Hasan bin Ali bin Abu Thalib (8) : Setelah Mundur Sebagai Khalifah


Hasan bin Ali bin Abi Thalib adalah salah satu dari cucu Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki legenda terbesar dalam sejarah.

Diantaranya perdamaian yang sebelumnya terjadi perpecahan dikalangan kaum muslimin. Dan diamasa beliau mencapai persatuan kembali sebagaimana yang telah kita bahas.

Sikap beliau itu mendapat pujian banyak sekali, bahkan sebelumnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memuji tindakan itu dalam sabda beliau:

إِنَّ ابْنِي هَذَا لَسَيِّدٌ، إِنْ يَعِشْ يُصْلِحْ بَيْنَ طَائِفَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Sejatinya cucuku ini adalah seorang pemimpin besar. Dan bila ia berumur panjang, niscaya dia akan mempersatukan/ mendamaikan antara dua kelompok ummat Islam yang sedang bertikai” (HR Ahmad dan lainnya).

Demi menghindari perpecahan umat akhirnya ia berbaiat kepada Muawiyah yang dianggap lebih cakap. Hasan juga menyerukan agar seluruh pendukungnya taat dan berbaiat kepada Muawiyah. Maka sejak itulah seluruh kaum muslimin sepakat berbaiat kepada  Muawiyah dan tahun itu disebut amul jamaah (tahun persatuan).

Penghormatan Kepada Hasan bin Ali

Hasan bin Ali memang khalifah yang paling singkat dalam sejarah Islam. Bahkan tidak banyak hal yang ia lakukan untuk negara disaat kempemimpinannya, berhubung situasi saat itu tidak kondusif dan umat dalam keadaan terpecah belah.

Meskipun begitu Hasan bin Ali adalah tokoh yang sangat dimuliakan.

Hasan, memiliki banyak keutamaan. Beliau radhiyallahu ‘anhu adalah Orang yang zuhud, selalu menghabiskan waktu untuk ibadah, haus akan ilmu, dan mengutamakan perdamaian umat daripada kekuasaan.

Begitu juga Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Utsman bin Affan begitu menghormatinya.

Al-Waqidi meriwayatkan bahwa Umar bin Khatab mencatat Hasan bin Ali sebagai salah satu sahabat yang berhak mendapat santunan negara.

Demikian pula Muawwiyah begitu memuliakannya.

Setelah Hasan bin Ali pensiun dari jabatan khalifah, beliau mendapat dana pensiun sebesar 5 juta dirham dari pembendaharaan negara, dan pemasukan dari sebuah wilayah di Persia.

Bahkan, setiap tahun Muawiyah bin Abu Sufyan mengirim hadiah untuk Hasan sebesar 100 dirham.

Setelah beliau berdamai dengan Muawiyah bin Abi Sofyan radhiyallahu ‘anhu, akhirnya beliau pindah ke Madinah bersama semua keluarga beliau dari Bani Hasyim. Karena sebagaimana kita ketahui, diwaktu kekuasaan Ali bin Abi Thalib, keluarga Bani Hasyim secara umum ikut pindah ke Kufah saat kekuasaan dipindahkan oleh Ali bin Abi Thalib.

Setelah itu beliau dan saudaranya Husain bin Ali dan kerabat-kerabat lainnya pergi meninggalkan kufah menuju Madinah dan menetap disana hingga berpulang ke pangkuan Rabb-nya.

***

sumber bacaan :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s