Jual Beli Musharrah


Jual Beli Musharrah

Yaitu si penjual menahan susu yang ada pada binatang ternak untuk menimbulkan kesan bahwa binatang tersebut memiliki banyak susu (sehingga harganya menjadi mahal).

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abi Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

لاَ تُصِرُّوا اْلإِبِلَ وَالْغَنَمَ فَمَنِ ابْتَاعَهَا بَعْدُ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ بَعْدَ أَنْ يَحْلُبَهَا: إِن ْشَاءَ أَمْسَكَهَا وَإِن ْشَاءَ رَدَّهَا وَصَاعًا مِنْ تَمْرٍ

“Janganlah kalian menahan susu unta dan kambing (agar kelihatan gemuk). Barangsiapa membeli binatang tersebut dan setelah diperah susunya (ternyata kelihatan tidak gemuk), maka ia boleh memilih dua pilihan yang terbaik, ia boleh memilikinya atau mengembalikannya dengan tambahan kurma satu sha’”[1].

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:

فَهُوَ بِالْخِيَارِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ.

“Maka ia (si pembeli) boleh menentukan pilihan selama tiga hari.”

Hadits ini berisi larangan melakukan peni-puan dengan cara membiarkan susu pada binatang ternak ketika ingin menjualnya sehingga susu terlihat banyak di kelenjar susu binatang tersebut, lalu si pembeli mengira bahwa binatang itu memang selalu mengeluarkan banyak susu.

Larangan ini mengharuskan adanya pengharaman. Untuk mencegah terjadinya perselisihan antara penjual dan pembeli, maka hadits datang untuk memberikan solusinya yaitu:

فَهُوَ بِالْخِيَارِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ.

“Maka ia (si pembeli) boleh menentukan pilihan selama tiga hari”.

Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

لاَ تُصِرُّوا اْلإِبِلَ وَالْغَنَمَ فَمَنِ ابْتَاعَهَا بَعْدُ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ بَعْدَ أَنْ يَحْلُبَهَا: إِنْ شَاءَ أَمْسَكَهَا وَإِنْ شَاءَ رَدَّهَا وَصَاعًا مِنْ تَمْرٍ.

“Janganlah kalian menahan susu unta dan kambing (agar terlihat gemuk). Barangsiapa yang membeli binatang tersebut dan setelah diperah susunya (ternyata kelihatan tidak gemuk), maka ia boleh memilih dua pilihan yang terbaik, yaitu ia boleh memilikinya terus atau mengembalikannya dengan tambahan kurma satu sha’.

Dengan demikian si pembeli berhak untuk menolak musharrah (binatang yang sengaja digemukkan dengan cara menahan susunya) karena hal itu termasuk gharar berupa penipuan.

Walaupun demikian, ia berhak untuk menentukan pilihan, antara memilikinya atau mengembalikannya. Ia berhak memilih yang terbaik dari dua pilihan yang sudah disebutkan tadi, dan jual belinya menjadi sah. Ia tetap berhak untuk memilih dengan pilihan yang sudah disebutkan meskipun ia mengetahui dari si penjual bahwa binatang tersebut memang sengaja digemukkan, baik ia mengetahuinya sebelum memerah susu ataupun setelahnya. Jika ia ingin tetap terus memilikinya, maka dengan harga lama yang sudah disepakati. Adapun jika ia ingin mengembalikan binatang tersebut kepada si penjual, maka ia boleh mengembalikannya dengan syarat harus memberikan satu sha’ kurma kepada si penjual sebagai ganti susu yang ada di kelenjar hewan tersebut yang sudah ia perah. Dan inilah madzhab jumhur ulama.

Adapun al-Ahnaf (Hanafiyyah), mereka berpendapat bahwa si pembeli boleh mengembalikan hewan yang dibelinya, tanpa harus memberikan sesuatu apa pun kepada si penjual. Susu yang telah diambil menjadi milik si pembeli sebagai pengganti dari dana yang sudah ia keluarkan untuk memberi makanan hewan tersebut.

Pendapat yang saya lebih condong kepadanya ialah apa yang telah datang dalam hadits di muka. Hadits tersebut dengan tegas menyebutkan bahwa apabila ia (si pembeli) ingin mengembalikan hewan tersebut, maka ia harus mengembalikannya dengan memberikan satu sha’ kurma kepada si penjual sebagai imbalan dari susu yang diperahnya. Jika ia ingin terus memilikinya, maka ia cukup membayar dengan harga yang sudah ia serahkan kepada si penjual.


Footnote :

[1]. Satu sha’ adalah empat mudd atau sekitar 2,175 kg.-pent.

Selengkapnya dalam sumber: https://almanhaj.or.id/4042-jual-beli-murabahah-jual-beli-muathah-jual-beli-musharrah.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s