Jual Beli Sharf


Jual Beli Sharf (Valuta Asing/Money Changer)

Sharf secara bahasa artinya tambahan.

Adapun pengertiannya secara syar’i ialah menjual mata uang dengan mata uang yang lain, seperti menjual emas dengan perak, dan masuk dalam pengertian jual beli ini semua mata uang yang dikenal pada masa sekarang ini. Sharf diambil dari kata ash-Sharriif yaitu suara mata uang logam saat berada dalam timbangan.

Syarat-syarat sahnya jual beli valuta asing :

  1. Adanya taqaabudh, yaitu kedua belah pihak harus melakukan transaksi secara langsung pada tempat akad sebelum berpisah.
  2. Kadar atau ukurannya harus sama.
  3. Tidak ada hak khiyar (menentukan pilihan lebih tinggi atau lebih rendah).

Yang dimaksud dengan taqaabudh ialah kedua belah pihak harus bertransaksi (menerima barang) secara langsung sebelum keduanya berpisah, untuk mencegah terjadinya riba nasi-ah.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh jama’ah (Ahmad, al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, at-Tirmidzi, dan an-Nasa-i) dari ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيْرُ بِالشَّعِيْرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ، وَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ اْلأَصْنَافُ فَبِيْعُوْا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ.

“Emas (harus dijual) dengan emas, perak dengan perak, gandum yang sudah dikupas dengan gandum yang sudah dikupas, gandum yang masih berkulit dengan gandum yang masih berkulit, kurma dengan kurma, garam dengan garam, (namun) semuanya harus sama ukurannya dan harus berhadapan muka (transaksi harus dilakukan dengan langsung). Apabila jenisnya berbeda (seperti menjual emas dengan perak), maka berjual belilah sebagaimana yang kalian kehendaki apabila dilakukan dengan saling berhadapan muka”.

Yang dimaksud dengan syarat kedua (kadarnya harus sama), ialah apabila satu jenis dijual dengan jenis yang sama seperti emas dijual dengan emas atau perak dijual dengan perak, sehingga adanya tamatsul (kesamaan kadar) disyaratkan dalam jual beli ini, karena jual beli seperti ini tidak boleh dilakukan kecuali jika kadarnya sama dan timbangannya pun sama.

Adapun mata uang-mata uang yang ada pada saat ini seperti Riyal, Dinar dan Junaih ataupun yang lainnya, maka ini bertingkat-tingkat sesuai dengan harga tukarnya.

Misalnya, Riyal ditukar dengan harga yang lebih sedikit atau lebih banyak dari mata uang lainnya dengan syarat pembeli menerima barang secara langsung di tempat transaksi (qabadh).

Dan tidak boleh memberi syarat khiyar antara dua orang yang bertransaksi dalam jual beli ini, karena sudah ada qabadh yang merupakan syarat mutlak sahnya jual beli ini.


Selengkapnya dalam sumber: https://almanhaj.or.id/4033-jual-beli-muqayadhah-jual-beli-murathalah-jual-beli-sharf-valuta-asingmoney-changer.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s