Khalifah Abu Bakar (10) : Penaklukan Iraq & Syam


Selain itu, Abu Bakar juga melanjutkan misi dakwah ekspansif ke wilayah Syam dan Iraq.

Penaklukan Iraq

Ketika peperangan melawan orang murtad telah berakhir, kebijakan selanjutnya yang ditempuh Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah membuka wilayah di Jazirah Arab. Abu Bakar Ash-Shiddiq mulai melaksanakan rencana penaklukan yang sesungguhnya telah dirancang oleh Rasulullah semasa hidupnya. Ia pun mengirimkan pasukan untuk menaklukkan Iraq dan Syam.

Setiap instruksi Abu Bakar Ash-Shiddiq kepada panglima perang di Iraq, yaitu Khalid dan Iyadh, menunjukkan naluri perang dan strategi tingkat tinggi pada diri Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dalam hal ini ia memberikan banyak kebijakan militer dan strategi untuk memenangkan suatu pertempuran melawan musuh. Ia menentukan batasan-batasan wilayah bagi kedua panglima perang tersebut untuk masuk dan menguasai Iraq. Abu Bakar memberikan instruksi itu layaknya sedang berada di ruang operasi militer di Hijaz dan di dinding ruangan terbentang peta wilayah Iraq dengan segala medan dan rutenya.

Khalid bin Walid, sebagai salah satu panglima, terlibat dalam berbagai pertempuran yang terjadi di wilayah Iraq. Itu juga yang menjadi di antara sebab negeri Iraq dapat dikuasai oleh pasukan Islam. beberapa pertempuran tersebut adalah pertempuran Dzatus Salasil, Madzar, Walujah, Ullais, Herat, Anbar, ‘Ain Tamar, Dumatul Jandal, Al-Hushaid dan Al-Firadh.

Penaklukan Syam

Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq hendak menaklukkan Syam, ia meminta saran dan pendapat para sahabat Rasulullah. Ia pun meminta bantuan pada penduduk Yaman untuk melakukan jihad bersama dengan kaum muslimin lainnya. Ia juga membentuk beberapa satuan perang yang dikepalai komandan perang, dan mengirim mereka ke negeri Syam.

Ada empat satuan perang yang dikirim ke Syam, masing-masing dipimpin oleh Yazid bin Abi Sufyan, Abu Ubaidah bin Jarrah, Amr bin Ash dan Syurahbil bin Hasanah.

Pasukan perang yang dikirim untuk membebaskan Syam ini menghadapi berbagai macam kesulitan dalam menjalankan misinya. Mereka harus berhadapan dengan bala tentara Romawi yang terkenal kuat dan tangguh, serta berjumlah sangat besar.

Itulah sebabnya, pasukan Islam mengirim surat kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk memberitahukan kesulitan yang sedang mereka hadapi. Abu Bakar pun memerintahkan mereka untuk mundur ke wilayah Yarmuk dan berkumpul di sana, lalu memerintahkan Khalid untuk berangkat dengan sebagian pasukannya yang sedang berada di Iraq menuju Syam dan menjadi komandan pasukan perang di Syam.

Khalid bin Walid mampu mewujudkan keinginan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia berhasil mengalahkan pasukan musuh di Syam, dan memenangkan pertempuran melawan musuh di Ajnadain dan Yarmuk


https://www.kiblat.net/2016/03/08/kebijakan-strategis-abu-bakar-ash-shiddiq-2-memerangi-orang-orang-murtad/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s