Husein bin Ali bin Abu Thalib (4) : Pemimpin Para Pemuda Di Surga


Di antara cucu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang dihormati Ahlussunah waljamaah namun diklaim oleh kaum Syiah Rafidhah sebagai tokoh mereka adalah Husain bin Ali Radhiyallahu Anhuma.

Betapa tidak, nama Husain dijadikan zikir oleh kaum Syiah Rafidhah di beberapa ritual mereka. Padahal tidak ada tuntunan apapun dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang hal ini.

Bagi sebagian kalangan, jika ada pembahasan tentang Husain, maka mereka langsung mencapnya bagian dari syiah.

Padahal, Husain adalah Ahlubait Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sehingga kita wajib mencintainya seperti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mencintainya.

Sungguh, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang Ahlulbaitnya,

Dan ahlul baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah dalam memperlakukan ahlul baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah dalam memperlakukan ahlul baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah dalam memperlakukan ahlul baitku.” (HR. Muslim).

Siapakah Husain?

Husain adalah saudara Hasan. Ia lahir pada bulan Sya’ban tahun 4 H. Ia adalah pelipur lara dan orang yang dicintai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di dunia ini.

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Husain bin Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muththalib bin Hasyim Al-Qurasyi Al-Hasyimi Radhiyallahu Anhuma. Kakeknya, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, berkata tentangnya,

إِنَّ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ هُمَا رَيْحَانَتَايَ مِنَ الدُّنْيَا

Sesungguhnya Hasan dan Husain adalah pelipur laraku di dunia.” (At-Tirmidzi).

Sesungguhnya, Hasan dan Husain adalah pemimpin para pemuda penghuni surga.

Hal ini diketahui dari hadits yang diriwayatkan dari Hudaifah bin Al-Yaman. Dia berkata,

“Suatu hari, aku mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Lalu aku melaksanakan shalat Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya bersama beliau.

Setelah itu, aku mengikuti beliau saat hendak memasuki salah satu kamar beliau. Ketika itu beliau berdiri sementara aku berada di belakang beliau. Seolah-olah beliau sedang berbicara dengan seseorang.

Beliau lalu bersabda,

مَنْ هَذَا؟

Siapa ini?

Aku menjawab, “Hudzaifah.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

أَتَدْرِي مَنْ كَانَ مَعِي

“Tahukah engkau siapa yang tadi bersamaku?”

Aku menyahut, “Tidak.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam lalu bersabda,

فَإِنَّ جِبْرِيْلَ جَاءَ يُبَشِّرُنِي أَنَّ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Sungguh, Jibril datang menyampaikan kabar gembira kepadaku bahwa Hasan dan Husain adalah pemimpin para pemuda penduduk surga.”

Hudzaifah lalu berkata, “Mohonkanlah ampunan untukku dan ibuku (wahai Rasul).”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

غَفَرَ اللهُ لَكَ يَا حُذَيْفَةُ وَلِأُمِّكَ

Semoga Allah memberi ampunan kepadamu wahai Hudzaifah begitu juga kepada ibumu.” (HR. Ahmad).

***

sumber : https://umma.id/article/share/id/7/38037/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s