Jual Beli dengan Sumpah Palsu untuk Melariskan Dagangan


Menggunakan sumpah palsu (dusta) dalam jual beli merupakan sebab dihapusnya keberkahan. Hapusnya keberkahan artinya berkurang atau tidak adanya sama sekali keberkahan dalam jual beli walaupun mungkin dari segi keuntungan bertambah atau banyak.

Imam Muslim rahimahullah dan Ahlus Sunan (penulis kitab-kitab Sunan) meriwayatkan dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَيُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ: اَلْمُسْبِلُ، الْمَنَّانُ، وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلَفِ الْكَاذِبِ.

“Ada tiga golongan manusia yang pada hari Kiamat nanti tidak akan Allah ajak bicara dan Allah tidak sudi melihat mereka dan tidak mensucikan mereka (dari dosa-dosa) dan mereka mendapatkan adzab yang pedih, yaitu orang yang memanjangkan kainnya melebihi mata kaki, orang yang mengungkit-ungkit kebaikan, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah dusta”.

Berlaku jujur dalam jual beli merupakan salah satu sebab datangnya keberkahan. Hal ini berdasarkan hadits Hakim bin Hizam Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِى بَيعِهِمَا.

“Maka jika keduanya (penjual dan pembeli) berlaku jujur dan menjelaskan akan diberkahi pada jual beli keduanya”.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)” [At-Taubah/9: 119].

Dalam hadits disebutkan:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى البِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا.

“Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke Surga. Sesungguhnya seseorang membiasakan dengan berkata jujur (dan selalu berusaha untuk berkata jujur) sehingga ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur.” [Hadits ini disepakati keshahihannya dan diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu].


Sumber: https://almanhaj.or.id/4047-jual-beli-tanpa-menjelaskan-aib-pada-barang-jual-beli-dan-sumpah-palsu-untuk-melariskan-dagangan.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s