Imam Ali bin Al Madini (wafat 234 H)


Beliau adalah Ali bin Abdillah bin Ja’far bin Najih As-Sa’di Al-Madini. Kun-yah beliau adalah “Abul Hasan”. Beliau memiliki banyak gelar kehormatan: Hafizhul ‘Ashr, pemimpin dalam hafalan hadis. Beliau, yang juga produktif dalam karya tulis, dilahirkan pada tahun 161 H.

Beliau belajar dari bapak beliau, kemudian Hammad bin Zaid, Hasyim, dan Sufyan bin Uyainah, serta banyak lagi ulama yang sezaman dengan mereka. Sementara, murid-murid beliau, antara lain: Adz-Dzuhli, Al-Bukhari, Abu Daud, Abu Ya’la, Al-Baghawi, dan ulama lain sezamannya.

Pujian untuk Ali Al-Madini

  • Abu Hatim Ar-Razi mengatakan, “Ali Al-Madini adalah tanda bagi manusia dalam memahami hadis, cacat hadis. Saya belum pernah mendengar Ahmad bin Hambal menyebut namanya, namun beliau menyebut dengan kun-yahnya, dalam rangka menghormati Ali Al-Madini.”
  • Ibnu Uyainah mengatakan, “Demi Allah, ilmu yang aku ambil darinya itu lebih banyak dibandingkan ilmu yang diambil dariku.
  • Demikian pula, diriwayatkan bahwa An-Nasa’i mengatakan, “Sepertinya, Ali Al-Madini memang diciptakan untuk ilmu hadis.”
  • Al-Bukhari mengatakan, “Saya tidak pernah merasa kerdil di hadapan orang lain dalam masalah hadis, kecuali di hadapan Ali Al-Madini.
  • Abu Daud mengatakan, “Ali Al-Madini lebih tahu tentang perselisihan hadis daripada Imam Ahmad.

Wafatnya Imam Ali Al-Madini

Beliau meninggal di Samarra (utara Baghdad), pada bulan Dzulqa’dah, tahun 234 H. Imam An-Nawawi mengatakan, “Ali Al-Madini memiliki sekitar dua ratus karya tulis.” (Adz-Dzahabi, Tadzkirah Al-Huffazh, Al-Maktabah Asy-Syamilah, no. urut 436)

Artikel http://www.Yufidia.com

http://yufidia.com/ali-al-madini/


Namanya adalah Ali bin al-Madiny seorang imam hadits terkemuka yang dapat memasuki segala pintu ilmu hadist, istimewanya pintu ilmu Rijal dan ‘ilal.

Beliau telah menyusun banyak kitab yang belum pernah ada dan sukar ditandingi oleh ulama ulama yang datang sesudahnya, karena itu beliau sangat dipuji dan dihargai oleh para ulama.

Sufyan bin Uyainah berkata,” Demi Allah, aku belajar dari ali lebih banyak dari pada dia belajar kepadaku”.

Abi Hatim berkata,” Ibnu Madiny seorang ulama besar dalam mema’rifati hadist dan illat illatnya.

Al Hakim dalam kitabnya Ma’rifatu Ulumil Hadits menyebutkan sejumlah karangan ibn Madiny yang membuktikan bahwa beliau ini sangat luas ilmunya dalam bidang Ulumul hadits.

Diantara kitab kitabnya adlah Kitabu Madzhabibil Muhadditsin dan kita Al-‘Ilal al-Mutafarriqah yang terdiri dari 30 Juz dan kita Ikhtilaful hadist yang terdiri dari 5 juz.

Al-Hakim berkata,” Sebagian dari karangan Ali bin al Madiny yang menunjukan kepada keluasan ilmunya dalam bidang hadist, ialah kitab al-Asmau wal Kuna, Kitab adldlu’afa, Kitab al-Mudallisin, Kitab at Thabaqat, ‘Ilalul Musnad, Ilal Hadiits Ibn Uyainah. Kesemuanya itu menunjukan kepada ketinggian Ilmunya.

Ia wafat pada tahun 234 H di Samari.

https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/07/ali-bin-al-madiny-wafat-234-h/

Iklan

3 responses to “Imam Ali bin Al Madini (wafat 234 H)

  1. Ping balik: Imam Yahya bin Sa’id Qaththan (wafat 198 H) | Abu Zahra Hanifa

  2. Ping balik: Biografi Imam Ad Darimi (wafat 255 H) | Abu Zahra Hanifa

  3. Ping balik: Biografi Lengkap Tokoh Tokoh Islam Sepanjang Sejarah | Abu Zahra Hanifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s