Tanggapan Untuk Ketua PBNU yang Mengatakan, “Pemimpin Kafir yang Adil Lebih Baik daripada Pemimpin Muslim yang Dzalim”


Sejak beberapa waktu lalu telah beredar pernyataan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj (Kyai SAS) yang mengatakan bahwa “pemimpin kafir yang adil lebih baik dari pada pemimpin muslim yang zhalim.” Kemudian berkembang hingga Kyai SAS diwawancarai dan dia membela diri. Sejauh ini, belum banyak yang membantah atau menanggapi, entah karena dianggap tidak layak dibantah atau sudah jenuh karena banyaknya “gharaib atau kontroversi” yang dilontarkan oleh Kyai SAS selama ini.

Mengingat masih banyak orang awam, yang sangat dikhawatirkan termakan oleh pencitraannya bahwa pemimpin kafir yang ada ini adil dan yang muslim adalah zhalim, atau pencitraannya bahwa kaum mulimin boleh menyoblos pemimpin kafir, bahkan itu lebih baik Dario pada nyoblos pemimpin muslim, maka saya perlu menulis tanggapan mewakili sebagian umat Islam yang prihatin terhadap pernyataan Kyai SAS.

Di video itu Pak kyai ditanya terkait pemimpin non muslim yang yang adil, yang pernah dia sampaikan bahwa itu lebih baik dari pemimpin muslim yang zhalim. Maka Prof. Dr. Said Aqil Siraj berkata :

Pertama ingin saya tegaskan bahwa apa yang saya sampaikan itu hari rapat kerja lembaga pertanian NU di hotel Akasia saya tegaskan pada wartawan pendapat saya ini sama sekali tidak ada kait mengkait dengan pencalonan gubernur DKI, Ahok, … tapi saya menyampaikan apa yang ada bahwa pendapat ulama besar Ibn Taimiah pemimpin yang adil non muslim jauh lebih baik dari pada pemimpin muslim yang zhalim”.

Kemudian dia mengutip perkataan ibn taimiyah rahimahullah :

وامور النَّاس انما تستقيم فِي الدُّنْيَا مَعَ الْعدْل الَّذِي قد يكون فِيهِ الِاشْتِرَاك فِي بعض انواع الْإِثْم اكثر مِمَّا تستقيم مَعَ الظُّلم فِي الْحُقُوق وان لم يشْتَرك فِي اثم. وَلِهَذَا قيل ان الله يُقيم الدولة العادلة وان كَانَت كَافِرَة وَلَا يُقيم الظالمة وان كَانَت مسلمة وَيُقَال الدُّنْيَا تدوم مَعَ الْعدْل وَالْكفْر وَلَا تدوم مَعَ الظُّلم والاسلام. وَقد قَالَ النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم لَيْسَ ذَنْب اسرع عُقُوبَة من الْبَغي وَقَطِيعَة الرَّحِم فالباغي يصرع فِي الدُّنْيَا وان كَانَ مغفورا لَهُ مرحوما فِي الاخرة. وَذَلِكَ ان الْعدْل نظام كل شَيْء فَإِذا اقيم امْر الدُّنْيَا بِالْعَدْلِ قَامَت وَإِن لم يكن لصَاحِبهَا فِي الأخرة من خلاق.( الاستقامة (2/ 246-247)

Berikut ucapan Kyai SAS dalam mengutip, menerjemahkannya dan mengomentarinya :

