Jual Beli Mu’athah


Jual Beli Mua’thah

Yaitu kedua belah pihak (penjual dan pembeli) yang melakukan akad masing-masing memberikan barteran (alat tukar) kepada yang lain. Si penjual memberikan barang kepada si pembeli dan si pembeli memberikan uang kepada si penjual, tanpa menyebutkan kata ijab qabul.

Maknanya yaitu kedua belah pihak yang melakukan akad sepakat atas harga barang dan jenisnya lalu keduanya saling memberikan kepada yang lain tanpa menyebut harga atau jenis barang. Dan hal tersebut telah menjadi kebiasaan di antara mereka berdua.

Misalnya, seorang pembeli mangambil barang dan membayar harganya kepada pemiliknya tanpa ada pembicaraan ataupun isyarat.

Catatan Penting :

  • Jual beli seperti ini banyak terjadi di pusat-pusat perbelanjaan, seperti si pembeli mengambil berbagai jenis barang yang sudah dituliskan harga di atasnya, lalu ia mengambil barang-barang tersebut dan membayarnya tanpa menanyakan harganya.
  • Para ulama dari kalangan Malikiyyah dan Hanabilah menyebutkan tentang sahnya jual beli mu’ahtah ini, selama hal itu menjadi kebiasaan masyarakat setempat, sehingga menunjukkan adanya keridhaan dari kedua belah pihak (penjual dan pembeli).
  • Adapun ulama dari kalangan Syafi’iyyah mensyaratkan sahnya akad ini dengan menyebutkan lafazh-lafazh (ijab qabul) yang jelas atau dengan tulisan. Dan mereka berkata, “Jual beli ini tidak sah (tanpa adanya lafazh yang sharih (jelas) atau tulisan yang menunjukkan ijab qabul-penj).
  • Imam an-Nawawi dan al-Baghawi menyebutkan tentang sahnya jual beli ini.

Saya (penulis) pribadi lebih condong kepada pendapat yang menyatakan sahnya jual beli ini, karena manusia terbiasa melakukan ini di mana si pembeli mendapatkan harga barang tertulis pada barang tersebut, lalu ia mengambilnya dan membayar harganya dengan keridhaannya untuk mengungkapkan bahwa ia menerima hal tersebut. Jual beli seperti ini sudah pernah dilakukan sejak dahulu di mana manusia melakukan jual beli mu’athah di pasar-pasar mereka dan belum pernah dinukil bahwa ada orang mengingkarinya. Wallaa-hu a’lam.


Selengkapnya dalam sumber: https://almanhaj.or.id/4042-jual-beli-murabahah-jual-beli-muathah-jual-beli-musharrah.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s