Shalat Ied Tanpa Adzan & Iqamah


Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari.

Dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : “Artinya : Aku pernah shalat dua hari raya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dari sekali dua kali, tanpa dikumandangkan azan dan tanpa iqamah” [1].

Ibnu Abbas dan Jabir Radhiyallahu ‘anhum berkata : “Artinya : Tidak pernah dikumandangkan azan (untuk shalat Ied -pent) pada hari Idul Fithri dan Idul Adha” [2].

Berkata Ibnul Qayyim : “Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila tiba di mushalla (tanah lapang), beliau memulai shalat tanpa azan dan tanpa iqamah, dan tidak pula ucapan “Ash-Shalatu Jami’ah”. Yang sunnah semua itu tidak dilakukan. [3].

Imam As-Shan’ani berkata dalam memberi komentar terhadap atsar-atsar dalam bab ini : “Ini merupakan dalil tidak disyariatkannya azan dan iqamah dalam shalat Ied, karena (mengumandangkan) azan dan iqamah dalam shalat Ied adalah bid’ah” [Zaadul Ma’ad 1/442].


[Disalin dari buku Ahkaamu Al’Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, hal. 23-24, terbitan Pustaka Al-Haura’, penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein].

Foote Note :

[1]. Riwayat Muslim 887, Abu Daud 1148 dan Tirmidzi 532.
[2]. Riwayat Muslim 887, Abu Daud 1148 dan Tirmidzi 532.
[3]. Zaadul Ma’ad 1/442.

http://almanhaj.or.id/content/1173/slash/0/shalat-ied-tanpa-azan-dan-iqomah/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s