebelum waktunya-pen). Sampai kemudian mereka menjadi sumber fitnah yang terjadi di kalangan Bani Umayyah dan sebab utama lemahnya kerajaan Bani Umayyah di hadapan musuh­-musuhnya.

Bahkan mereka (Syi’ah Rafidhah) menjadi sumber fitnah (huru hara) dan penyimpangan di sepanjang masa. Sekte ini berhasil menancapkan kuku-kuku makarnya. Mereka merubah sejarah dan sejumlah sunnah (hadits) dan memenuhi keduanya dengan sekian banyak kedustaan dan kepalsuan.

Semoga Allah menjaga kaum muslimin dari kejahatan Syi’ah Rafidhah dengan apa yang Dia kehendaki.

Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.

***

Sumber: Disalin dari buku “TARIKH DAULAH UMAWIYYAH”, Jami’atul Imam Muhammad bin Su’ud al-Islamiyyah, Riyadh Saudi Arabia, Penerbit Hikmah Ahlus Sunnah, Cet.Kedua, Hal.37-56.

sumber : http://www.kisahislam.net/2012/03/19/yazid-bin-muawiyah-rahimahullah-60-h-64-h-bag-kedua/

One response to “Yazid bin Muawiyah rahimahullah (2/3)

  1. Ping balik: Yazid bin Muawiyah rahimahullah (3/3) | Abu Zahra Hanifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s