Persoalan manusia itu bisa tegak dengan baik didunia ini hanya dengan keadilan, yang boleh jadi keadilan pemerintah yang menegakkan keadilan itu dia melakukan dosa seperti non muslim, itu lebih tegak dari pada orang yang dalam hal agama tidak melakukan dosa tapi zhalim …sesungguhnya Allah akan memperkuat negara yang adil, walau negara itu dipimpin oleh seorang non muslim kafir, dan Allah tidak akan melanggengkan memperkuat negara zhalim meskipun dipimpin oleh orang islam. Dunia ini bisa langgeng bisa tegak dengan keadilan dan kekufuran dan tidak akan langgeng dengan kezhaliman dan islam.” jadi yang paling penting adalah keadilannya, masalah islam atau muslim sebenarnya tidak masuk dalam konteksnya ini. Nabi bersabda tidak ada dosa yang oleh Allah cepat disiksa di dunia ini, dua dosa yang paling cepat, pertama kezhaliman kedua memutuskan silaturrahim. Maka orang yang zhalim akan dihancurk di dunia oleh Allah, meskipun dia di akhirat diampuni masuk surga karena dia orang islam, tapikarena dia jadi pemimpin yang zhalim akan mendapatkan ancaman sanksi dari Allah di dunia ini, kenapa demikian? Karena keadilan itu adalah aturan system segala sesuatu. Maka apabila dunia ini diatur dengan keadilan maka dunia ini akan tegak walaupun pemerintahnya karena dia bukan muslim di akhirat tidak akan dapat pahala. Dan ketika dunia ini tidak diatur dengan keadilan maka dunia tidak akan tegak, akan hancur, meskipun si penguasa ini nanti di akhirat karena dia punya iman akan mendapatkan pahala dari imannya. Tapi di dunia karena dia memimpin dengan zhalim walaupun muslim akan hancur. Walaupun di akhirat dia kan mendapatkan pahala imannya. Tapi pemimpin non muslim yang adil akan dapat melanggenggkan mempertahankan pemerintahannya. Walaupun di akhirat dia tdk akan mendapatkan pahala karena dia tidak mukmin tidak beriman.

TANGGAPAN :

1). Ucapan tidak lepas dari kontek situasi dan zaman.

Maka ucapan nasehat untuk umat Islam di zaman orang kafir berusaha merebut kekuasaan di negri muslim ini adalah dengan mengingatkan larangan orang muslim memilih pemimpin kafir, dan meminta agar umat Islam harus bersatu dalam mengusung calon pemimpin muslim, agar tidak dipimpin oleh orang kafir.

Sedangkan melontarkan pernyataan “pemimpin adil yang kafir lebih baik dari pemimpin muslim yang zhalim” maka ini bermakna :

  1. calon pemimpin kafir yang ada adalah adil, dan calon pemimpin muslim yang ada adalah zhalim.
  2. kampanye agar menyoblos pemimpin kafir.

2). Syaikhul Islam ibn Taimiah (661-728 H) adalah seorang ulama besar bahkan seorang mujaddid ahlussunnah, mujahid, muhaddits, mufassir, ushuli, Zahid, naqid, imam, Syaikhul Islam . Ini adalah ucapan Kyai SAS yang benar.

Dalam hal ini lihat pujian Imam al-Dzahabi dalam Dzail Thabaqat al-Hanabilah karya Imam Ibn Rajab 4/390, al-Hafizh Imamduddin al-Wasithi dalam al-‘Uqud al-Durriyyah 311, al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi dalam Thabaqat al-Huffazh 516-517, Mulla Ali Qari dalam Mirqah al-Mafatih 8/146-147, dan al-Hafizh Ibn Hajar dalam al-Durar al-Kaminah Fi A’yan al-Miah al-Tsaminah 1/168.

3). Syaikhul Islam ibn Taimiah berbicara tentang pentingnya keadilan dalam memenuhi hak-hak manusia.

Dia mengatakan bahwa negara kafir yang dipimpin oleh orang kafir secara adil, dan negara islam yang dipimpin oleh seorang muslim secara zhalim. Maka negara kafir yang menegakkan keadilan itu akan lebih tegak dari pada negara islam yang menzhalimi hak-hak rakyatnya.

Jadi Syaikhul Islam Ibn Taimiah tidak mengatakan : “pemimpin yang adil non muslim jauh lebih baik dari pada pemimpin muslim yang zhalim” sebagaimana klaim Kyai SAS.

4). Kyai SAS memanipulasi makna “itsm”.

Syaikh Islam berkata:

وامور النَّاس انما تستقيم فِي الدُّنْيَا مَعَ الْعدْل الَّذِي قد يكون فِيهِ الِاشْتِرَاك فِي بعض انواع الْإِثْم اكثر مِمَّا تستقيم مَعَ الظُّلم فِي الْحُقُوق وان لم يشْتَرك فِي اثم

Kyai SAS berkata :

Persoalan manusia itu bisa tegak dengan baik didunia ini hanya dengan keadilan, yang boleh jadi keadilan pemerintah yang menegakkan keadilan itu dia melakukan dosa, seperti non muslim, itu lebih tegak dari pada orang yang dalam hal agama tidak melakukan dosa tapi zhalim…”.

