Khalifah Abu Bakar (6) : Pengangkatan Abu Bakar Menjadi Khalifah


Peristiwa Saqifah Bani Sa’idah

Ketika tersiarnya bertita tentang wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, sebagian para sahabat tidak mempercayainya dan bahkan ada di antara mereka yang menetangnya.

Hal ini terus berlanjut sampai kemudian Abu Bakar mendatangi mesjid dimana Rasulullah terbaring. Setelah meminta izin kepada Aisyah, Abu Bakar menghadap jasad Rasulullah dan kemudian menciumnya seraya meneteskan air mata. Abu Bakar berkata, “Demi bapak dan ibuku wahai Rasulullah, Sungguh Allah taala tidak akan menggabungkan dua kematian pada dirimu, sedangkan kematian pertama yang telah ditetapkan padamu telah engkau temui” [1].

Abu Bakar al-Shiddiq kemudian keluar menemui orang banyak yang di antara mereka adalah Umar bin Khattab yang tidak mempercayai berita wafatnya Rasulullah. Abu Bakar al-Shiddiq menaiki mimbar dan meminta kepada seluruh yang hadir untuk duduk. Abu Bakar al-Shiddiq kemudian berkata, “Siapa yang menyembah Muhammad maka sungguh Muhammad telah tiada, dan siapa yang menyembah Allah maka sesungguhnya Allah maha hidup dan tidak mati”.

Abu Bakar al-Shiddiq melanjutkan pembicaraannya dengan membacakan firman Allah subhanahu wataala :

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قـَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انـْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يـَنـْقَلِبْ عَلَى عَقِبـَيْهِ فـَلَنْ يَ ضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ (آل عمران: 144

Artinya, “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika Dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 144)

Setalah wafatnya Rasulullah, para sahabat merasakan adanya kegalauan ataupun kegundahan tentang siapa yang akan menjadi pemimpin selanjutnya. Kaum Anshar mencoba untuk mencarikan solusi dengan berkumpul di Saqifah bani Sa`idah dan sedangkan kaum Muhajirin berkumpul di mesjid guna menyelenggarakan janazah Rasulullah.

Mendengar adanya perkumpulan untuk menentukan pemimpin baru dari kalangan Anshar, sekelompok para sahabat yang terdapat di dalamnya Abu Bakar al-Shiddiq, Umar bin Khattab, Abu Ubadidah Amir bin Jarrah dan lainnya mendatangi tempat Saqifah bani Saidah yang biasa digunakan oleh kaum Anshar dalam bermusyawarah.

Terjadilah perdebatan yang sengit antara kaum Muhajirin dengan Anshar perihal pengganti Rasulullah dalam mengurusi urusan umat. Sampai salah seorang dari kaum Anshar berkata; “Kami ini adalah ansharullah (penolong Allah), tentara Muslim, sedangkan kalian kaum Muhajirin hanyalah sekelompok orang yang berada pada nabi kami dan jumlah kalian juga sedikit. Apakah kalian menginginkan tali kepemimpinan kami putus dan kemudian kami dikeluarkan dari kota kami sendiri”.

Menangggapi ucapan tersebut, Abu bakar al-Shiddiq berkata; “Sungguh kebaikan yang telah kalian ucapkan wahai kaum Anshar adalah kebaikan yang kalian lakukan. Sebagaimana yang telah diakui oleh bangsa Arab bahwa orang- orang Quraiys terhormat dari segi keturunan dan tempat tinggal. Oeleh sebab itu aku merelakan di antara dua orang ini untuk kalian pilih salah satunya untuk menggantikan peran kepemimpinan Rasulullah”. Abu bakar al-Shiddiq kemudian mengangkat tangan Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah bin al-Jarrah[2].

