Mengenal Fiqh Syi’ah (5) : Kaifiyyah Shalat Syi’ah


Allah ta’ala berfirman :

قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خِلالٌ

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan [QS. Ibraahiim : 31].

Shalat merupakan salah satu kewajiban amaliyyah terbesar yang Islam terbangun di atasnya.

حدثنا ابن أبي عمر، أخبرنا سفيان بن عيينة عن سعير ابن الخمس التميمي، عن حبيب بن أبي ثابت، عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “بني الاسلام على خمس:شهادة أن لا إله إلا الله، وأن محمدا رسول الله، واقام الصلاة، وايتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج البيت”.

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi ‘Umar : Telah mengkhabarkan kepada kami Sufyaan bin ‘Uyainah, dari Su’air bin Al-Khims At-Tamiimiy, dari Habiib bin Abi Tsaabit, dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :Islam dibangun atas lima perkara : (1) Persaksian bahwasannya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasannya Muhammad utusan Allah, (2) menegakkan shalat, (3) membayar zakat, (4) puasa Ramadlaan, dan (5) haji di Baitullah [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 1609, dan ia berkata : “Hasan shahih”].

Ketika kewajiban ini dibebankan kepada kaum muslimin, maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kaifiyyah kaifiyyahnya dalam sunnah-sunnah beliauKaifiyyah shalat bukanlah karangan orang, baik ia itu ulama, ustadz, atau imam; karena ia merupakan otoritas beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana sabdanya :

وصلوا كما رأيتموني أصلي

“Dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat”.

Saya yakin banyak di antara Pembaca yang telah meng-eksplore beberapa riwayat berkaitan dengan kaifiyyah shalat dalam kitab-kitab yang ditulis para ulama kita. Pada kesempatan kali ini, saya tidak akan membahas itu, akan tetapi ingin mengajak Pembaca sekalian melihat bagaimana kaifiyyah shalat orang Syi’ah yang asli (tanpa tameng taqiyyah seperti di tanah air). Banyak di antara Pembaca, bahkan mereka yang mengaku-aku Syi’ah sekalipun, tidak tahu bagaimana sebenarnya kaifiyyah yang diajarkan para marja’ Syi’ah.

Berikut saya tampilkan dalam format video Youtube :

Anda dapat lihat dan nilai bagaimana bacaan tajwiid seorang Ayatullah Iran, amburadul. Dapat kita saksikan pula bagaimana ulama Syi’ah ini sebelum shalat perlu menyebut-nyebut nama ‘Aliy untuk menjaga kekhusyukannya. Mengapa ‘Aliy ? Mengapa bukan Allah yang ia sebut ?.

Kemudian simak video lain sebagai berikut :

Inikah yang disebut khusyuk dan thuma’ninah ?. Mungkin aktifitas ini lebih tepat disebut ‘senam’.

Simak video berikut :

Bacaan ulama Syi’ah ini (‘Abbaas Aali Jaabir) agak lumayan dalam tajwid[1].

Sekarang saya ajak Anda melihat bagaimana kaifiyyah shalat Dhuhur berjama’ah mereka :

Simak benar-benar bagaimana kumandang iqamat mereka[2]. Simak surat yang dibacakan sirr oleh imam. Lagi-lagi bacaan sang imam hanyalah QS. Al-Ikhlaash dan Al-Kautsar. Tidak ada yang salah dengan surat Al-Ikhlaash dan Al-Kautsar. Tapi jika Anda lihat bagaimana dalam beberapa video di atas (dan masih banyak video yang lain), nampak perbendaharaan hapalan surat banyak imam shalat Syi’ah sangatlah minim[3]. Bacaan berdiri mereka di raka’at ketiga dan keempat bukanlah Al-Faatihah.

Pertanyaan akhir : Adakah kaifiyyah shalat yang tampak dalam beberapa video di atas merupakan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ?.

Semoga informasi ini berguna.

[abul-jauzaa’ – bogor, 1432 H].


[1]. Karena ia orang ‘Arab.

[2]. Baca syahadat ketiga Syi’ah dalam adzan mereka : SYAHADAT KETIGA : Salah Satu Produk Kreatifitas Syi’ah.

[3]. Banyak ulama Syi’ah yang tidak hafal ayat-ayat Al-Qur’an. Lihat video berikut bagaimana seorang pendebat Syi’ah terkenal di ‘Iraq tidak pintar dalam menukil ayat :

Selengkapnya dalam sumber : http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/08/fiqh-syiah-5-kaifiyyah-shalat.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s