Jual Beli Jazaf


Jual Beli Jazaf (Tanpa Ditimbang atau Ditakar).

Jual beli jazaf yaitu jual beli sesuatu tanpa mengetahui secara pasti takaran, timbangan atau jumlahnya, namun hanya dengan cara memperkirakan dan melihatnya dengan langsung.

Seperti jika seseorang berkata, “Barang-barang ini silahkan kalian beli!” Lalu si pembeli berkata, “Aku bersedia membeli semua barang-barang ini berikut isinya dengan harga seratus” . Padahal ia tidak mengetahui secara pasti takaran atau timbangannya, ataupun jumlahnya.

Jual beli ini hukumnya boleh.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir Radhiyallahu anhu, ia berkata:

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الصُّبْرَةِ مِنَ التَّمْرِ لاَ يُعْلَمُ كَيْلُهَا بِالْكَيْلِ الْمُسَمَّى مِنَ التَّمْرِ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menjual setumpukan kurma yang belum diketahui timbangannya dengan kurma yang sudah diketahui timbangannya”.

Dalam hadits ini ada penjelasan tentang bolehnya menjual kurma tanpa ditimbang terlebih dahulu jika harganya berupa uang, karena jika harga untuk kurma tersebut berupa kurma yang sejenis, maka jual belinya menjadi haram karena di sana ada unsur riba fadhl, karena kurma termasuk ashnaf ribawiyyah (barang-barang yang rentan terjadi padanya unsur riba) dalam jual beli.

Contohnya seperti menjual emas dengan emas atau menjual perak dengan perak ataupun yang lainnya dari barang-barang yang sering terkena unsur riba, maka tidak boleh menjual barang-barang ini dengan barang yang sejenis dengannya tanpa ditakar dan ditimbang terlebih dahulu karena dikhawatirkan adanya tambahan atau kelebihan pada salah satu dari dua barang yang ditukar tersebut yang tidak ada pada salah satu yang lainnya.

Jama’ah (imam hadits) kecuali at-Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata:

كَانُوْا يَتَبَايَعُوْنَ الطَّعَامَ جُزَافًا بِأَعْلَى السُّوْقِ فَنَهَاهُمُ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعُوْاحَتَّى يَنْقُلُوْهُ.

“Mereka (para Sahabat) biasa melakukan jual beli makanan (gandum dan sebagainya) di tengah-tengah pasar tanpa ditimbang dan ditakar terlebih dahulu, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meraka untuk menjual makanan tersebut sampai mereka memindahkannya (ke tempat yang lain)”.

Dalam hadits ini terdapat dalil bolehnya jual beli barang tanpa ditimbang dan ditakar terlebih dahulu karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan mereka melakukan jual beli yang demikian, namun beliau melarang mereka dari jual beli sesuatu yang sudah mereka beli sebelum mereka menerimanya.

Ibnu Qudamah berkata, “Boleh melakukan jual beli setumpukan barang tanpa ditimbang dan tanpa ditakar terlebih dahulu, dan kami tidak mengetahui adanya khilaf (perbedaan pendapat) dalam masalah ini walaupun penjual dan pembeli tidak mengetahui kadarnya secara pasti”.


Selengkapnya dalam sumber: https://almanhaj.or.id/4034-jual-beli-jazaf-tanpa-ditimbang-atau-ditakar-menjual-hutang-dengan-hutang.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s