Abu Bakar al-Shiddiq mengangkat tangan mereka berdua dengan tujuan mencalonkan
mereka sebagai pengganti Rasulullah. Namun, Umar merasa keberatan ketika dicalonkan oleh Abu Bakar al- Shiddiq, ia mencoba mengelak dengan mengatakan; “Wahai kaum Anshar, bukankah kalian telah mengetahui bahwa Abu Bakar merupakan orang yang direstui oleh Rasulullah untuk mengimami shalat. Maka siapa yang setuju di antara kalian maka berikanlah dukungan“.

Loby politik yang dilancarkan oleh Umar bin Khattab untuk mengangkat Abu bakar al-Shiddiq belum sepenuhnya berhasil. Sebab sekelompok orang dari Anshar tetap menolak pengangkatan Abu Bakar dan bersikeras untuk mengangkat pemimpin dari kelompok mereka. Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang, Umar bin Khattab kemudian berupaya untuk mengkongkritkan penentuan pengganti Rasulullah dengan menyampaikan pendapatnya. Suara Umar tersebut kemudian membulatkan kesepakatan untuk mengangkat Abu Bakar al-Shiddiq sebagai khalifah dari rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Dalam orasinya Umar berkata, “”Wahai orang- orang Islam, Susungguhnya yang pertama kali menyertai nabi Muhammad dan mereka berdua di dalam gua adalah Abu bakar al-Shiddiq”[3].

Umar bin Khattab kemudian mengangkat tangan Abu Bakar al-Shiddiq dan membaiatnya sebagai Khalifah. Kemudian hal ini dilanjutkan oleh orang-orang yang ada di Saqifah bani Sa’idah untuk membai`at Abu Bakar sebagai Khalifah dari kalangan Anshar. Umar berkata ; “Demi Allah, tidak ada seorangpun yang membai’at Abu bakar sebelumku, kemudian mengalirlah dukungan kepada Abu bakar al-Shiddiq sebagai khalifah Rasulullah setelahku [4].

Faktor Faktor Terangkatnya Abu Bakar al-Shiddiq Sebagai Khalifah

Terangkatnya Abu Bakar al-Shiddiq untuk menjadi pemimpin bagi umat Islam setalah wafatnya Rasulullah bukanlah suatu kebetulan. Akan tetapi jika dianalisa lebih dalam dapat disimpulkan bahwa sosok Abu Bakar al-Shidiq telah dikader untuk menjadi pengganti Rasulullah setelah ia tiada.

Kebenaran hal ini dapat disimpukan dari beberapa indikator sebagai berikut, yaitu:

Pertama, kepemimpinan Abu Bakar dalam Shalat menjadi acuan dalam kepemimpinan Abu Bakar al-Shiddiq sebagai pengganti Nabi.

Ketika Rasulullah menderita sakit sebelum ia wafat, belaiu tidak mampu untuk menjadi imam bagi orang-orang yang telah berkumpul di mesjid untuk melaksanakan shalat.

Bilal menemui Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah yang akan menjadi imam bagi kami. Rasulullah menjawab: mintalah Abu Bakar untuk menjadi imam shalat”. Abu Bakar kemudian menjadi Imam shalat bagi jamaah yang ada di mesjid selama delapan hari dan sementara itu wahyu turun. Rasulullah diam karena Allah diam dan orang-orang yang beriman diam karena Rasulullah diam. Rasulullah kemudian berkata, “Semoga Allah memberkatimu” (wahai Abu Bakar)[5].

Kedua, Abu Bakar al-Shiddiq merupakan sahabat yang paling utama, dekat dan setia dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Hal ini diyatakan dalam sebuah hadis dari Rasulullah :

عَنِ ابْ نِ عَبَّاسٍ – رضى االله عنهما – عَنِ النَّبِىِّ – صلى االله عليه وسلم – قَالَ « وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِ ذًا مِنْ أُمَّتِى خَلِيلاً لاَتَّخَذْتُ ، أَبَا بَكْرٍ وَلَكِنْ أَخِى وَصَاحِبِى »رواه البخاري

Artinya, “Dari Ibnu Abbas ra dari Rasulullah SAW ia pernah bersabda, “Jika seandainya aku dibolehkan untuk mengambil teman dekat dari ummatku maka sungguh aku akan memilih Abu Bakar. Akan tetapi ia adalah saudara dan juga sahabatku.” (HR. Bukhary)[6].

