Pembunuhan Duta Islam Harits bin Umair, Pemicu Perang Mu’tah


Sebab Terjadinya Perang Mu’tah

Al-Waqidi menyebutkan tentang sebab terjadinya perang Mu’tah, yaitu bahwasanya Rasūlullāh ﷺ mengirimkan seorang sahabat yang bernama Al-Haarits bin ‘Umair Al-Azdi untuk mengirimkan surat beliau kepada ‘Azhim Bashra (pemimpin kota Bashra).

Rasūlullāh ﷺ ingin mendakwahi ‘Azhim Bashra agar masuk islam melalui surat tersebut. Di tengah perjalanan, Al-Harits bin Umair Al-Azdi dihadang oleh Syurahbiil bin ‘Amr al-Ghassaani yang berasal dari kabilah Ghassaan.

Syurohbiil adalah salah seorang amiir (gubernur) yang ditugaskan oleh Heroclius untuk memimpin salah satu daerah di Syaam (yaitu kota Balqoo’).

Al-Haarits bin ‘Umair Al-Azdi kemudian diikat dan dibunuh oleh Syurahbiil. Rasūlullāh ﷺ pun marah dengan perbuatan Syurahbiil yang membunuh utusan beliau, dimana seharusnya utusan negara tidak boleh dibunuh berdasarkan kesepakatan antar negara.

Rasūlullāh ﷺ kemudian menyiapkan pasukan untuk menyerang kabilah Ghasan di sebelah utara kota Madinah dan kabilah-kabilah lainnya seperti kabilah Lakhm. Kabilah-kabilah tersebut beragama nashrani dan loyal kepada Heroclius, raja Romawi.

Lokasi kabilah-kabilah tersebut berada di dekat Syam, tempatnya orang-orang Romawi. Oleh karena itu, kabilah-kabilah tersebut pada hakekatnya adalah anak buah dari Heraclius. Rasūlullāh ﷺ mengirimkan 3.000 pasukan kaum muslimin, tidak seperti biasanya dikarenakan beliau khawatir kabilah-kabilah tersebut akan meminta bantuan kepada Romawi, sebuah negara kuat dengan jumlah pasukan jutaan orang.

Tatkala utusan ini sampai di Mu’tah (Timur Yordania), ia dihadang dan dibunuh, padahal menurut adat yang berlaku pada saat itu –dan berlaku hingga sekarang- bahwa utusan tidak boleh dibunuh dan kapan saja membunuh utusan, maka berarti menyatakan pengumuman perang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam marah akibat tindakan jahat ini, beliau mengirim pasukan perang pada Jumadil Awal tahun ke-8 Hijriah yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika Zaid mati syahid, maka Ja’far yang menggantikannya. jika Ja’far mati syahid, maka Abdullah bin Rawahah penggantinya.”

Ini pertama kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tiga panglima sekaligus karena beliau mengetahui kekuatan militer Romawi yang tak tertandingi pada waktu itu.

Tentara Allah Subhanahuwa Ta’ala Berangkat

Pasukan ini berangkat hingga tiba di Ma’an wilayah Syam dan sampai kepada mereka berita bahwa Raja Romawi bernama Heraklius telah tiba di Balqa bersama 100.000 tentara dan bergabung bersama mereka kabilah-kabilah Arab yang beragama Nasrani yang berjumlah 100.000 tentara sehingga total tentara musuh berjumlah 200.000 tentara.

Setelah para sahabat bermusyawarah, sebagian mereka mengatakan, “Kita mengirim utusan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau menambahkan kekuatan tentara atau memerintahkan kepada kita sesuatu.”

Lalu panglima mereka yang ketiga, Abdullah bin Rawahah radhiallahu ‘anhu, menyemangati mereka seraya mengatakan,

“Wahai kaum! Demi Allah, sesungguhnya apa yang kalian takutkan sungguh inilah yang kalian cari (yakni) mati syahid. Kita tidak memerangi manusia karena banyaknya bilangan dan kekuatan persenjataan, tetapi kita memerangi mereka karena agama Islam ini yang Allah muliakan kita dengannya. Bangkitlah kalian memerangi musuh karena sesungguhnya tidak lain bagi kita melainkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu menang atau mati syahid.”

Maka sebagian mereka berkata, “Demi Allah, Ibnu Rawahah benar.”

Lalu mereka berangkat sampai mereka tiba di Balqa tempat musuh berada.

Ini menunjukkan betapa besar keberanian para sahabat dalam jihad memerangi musuh-musuh Allah, semoga Allah melaknat Syi’ah yang mencela para sahabat.

***

Sumber Bacaan :

3 responses to “Pembunuhan Duta Islam Harits bin Umair, Pemicu Perang Mu’tah

  1. Ping balik: Syuhada Perang Mu’tah | Abu Zahra Hanifa

  2. Ping balik: Sirah Nabi (58) : Perang Tabuk | Abu Zahra Hanifa

  3. Ping balik: Kumpulan Artikel Seputar Sirah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam (2) | Abu Zahra Hanifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s