Benarkah Waktu Imsak adalah Batas Akhir Sahur ?


Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, عَفْوًا ana numpang bertanya langsung.. Ini ada pertanyaan dari seorg teman : Maaf banget takut salah sebelumnya ada bahasan soal makan sahur, kalo tdk salah disitu dijelasin jarak makan sahur dan shalat Shubuh itu selama membaca 50 ayat. Jadi itu termasuk pada batasan imsak ga yah maaf yah daripd saya bingung sendiri, jadi mohon bantu jelasin yah

Apakah ada penjelasan mengenai jarak sahur – imsak sebanyak 50 ayat?

جَزَاك اللّهُ خَيْرًا atas ibrahnya.

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :

(Disusun Di BBG Majlis Hadits).

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah. Iya, batas akhir waktu makan sahur yang paling afdhol adalah ketika mendekati waktu sholat Shubuh, atau sejarak seseorang membaca 50 ayat al-Quran. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu, ia berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian kami berdiri untuk shalat (Shubuh)’. Lalu Anas bertanya kepada Zaid bin Tsabit, ‘Berapa lama antara keduanya (sahur dan shalat Shubuh) ?’ Zaid bin Tsabit menjawab, ’Lamanya sekitar bacaan 50 ayat.” (HR. Bukhari, Muslim, dan selainnya).

Dan di dalam tuntunan puasa dan sahur Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak dikenal dan tidak ada yg disebut waktu imsak. Jadi selama belum masuk waktu sholat Shubuh, atau belum dikumandangkan adzan Shubuh, seseorang masih dibolehkan makan, minum dan berhubungan badan dengan istrinya. Hal ini sbgmana firman Allah ta’ala:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam” (QS. Al-Baqoroh: 187).

Dan di dalam hadits yg shohih, diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata: Bahwasanya Bilal biasa adzan pada waktu malam, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَى يُؤَذِّنُ إِبْنُ أُمِّ مَكْتُمٍ فَإِنَّهُ لاَيُؤْذَنُ حَتَى يَطْلَعَ الفَجْرُ

“Makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum adzan, sebab dia tidak adzan hingga terbit fajar”(HR. Bukhari dan Muslim).

Dan diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki 2 muadzin, yaitu Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu malam, maka makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. (Ia berkata) : tidaklah di antara keduanya kecuali yang ini turun sedangkan yang satunya naik“(HR. Muslim).

Imam Nawawi berkata dalam mensyarah hadits ini: Para Ulama berkata: “maknanya adalah bahwa sesungguhnya Bilal adzan sebelum fajar, dan menunggu setelah masa adzannya dengan doa dan semisalnya. Kemudian ia memperhatikan masa-masa keluarnya fajar. Jika telah mendekati keluarnya fajar, ia memberitahukan pada Ibnu Ummi Maktum sehingga Ibnu Ummi Maktum bersiap-siap dengan bersuci (thaharah) dan semisalnya, kemudian dia naik dan mulai adzan pada permulaan munculnya fajar.” (Lihat Syarah Shohih Muslim IV/69).

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami, dan menjadi ilmu yg bermanfaat. Wabillahi at-taufiq.

http://salamdakwah.com/baca-forum/benarkah-waktu-imsak-adalah-batas-akhir-waktu-sahur–.html/

Iklan

One response to “Benarkah Waktu Imsak adalah Batas Akhir Sahur ?

  1. Ping balik: Kumpulan Artikel Seputar Bulan Ramadhan | Abu Zahra Hanifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s