Ketiga, Rasulullah pernah merekomendasikan Abu Bakar al-Shiddiq dalam memutuskan perkara di tengah umat.

Hal ini dijelaskan dalam hadis :

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبـَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَتِ امْرَأَةٌ النَّبِىَّ – صلى االله عليه وسلم فَأَمَرَهَا أَنْ تـَرْجِ عَ إِلَيْهِ . قَ الَتْ أَرَأَيْتَ إِنْ جِ ئْتُ وَلَمْ أَجِدْكَ كَأَنـَّهَا تـَقُولُ الْمَوْتَ . قَالَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ « إِنْ لَمْ تَجِ دِينِى فَأْتِى أَبَا بَكْرٍ : رواه البخاري

Artinya: “Dari Muhammad bin Jubair bin Muth`im dari bapaknya ia berkata bahwa ada seorang perempuan pernah mendatangi Rasulullah dan ia kemudian diperintahkan untuk datang kembali. Perempuan itu berkata, “Bagaimana seandainya aku kembali dan tidak mendapatimu (seakan yang dimaksud oleh wanita itu adalah meninggal). Rasulullah menjawab, “Jika seandainya engkau tidak menemuiku maka temuilah Abu
Baka” (HR. Al-Bukhary)[7].

Keempat, Abu Bakar al-Shiddiq memperoleh kemulian yang lebih dari sahabat lain ketika beliau senantiasa menemani Rasulullah SAW dalam berhijrah.

Kesetiaan Abu bakar dalam mendampingi dan melindungi Rasulullah tersebut, dipuji oleh Allah taala dalam firman-Nya:

إِلاَّ تـَنْصُرُوهُ فـَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثـْنـَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يـَقُولُ لِصَاحِ بِهِ لاَ تَحْزَ نْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا (التوبة: 40

Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya
Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS. Al-Taubah: 40).

Kelima, Rasulullah mempercayakan kepada Abu bakar al-Shiddiq untuk memimpin rombingan jamaah haji pada haji al-Ammah yaitu haji sebelum haji wada’.

Maka hal ini menurut penulis, mengindikasikan bahwa Rasulullah SAW mengkader Abu Bakar alShiddiq untuk menjadi pemimpin setelah dirinya [8].


Footnote :

  1. Muhammad bin Ahmad bin Utsman al-Dzahaby, al-Khulafa’ al-Rasyidun min Tarikh alIslamy, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1408 H), hlm. 3
  2. Muhammad bin Ahmad bin Utsman al-Dzahaby, op. cit., hlm. 3
  3. Muhammad bin Sa`ad bin Muni` al-Bashry, al-Thabaqat al-Kubra, (Beirut: dar al-Fikri, tt), Jilid 3, hlm. 182
  4. Abu Bakar bin al-Araby, al-Awashim min al-Qawashim fi Tahqiqi Mawaqifi al-Shahabah Ba`da Wafati al-Nabiy, (Beirut: Maktabah Usamah bin Zaid, 1399H), hlm. 45
  5. Al-Hafizh Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthy ,op cit., hlm. 60
  6. Al-Bukhary, loc. cit., Jilid 3, hlm. 8
  7. Al-Bukhary, op. cit., Jilid 7, hlm. 17
  8. Al-Hafizh Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthy, op. cit., hlm. 75

Selengkapnya dalam sumber : http://repository.uin-suska.ac.id/5719/3/BAB%20II.pd//

 

One response to “Khalifah Abu Bakar (6) : Pengangkatan Abu Bakar Menjadi Khalifah

  1. Ping balik: Sikap Ahlussunnah Dalam Menyikapi Pertikaian Yang Terjadi Diantara Sahabat | Abu Zahra Hanifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s