Ilmu Hadits : Definisi Hadits Mu’dlal


Definisi

Mu’dlal secara bahasa adalah sesuatu yang dibuat lemah dan letih. Disebut demikian, mungkin karena para ulama hadits dibuat lelah dan letih untuk mengetahuinya karena beratnya ketidakjelasan dalam hadits itu.

Adapun menurut istilah ahli hadits adalah : hadits yang gugur pada sanadnya dua atau lebih secara berturutan.

Contohnya :

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab Ma’rifat Ulumil-Hadiits dengan sanadnya kepada Al-Qa’naby dari Malik bahwasannya dia menyampaikan, bahwa Abu Hurairah berkata,”Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Seorang hamba sahaya mendapatkan makanan dan pakaian sesuai kadarnya baik, dan tidak dibebani pekerjaan melainkan apa yang dia mampu mengerjakannya” (Al-Hakim berkata,”Hadits ini mu’dlal dari Malik dalam Kitab Al-Muwaththa’).

Hadits ini kita dapatkan bersambung sanadnya pada kita selain dari Al-Muwaththa’, diriwayatkan dari Malik bin Anas dari Muhammad bin ‘Ajlan, dari bapaknya, dari Abu Hurairah. Letak ke-mu’dlal-annya karena gugurnya dua perawi dari sanadnya, yaitu Muhammad bin ‘Ajlan dan bapaknya. Kedua perawi tersebut gugur secara berturutan.

Hukumnya

Para ulama sepakat bahwasannya hadits Mu’dlal adalah dla’if, lebih buruk statusnya daripada Mursal dan Munqathi’, karena sanadnya banyak yang terbuang.

Hubungan Antara Mu’allaq dan Mu’dlal

Antara Mu’dlal dan Mu’allaq ada kaitannya secara umum dan khusus:

  • Mu’dlal dengan Mu’allaq bertemu dalam satu bentuk, yaitu jika dihilangkan pada permulaan sanadnya dua orang perawi secara berurutan. Maka dalam kasus seperti ini, hadits tersebut menjadi Mu’dlal dan Mu’allaq secara bersamaan.
  • Antara keduanya terdapat perbedaan : Jika pada tengah isnadnya dihilangkan dua orang perawi secara berurutan, maka disebut Mu’dlal, namun bukan Mu’allaq. Kemudian, jika seorang perawi saja yang dihilangkan pada awal isnadnya, maka disebut Mu’allaq dan bukan Mu’dlal.

Ditulis oleh sahabat baik Abu Al Jauzaa

Selengkapnya dalam sumber : https://jacksite.wordpress.com/2007/07/04/ilmu-hadits-definisi-hadits-mudlal/


Secara bahasa Mu’dhal adalah bentuk isim maf’ul dari “A’dholahu” yang berarti menyulitkan dan membuat lemah.

Adapun secara istilah ilmu hadits, hadits Mu’dhal adalah : “Hadits yang pada sanadnya gugur dua orang rawi atau lebih secara berurutan”.

Contoh Hadits Mu’dhal

Contoh dari hadits Mu’dhal adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam kitab “Ma’rifat Ulumil Hadits” dengan sanadnya yang terhubung kepada al-Qo’nabi dari Malik bahwa telah sampai kepadanya bahwa Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda :

لِلْمَمْلُوكِ طَعَامُهُ وَكِسْوَتُهُ بالمعروف وَلا يُكَلَّفُ مِنَ الْعَمَلِ إِلا مَا يُطِيقُ

“Hamba sahaya berhak mendapatkan makanan dan pakaiannya secara ma’ruf (yang sesuai) dan tidak boleh dibebani pekerjaan, kecuali yang disanggupinya saja”

Imam Hakim rahimahullah menjelaskan bahwa hadits dengan sanad ini adalah mu’dhal. Beliau berkata : “Hadits ini mu’dhal dari Malik, Malik meriwayatkannya dengan mu’dhal seperti ini dalam kitab al-Muwaththa’ ”

Hadits ini adalah hadits Mu’dhal, karena padanya terdapat dua orang rawi yang gugur berurutan antara Malik dan Abu Hurairah. Dan kita mengetahui bahwa padanya terdapat dua rawi yang gugur secara berurutan dari riwayat hadits pada selain kitab Muwaththo’, yaitu seperti ini : “… dari Malik dari Muhammad bin ‘Ajlan dari ayahnya dari Abu Hurairah”.

Hukum Hadits Mu’dhal

Hadits Mu’dhal adalah hadits dhaif, bahkan keadaannya lebih buruk dari Mursal dan Munqothi’. Itu dikarenakan banyaknya rawi yang gugur pada sanad. Hukum dhaif untuk hadits Mu’dhal ini adalah sudah menjadi ijma’ ulama.

Kesamaan Antara Mu’dhal dengan Mu’allaq

Antara Mu’dhal dan Mu’allaq terdapat sisi keumuman dan kekhususan, yaitu :

Mu’dhal dan Mu’allaq terkumpul dalam satu bentuk, yaitu : apabila pada awal sanad hadits terdapat dua rawi yang gugur secara berurutan. Maka dalam kondisi seperti ini, hadits tersebut pada waktu yang bersamaan adalah Mu’dhal dan juga Mu’allaq.

Mu’dhal dan Mu’allaq saling membedakan diri dalam dua bentuk yaitu :

  • Apabila ditengah sanad hadits terdapat dua rawi yang gugur secara berurutan.Maka dalam kondisi seperti ini, hadits tersebut adalah Mu’dhal saja dan bukan Mu’allaq.
  • Apabila pada awal sanad hadits terdapat satu rawi saja yang gugur, maka dalam kondisi seperti ini, hadits tersebut adalah Mu’allaq saja dan bukan Mu’dhal.

Kitab-Kitab yang Banyak Mengandung Hadits Mu’dhal

Imam Suyuthi rahimahullah berkata : “Diantara tempat yang banyak menyebutkan hadits Mu’dhal, Munqathi’ dan Mursal adalah : Kitab Assunan karangan Sa’id bin Manshur rahimahullah, Karangan-karangan Ibnu Abi ad-Dunia rahimahullah


(Abu Maryam Abdusshomad, diambil dari : Taisir Musthalah Hadits oleh Dr. Mahmud Thahhan, dengan sedikit perubahan)

http://alsofwah.or.id/?pilih=lihathadits&id=175

Iklan

2 responses to “Ilmu Hadits : Definisi Hadits Mu’dlal

  1. Ping balik: Ilmu Musthalah Hadits (2/2) | Abu Zahra Hanifa

  2. Ping balik: Hadits Dha’if, Musnad, Muttasil, Marfu’ & Mauquf | Abu Zahra Hanifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s