Seharusnya :

“Sesungguhnya perkara manusia itu akan tegak di dunia ini dengan keadilan, yang bisa jadi di dalamnya ada keikutsertaan dalam sebagian macam dosa, itu lebih tegak dari pada yang disertai kezhaliman terhadap hak-hak meskipun ia tidak ikut serta dalam dosa”.

Jadi yang dimaksud oleh ibn Taimiaah adalah itsm (dosa, maksiat) bukan kufr (kekufuran atau kemurtadan).

5). Syaikhul Islam Ibn Taimiah mengharamkan orang muslim mengangkat orang kafir sebagai pemimpin.

Syaikhul Islam menegaskan prinsip ini dalam banyak kitab dan dalam banyak tempat. Diantaranya dalam kitab Majmu’ Fatawa 7/17-18. Beliau berkata:

{لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ} .

فَأَخْبَرَ أَنَّك لَا تَجِدُ مُؤْمِنًا يُوَادُّ الْمُحَادِّينَ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّ نَفْسَ الْإِيمَانِ يُنَافِي مُوَادَّتَهُ كَمَا يَنْفِي أَحَدُ الضِّدَّيْنِ الْآخَرَ فَإِذَا وُجِدَ الْإِيمَانُ انْتَفَى ضِدُّهُ وَهُوَ مُوَالَاةُ أَعْدَاءِ اللَّهِ فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ يُوَالِي أَعْدَاءَ اللَّهِ بِقَلْبِهِ؛ كَانَ ذَلِكَ دَلِيلًا عَلَى أَنَّ قَلْبَهُ لَيْسَ فِيهِ الْإِيمَانُ الْوَاجِبُ.

وَمِثْلُهُ قَوْله تَعَالَى فِي الْآيَةِ الْأُخْرَى: {تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ} {وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ} .

فَذَكَرَ جُمْلَةً شَرْطِيَّةً تَقْتَضِي أَنَّهُ إذَا وُجِدَ الشَّرْطُ وُجِدَ الْمَشْرُوطُ بِحَرْفِ لَوْ الَّتِي تَقْتَضِي مَعَ الشَّرْطِ انْتِفَاءَ الْمَشْرُوطِ فَقَالَ: {وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ} . فَدَلَّ عَلَى أَنَّ الْإِيمَانَ الْمَذْكُورَ يَنْفِي اتِّخَاذَهُمْ أَوْلِيَاءَ وَيُضَادُّهُ وَلَا يَجْتَمِعُ الْإِيمَانُ وَاِتِّخَاذُهُمْ أَوْلِيَاءَ فِي الْقَلْبِ. وَدَلَّ ذَلِكَ عَلَى أَنَّ مَنْ اتَّخَذَهُمْ أَوْلِيَاءَ؛ مَا فَعَلَ الْإِيمَانَ الْوَاجِبَ مِنْ الْإِيمَانِ بِاَللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إلَيْهِ.

وَمِثْلُهُ قَوْله تَعَالَى {لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ} .

فَإِنَّهُ أَخْبَرَ فِي تِلْكَ الْآيَاتِ أَنَّ مُتَوَلِّيَهُمْ لَا يَكُونُ مُؤْمِنًا. وَأَخْبَرَ هُنَا أَنَّ مُتَوَلِّيَهُمْ هُوَ مِنْهُمْ؛ فَالْقُرْآنُ يُصَدِّقُ بَعْضُهُ بَعْضًا.

Kalimat yang terakhir itu artinya: “Maka Allah mengabarkan dalam ayat-ayat tadi bahwa orang yang mencintai mereka (orang kafir) bukanlah orang mukmin. Dia mengabarkan bahwa yang mencintai mereka adalah bagian dari mereka. Maka al-Qur`an, sebagiannya membenarkan sebagian yang lain.”

Di akhir makalah ini saya mengingatkan para pemimpin tentang tanggung jawabnya nanti di akhirat. Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدٍ اسْتَرْعَاهُ اللَّهُ رَعِيَّةً، فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيحَةٍ، إِلَّا لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ»

“Tidak ada hamba yang ditakdirkan memimpin rakyat (umat), kemudian tidak meliputinya dengan nasehat (ketulusan), melainkan dia tidak akan menghirup aroma surga”.

Semoga tanggapan sederhana dan cepet-cepetan ini bisa bermanfaat.

***

Di ringkas seluruhnya dari sumber : http://www.gensyiah.com/pernyataan-kyai-said-aqil-siroj-soal-pemimpin-kafir-yang-adil-dan-bantahannya.html/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s